About Me


Shalat Subuh Berjamaah di Masjid Baitul Mahmud Membludak


Laporan: Sudono Syueb

Harianindonesiapost.com Bulan ramadhan dalam kondisi normal, biasanya umat lslam yang i'tikaf di masjid pada 10 malam terakhir ramai sekali baik malam genap maupun malam ganjil. Tapi ramadhan kali ini bertepatan dengan pandemi covid-19 dan pelaksanaan kebijakan PSBB dengan membatasi pergerakan sosial dan mengurangi kerumunan, sangat berdampak pada maksimalisasi ibadah dalam bulan ramadhan, termasuk ibadah i'tikaf untuk memburu malam seribu bulan. Sehingga semangat i'tikaf untuk memburu turunnya malam malam seribu bulan, yang lazim disebut lailatul qadar sangat minimalis.
 Di masjid Baitul Mahmud, misalnya, yang biasanya ramai, Kamis tanggal 21/5/2020  pada jam 23.00 baru ada satu orang. 50 menit kemudian, pada jam 23.50 datang lagi satu orang. Masuk hari Jum'at tanggal 22/5/2020 jam 24.30 datang lagi 2 orang jadi 4 orang. Pada jam 01.00-02.30 tambah lagi 4 orang, jadi 8 orang. Jam 03.15 berkurang lagi karena ada yang pulang untuk saur.

 Walaupun jamaah masjid Baitul Mahmud, Griya Bhayangkara yang i'tikaf sedikit, tapi ketika shalat subuh banyak jamaah yang hadir untuk shalat subuh berjamaah. Terpantau ada sekitar 165 orang yang ikut berjamaah di masjid Baitul Mahmud pada hari Jum'at 22/5/2020, jam 04.25 pagi tadi.

Pentingnya Shslay Subuh.

Menurut Habib Novel Alaydrus, yang disampaikan melalui tayangan dakwah tvOne dalam tajuk Damai Indonesiaku  hari Kamis 21/5/2020, shalat Idul Fitri di lapangan boleh tidak ada karena pandemi covid-19 dan diganti di rumah, tapi jangan sampai jamaah subuh di masjid tidak ada. Shalat subuh berjamaah di masjid itu lebih penting dan wajib dari pada shalat ld di lapangan yang sunnah itu.

 Bagi kaum laki-laki, salat subuh berjamaah di masjid memiliki banyak keutamaan.
Diantaranya shalat Subuh itu disaksikan oleh para malaikat. Allah SWT berfirman:

أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَى غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآَنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآَنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

Artinya: "Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Shubuh. Sesungguhnya shalat Shubuh itu disaksikan (oleh malaikat)." (Qs. Al-Isra': 78)


Keutamaan lainnya, shalat berjamaah dapat pahala 27 derajat. Dikutip dari Islam.nu.or.id, 
dan keutamaan salat Subuh di masjid bagi laki-laki ini tidak akan didapatkan oleh orang yang melaksanakan salat sendiri, Rasulullah bersabda;

صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ تَفْضُلُ صَلَاةَ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً

Artinya: "Salat berjamaah melampaui salat sendirian dengan (mendapatkan) 27 derajat." (HR. Bukhari)

Kata '27 derajat' ini diartikan oleh para ulama sebagai 'salat'. Dengan begitu, seseorang yang salat berjamaah melampaui salat sendirian dengan keunggulan 27 salat. Dengan kata lain, seseorang yang melaksanakan salat subuh berjamaah dapat melampaui selisih 27 salat dibanding sendirian.

Hal ini seperti yang ditegaskan oleh Imam Ibnu Daqiq al-'Ied:

"Imam Ibnu Daqiq al-'Ies berkata: "Pendapat yang paling jelas adalah mengartikan "derajat" dengan arti "salat" karena terdapat penggunaan redaksi "salat" dalam sebagian riwayat (hadist)" (Ibnu Hajar al-Haitami, Tuhfah al-Muhtaj, hal. 370)


Dahsyatnya salat subuh berjamaah juga disebutkan dalam hadist HR. Muslim:

"Barang siapa yang salat isya berjamaah maka seolah-olah dia telah salat malam selama separuh malam. Dan barang siapa yang salat subuh berjamaah maka seolah-olah dia telah salat seluruh malamnya," HR. Muslim no. 656)

Keutamaan salat subuh antara lain adalah mendapatkan jaminan keselamatan di hari itu, membuka pintu rezeki, menghindarkan kita dari api neraka serta diakhirat seseorang yang rajin salat subuh akan ditolong oleh Allah SWT.

Post a Comment

0 Comments