About Me


Rindu Pulang Kampung




Oleh: Sudono Syueb

Harianindonesiapost.com 
Sepi
Sendiri
Tak ada yang menemani
Walaupun hanya sekedar ngopi
Hanya Dia sendiri
 Yang setia menemani
Kala ramai atau pun sepi
Malam ini
Kami sedang berbisik bisik
di balik tabir dengan-Nya
Aku dengar Dia berbisik lembut sekali
"Yaa ayyatuhan nafsul muthma'innah, irji'ii ilaa rabbiki raadhiyatam
mardiyah"
Aku membalas bisikan-Nya
"Siaap ya Rabbi! Kapan aku dijemput Izrail?"

 "Apakah kamu sudah siap bekalnya?", Dia bertanya lembut. 
"Belum ya Rab..
Karena sekarang aku tidak punya apa apa
Tidak punya ongkos untuk pulang kampung
Izinkan aku cari bekal dulu
Senyampang lzrail belum datang", jawabku memohon
Dia lalu menjawab, "Fatazawwaduu fainna khairaz zaadittaqwa"
Takwaku serasa belum cukup
Sebagai bekal
Aku juga belum mendawamkan istighfar
Belum hobi berinfak
Belum bisa menahan marah
Susah memberi maaf
Iman pun kadang naik kadang turun
Shalat juga belum bisa khusu'
Dengan tamu kurang bisa hormat
Dengan tetangga masih suka iri 
Apa lagi ini musim corona
Dilarang mudik
Biarlah aku lockdown di dunia dulu...
"Boleh, tapi kalau lzrail datang untuk menjemput, kamu harus ikut. Apa kamu tidak rindu kampung aslinya nenek moyangmu, mbah Adam dan Hawa?", jawab-Nya lembut.
"Rindu, rindu sekali, rindu sungkem pada mbah Adam dan mbah Hawa. Rindu juga pada-Nya. Rinduuuuuu," teriakku...

"Rindu? Rindu sama saiapa mas? Kamu slingkuh ya sampai kebawa mimpi? Hayo ngaku?", triak istriku sambil goyang goyang kepalaku....

Post a Comment

0 Comments