About Me


SANDEKOLO


Karya :
MASYKUR SARMIAN

Harianindonesiapost.com 
Suasana ini...
Menerbangkan aku...
Kepada lorong waktu...
Kira2 setengah abad silam...
Pada sebuah kampung...
Di tanah kelahiranku...
Di LA sana...
Tepatnya,
Di sebelah aliran...
Bengawan Solo...
Selepas mandi sore...

Dari Bengawan Solo...
Ayahku memanggulku...
Hingga sampai rumah...
Kira-kira seratus lima puluh meter jaraknya...
Dari Bengawan, ke rumah...
Harus melintasi, tanaman... 
Ubi Rambat, Kacang dan Jagung...
Juga areal pohon pisang...
Yang panjang dan padat... Ditanam secara apik oleh Ayah...

Disela-sela pohon pisang... Nampak sorot Sunset yang tajam dan terlihat cantik, 
Aku menoleh menatapnya...
Subhanalloh... betapa indahnya...
Di ujung sebelah barat dari belakang rumah,
Terdapatlah...
Pohon Kelapa yang sangat tinggi...
Nampak, usianya lebih tua dari usia Ayahku...

Tapi pohon itu sangat produktif dan buahnya sudah ribuan kali dinikmati...
Saat menjelang Maghrib... Hingga isya, biasa rembulan muncul dengan malu2, mengintip dan... Menampakkan wajahnya di balik pohon kelapa tersebut... Ketika asik memandangi indahnya rembulan tersebut..,
Ayah memanggil dan bilang, " Masuk Nak, ( Wes ) SANDEKOLO".
(Sudono Syueb/ed)

Samarinda, 21 Ramadhan 1441H

Catatan : *Sandekolo* adalah kata yang biasa dipakai orang tua untuk bikin jerah anak kecil agar tak keluar waktu senja/malam

Post a Comment

0 Comments