About Me


Seluruh Masjid di Kerajaan itu Mau Dirobohkan


Oleh: Sudono Syueb

Harianindonesiapost.com Alkisah ada sebuah Kerajaan, namanya Pintu Langit yang subur dan makmur gemah ripah loh jinawi. Toto tentren kerta raharja. Rajanya bijaksana, rakyatnya hidup sejahtra dan sehat semua.  
Tapi akhir akhir ini, kerajaan Pintu Langit itu sedang diserang wabah penyakit ganas dan menular yang telah banyak makan korban hingga puluhan ribu orang meninggal. Para pejabat kerajaan Pintu Langit itu panik. Apa lagi Rajanya. Seumur umur baru kali ini kerajaan Pintu Langit diserang wabah epidemi seperti itu.
Oleh karena itu, Raja memerintahkan kepada  Kementrian Kesehatan untuk segera  menanggulangi wabah itu. Seluruh dokter dan tenaga medis (Nadis) telah dikerahkan di garda terdepan untuk merawat pasien dan mencegah rantai penyebarannya. Berbagai cara untuk mengatasi epidemi itu telah dilakukan tapi belum menampakkan hasil, sementara korban terus berjatuhan di seantero kerajaan. Termasuk ada dokter dan nadis yang jadi korban.
Setelah diamati dengan seksama oleh para ahli wabah, ternyata  wabah itu selalu menyerang orang orang dalam kerumunan, misalnya, di pasar, terminal, stasiun, tempat tempat ibadah, di sekolahan, di pabrik dll. Akhirnya Kementrian Kesehatan melaporkan pada Raja bahwa  rantai penularan wabah itu ada dikrumunan, maka raja diminta untuk memerintahkan rakyat supaya tinggal di rumah saja. Raja diminta melockdown kerajaannya. Raja setuju. Lalu Raja bertitah,
Rakyatku, kalian jangan kemana mana, di rumah saja agar tidak tertular wabah ini. Soal makan jangan khawatir, setiap pekan kalian akan dapat sembako, sayur, buah, minuman dll secara gratis. 
Rakyat manut. Pasar tutup, kantor buka tutup, tempat ibadah tutup semua.
Gara gara lockdown itu, masjid jadi sepi, tidak ada yang datang untuk shalat berjamaah. 
Takmir sudah berusaha mendekati masyarakat sekitar untuk shalat di masjid tapi gagal.
Maka seluruh takmir masjid kumpul untuk mencari solusi. Setelah debat panjang, lalu diambil kesimpulan bahwa kerajaan Pintu Langit sudah tidak butuh masjid lagi sebab masyarakat sudah shalat sendiri sendiri di rumah. Maka dengan terpaksa seluruh masjid di kerajan Pintu Langit akan dirobohkan. 
Sebelum hari H perobohan masjid, dibuatlah surat pemberitahuan perobohan masjid pada Raja dengan tembusan ditujukan pada aparat kerajaan mulai pusat sampai daerah, kecamatan, desa, rw dan rt.
Raja kaget, rakyat gaduh, aparat bingung dengan surat itu.
Raja lalu membalas surat takmir itu yang isinya minta seluruh takmir supaya tidak nerobohkan masjid.
Para takmir bergeming, rencana perobohan masjid tetap jalan. 
Baliho rencana  perobohan masjid sudah dipasang di mana mana. 
Akhirnya Raja mengundang seluruh takmir ke istana untuk membahas rencana perobohan masjid.
Raja bertanya, kenapa seluruh masjid mau dirobohkan?
Perwakilan takmir menjawab, karena sudah tidak ada lagi orang mau shalat berjamaah di masjid. Untuk apa ada masjid?
Andai ada orang yang mau shalat di nasjid lagi bagaimana?, tanya Raja.
Serentak takmir menjawab, TIDAK JADI DIROBOHKAAAAN.
Baik, kata Raja, mulai saat ini rakyatku boleh datang ke masjid untuk shalat berjamaah dan jumatan.
ALHAMDU LILLAAAH....

Post a Comment

0 Comments