About Me


SEDIKIT CACATAN DI HARBA PII KE 73


Oleh: Gunawan Suswantoro
(Sekretaris Jendral BAWASLU RI)

Editor: Sudono Syueb

Harianindonesiapost.com 73 tahun usia Pelajar Islam Indonesia (PII). Tepatnya tanggal 4 Mei diperingati sebagai Hari Bangkit PII. Dikalangan pergerakan Islam PII di kenal dengan Motto 'Tandang ke Gelanggang Meski Seorang' 
73 Tahun bagi sebuah pergerakan tentu saja telah menghasilkan ribuan kader yang menyebar di seantero Nusantara. Tapi rata-rata mereka tidak terlalu ingin dikenal, juga tidak begitu menyukai publikasi. Meski tidak sedikit jejak yang mereka toreh dalam sejarah Pergerakan. Dan banyak dari mereka menjadi tokoh-tokoh masyarakat dengan sejarah yang luar biasa. Sebagaimana tujuan dalam khitah perjuangannya PII menginginkan "kesempurnaan pendidikan dan kebudayaan yang sesuai dengan Islam bagi segenap rakyat Indonesia dan umat manusia”. 

Saya teringat slogan yang selalu didengungkan saat Batra, "sukses studi, dan sukses organisasi" ini menjadi cambuk yang melecut hampir semua kader PII untuk menghapus image bahwa seorang aktivis seringkali gagal studi. Mengedepankan idealisme dan meminggirkan pendidikan sangat tidak sejalan dengan tujuan PII. Dan ternyata Slogan tersebut mampu menjadikan seorang kader PII tertantang untuk meraih pendidikan setinggi-tingginya meskipun disaat yang sama tetap beraktivitas di organisasi, dengan segala kegiatan dan hiruk pikuknya.
Kenangan itu sudah lewat bagi kami yang anggota purna, kini tentu dilanjutkan oleh kader-kader muda. Di usia yang 73 tentu saja PII saat sekarang memiliki tantangan yang berbeda dengan masaku dulu. Lebih-lebih di usianya kini masyarakat kita tengah di hadapkan dengan pandemi yang telah menjangkiti lebih dari 11 ribu orang di negara kita, telah menelan ratusan korban meninggal dunia, dan jutaan orang sedunia. Wabah ini diikuti juga oleh kejatuhan ekonomi dan tentunya berimbas pada keterpurukan pendapatan masyarakat. Ratusan karyawan di rumahkan bahkan PHK, angka kemiskinan bertambah. Tentu itu semua menjadi tugas seorang kader yang sekaligus warga masyarakat Indonesia untuk memberi solusi bagaimana meminimalisir persolan yang ada. 
PSBB yang diberlakukan di banyak daerah akhirnya mengharuskan masyarakat untuk tidak banyak beraktivitas di luar rumah, banyak keluarga yang harus berpikir keras untuk bisa menyambung hidup. Ancaman kelaparan bagi banyak keluarga menjadi sama berbahayanya dengan ancaman covid19. Ketidak tersediaan pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, bergizi, merata, terjangkau adalah ketakutan yang sama dengan ketakutan masyarakat akan terjangkit virus corona. Kewajiban pemerintah untuk menyediakan kebutuhan rakyat yang terdampak pandemi adalah mutlak, tapi kewajiban individu untuk mencari solusi juga menjadi keharusan. Seorang kader PII dibentuk harus mampu mencari solusi dari masalah yang dia hadapi bahkan menjadi lebih baik jika solusinya bisa menyelamatkan dan bermanfaat bagi banyak orang. 

Ketahanan pangan keluarga adalah prioritas yang harus kita lakukan saat sekarang. Karena stay at home maka kita punya waktu banyak bersama keluarga, waktu banyak untuk melihat sejauh mana ketersedian lahan atau halaman rumah kita untuk mulai menanam tanaman yg bisa di konsumsi oleh keluarga. Tak akan repot karena sekarang banyak sekali tutorial tentang bagaimana cara menanam yg bisa di panen dalam waktu cepat. Atau bagaimana budi daya ikan dengan memanfaatkan lahan kecil ataupun wadah lain yang tidak butuh tempat yang luas. Itu hanya sekedar gambaran singkat apa yang kira-kira bisa kita lakukan untuk mengatasi sulitnya kondisi saat ini. Bahkan pemerintah belakangan ini sudah mewanti-wanti tentang persoalan ini. Sehingga perlu menjadi perhatian kita semua.
Dan momen hari bangkit PII ini, izinkan saya mengucapkan Selamat Hari Bangkit PII yang ke 73 kiranya kita semua diberi kekuatan untuk tetap menjadi seorang yang bermanfaat bagi banyak orang, mejadi kader PII yang istiqomah untuk selalu mengedepankan kemaslahatan orang banyak, meski sendirian. Seperti semboyan PII, Tandang ke gelanggang meski seorang.

Catatan Kecil Harba PII 73 dari Sekretaris Jenderal BAWSLU Republik Indonesia
Gunawan Suswantoro

Sumber: Akun FB Gunawan Suswantoro

Post a Comment

0 Comments