About Me


MUDIK DAN ZIARAH KUBUR

Mudik

Ziarah Kubur

Oleh: Murtadlo
(Alumni Ponpes YTP, Kertosono)

Editor: Sudono Syueb

Harianindonesiapost.com Masyarakat kita baik yang tinggal di dalam negeri atau di luar negeri pada umumnya memiliki kebiasaan MUDIK pada waktu-waktu tertentu, misalnya pada hari libur nasional atau hari libur keagamaan.
Orang jawa pada khususnya yang tinggal di perantauan dalam negeri atau luar negeri jika mau pulang dulu ke kampung halaman menyebutnya dengan istilah MUDIK (mulih dhisik neng kampung), namun istilah mudik pada jaman sekarang ini tidak hanya digunakan oleh orang jawa saja, akan tetapi sudah membudaya di kalangan masyarakat yang ada di Indonesia. 
Orang-orang yang kerja di perantauan baik di dalam negeri atau luar negeri berusaha sekuat tenaga untuk MUDIK pada hari-hari tertentu tidak lain untuk melepas rindu akan keluarga, bersilaturrahim kepada sanak saudara, para sahabat lama, serta memanfaatkan waktunya untuk berziarah kubur ke orang tua yang telah tiada atau ke kubur para leluhur.
Orang berziarah kubur  mempunyai berbagai maksud dan tujuan, ada yang betul-betul ingin mendoakan mereka agar diampuni atas kesalahannya serta mengambil pelajaran dari orang yang sudah meninggal, dan ada pula yang bertujuan selain dari itu yang tidak dibenarkan oleh syariat islam, dan ada pula yang menentukan waktunya.
Ziarah kubur pada dasarnya hukumnya sunnah, baik bagi laki-laki atau perempuan.
Dasar hukumnya:
ََانَّ عَائِشَةَ قَالَتْ: كَيْفَ اَقُوْلُ يَارَسُوْلَ اللهِ اِذَا زُرْتُ الْقُبُوْرَ؟ قَالَ: قُوْلِيْ: اَلسّلَامُ عَلَي اَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنْيْنَ (ح.ص.ر. مسلم)
Artinya: Bahwasanya 'Aisyah telah berkata: saya pernah bertanya kepada Nabi: Bagaimanakah saya mesti kata, apabila saya ziarah kubur? 
Jawab Nabi: "katakanlah:
اَلسَّلَامُ عَلَى اَهْلِ الدِّيَارِ مٍنَ الْمُؤْمِنِيْنَ
Mudah-mudahan bercucur kesejahteraan atas ahli kubur yang mukmin. (H.S.R. Muslim).
اَنَّ النَّبِيَّ ص. مَرَّبِاِمْرَاَةٍتَبْكِيْ عِنْدَقَبْرٍ، فَقَالَ لَهَا: اِتَّقِي اللهَ وَاصْبِرِيْ (ح.ص.ر. البخارى)
Artinya: Nabi pernah bertemu seorang perempuan yang sedang menangis di suatu kubur, maka Nabi berkata kepadanya: "takutlah kepada Alloh, dan bersabarlah". (H.S.R. Bukhori)
قَدْكُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُوْرِ فَقَدْ اُذِنَ لِمُحَمَّدٍ فِيْ زِيَارَةِ قَبْرِاُمِّهِ، فَزُوْرُهَا فَاِنَّهَا تُذَكِّرُالْاخِرَةَ (ح.ص.ر.مسلم)
Artinya: Sesungguhnya aku pernah melarang kamu ziarah ke kubur, maka sesungguhnya sekarang telah diberi izin kepada Muhammad menziarahi kubur ibunya. Oleh sebab itu, ziarahlah ke kubur, karena ziarah kubur itu, mengingatkan kepada akhirat. (H.S.R. Muslim)
Dalam berziarah ke kubur tidak terdapat dalil yang menjelaskan tentang waktu-waktu tertentu kapan harus berziarah ke kubur, jadi waktunya boleh kapan saja.
Do'a ziarah kubur yang diajarkan oleh Rasulullah saw. Sebagai berikut:
وَعَنْ سُلُيْمَانَ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيْهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَلِّمُهُمْ اِذَا خَرَجُوْا اِلَى الْمَقَابِرِ اَنْ يَقُوْلُ: "اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ اَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وََاِنَّا اِنْ شَاءَاللهُ تَعَالَى بِكُمْ لَاحِقُوْنَ نَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ" رواه مسلم
Artinya: Dari Sulaiman bin Buraidah, dari ayahnya, ia berkata: "Rosululloh saw. pernah mengajarkan do'a berikut bila mereka hendak ziarah kubur: "Semoga keselamatan terlimpah kepada kalian, wahai para penghuni kuburan dari kalangan kaum mukminin dan muslimin. Dan sesungguhnya, insya Alloh, kami akan menyusul kalian. Kami mohon keselamatan kepada Alloh untuk diri kami dan diri kalian." (HR. Muslim).
Namun jika tidak hafal dengan bahasa arabnya bisa dengan terjamahannya saja.
Berziarah ke kubur bukan untuk meminta restu atas hajat tertentu, atau menjadikan wasilah sebagai jalan untuk memohon kesejahteraan melainkan untuk mendo'akan ahli kubur dari kalangan mukminin dan kalangan muslimin supaya Alloh memberi rohmat dan ampunan atas dosa dan kesalahan mereka serta mengingatkan kepada kita akan adanya hari akhirat, dengan demikian kita bisa menjahui kejahatan dan mengerjakan semua perintah agama Islam.
Ada beberapa hal yang dilarang dikerjakan pada saat ziarah kubur, antara lain:
1. Meratapi orang yang telah meninggal dunia, namun jika hanya menitikkan air mata tidaklah mengapa. Sebagaimana terdapat dalam hadits ke dua diatas.
2. Duduk di atas kuburan. Dasar hukum:
وَلِمُسْلِمٍ عَنْهُ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: نَهَى رَسُوْلُ اللهِ صَلَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَنْ يُحَصَّصَ الْقَبْرُ وَاَنْ يُقْعَدَ عَلَيْهِ وَاَنْ يُبْنَ عَلَيْهِ. رواه البخار و مسلم
Artinya: Menurut riwayat Muslim melalui Jabir ra., ia berkata: "Rosululloh saw. telah melarang menembok kuburan, duduk di atas kuburan, dan membuat bangunan di atasnya.
3. Mencaci dan mencela keburukan atas orang yang telah meninggal dunia. Dasar hukum:
وَعَنْ عَائِسَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " لَا تَسُبُوْا الاَمْوَاتَ فَاِنَّهُمْ قَدْ اَفْضَوْ اِلَى مَا قَدَّمُوْا" رواه البخارى
Artinya: Dari Aisyah ra., ia berkata: "Rasulullah saw. pernah bersabda: "janganlah kalian mencaci orang-orang yang telah mati, karena sesungguhnya mereka telah menjumpai apa-apa yang telah mereka amalkan." (HR. Bukhori)
Wallohu 'a'lam bis showab.

Enrekang, 07 Mei 2020

Post a Comment

0 Comments