About Me


TERTEGUN MELEPAS KEPERGIANMU, RAMADHAN


Karya :
MASYKUR SARMIAN

Harianindonesiapost.com
Gema Takbir...
Membahana...
Memenuhi Ruang
Jagad Raya...
Berseliweran, dalam
 hiruk pikuk, tertata rapi lewat nada - nada
Indah yang mengisi
Semesta alam...
Bumi langit...
Matahari, bulan, Bintang Gemintang, Pepohon, Tanam-tanaman, Gunung dan bukit, Seluruh binatang, Burung-burung, Ikan dan sejenisnya..., 

Laut dan Sungai2,  Para Malaikat serta Golongan Jin dan Manusia
Hanyut  dalam ketundukan ikut meng-Agungkan Asma-Nya, bertasbih, memuji namanya, dan memastikan wujud-Nya,
Semuanya tertegun, melepas kepergianmu Ramadhan...
Iya Ramadhan... Kau tamu yang begitu Agung ...
Sebentar lagi Kau pergi...
Pergi jauh untuk masa yang sangat lama...

Suara Takbir ini, sungguh sakral.., 
Menggetarkan jiwa...
Menggoncang sukma...
Karena bukan takbir biasa, 
Bukan takbir sembarang takbir...
Ia adalah aba-aba, Kau akan pergi...
Takbir ini juga membelah Kau  (Ramadhan) dan Syawal...
Kurang lebih 14 Jam suara ini memenuhi ruang angkasa...Dengan struktur lafal yang khusus, Irama yang khusus,

Bersahut-sahutan, untuk memastikan,  Kau benar - benar akan pulang kembali...
Setelah melaksanakan tugasmu..., 
Sebulan lamanya mengasah jiwa-jiwa manusia, dengan
Menghidupkan nuraninya
Menyentuh rasa peduliannya
Melatih jiwa2 agar santun kepada yang papa
Mengasah lidah-lidah agar terampil dalam Tilawah
Mengobarkan api semangatnya

Menguatkan azam amalnya
Mengokohkan benteng kesabarannya,
Merapikan tulus ikhlasnya
Memantapkan Istiqomahnya
Menata desain masa depannya
Melumpuhkan nafsu angkara murkahnya...
Dan menggaransi ada amalan satu malam, lebih baik dari delapan puluh empat tahun lamanya,
Iya lebih baik dari delapan puluh empat tahun lamanya...

Aku tak Kuasa, menahan...
Derai air mata ini...
Mengalir begitu deras..., 
dari kedua pelupuk mata, 
tak tertahankan...
Tak lagi bisa dibendung...
Hatipun begitu iba...
Leher ini selaksa terkunci...
Tak pernah seperti ini...
Terasa tak kuat...
Entah mengapa...
Tak mau Kau tinggal, Wahai Ramadhan...
Tamu Yang Agung ini...
Akankah kita dapat bertemu lagi kelak.(Sudono Syueb/ed)

Samarinda, 30 Ramadhan 1441 H

Post a Comment

0 Comments