About Me


Mereka itu Dulu Bukan Siapa-Siapa


Oleh: Sudono Syueb


Harianindonesiapost.com Mereka bisa mendapatkan jabatan politik di eksekutif maupun legislatif baik pusat maupun daerah dan bergaji besar itu kan karena mereka masuk PAN yang didirikan oleh ayahanda Prof. Dr. HM. Amien Rais, MA.
Dulu mereka nothing, bukan apa apa dan bukan siapa siapa, setelah masuk PAN mereka dapat kehormatan, jabatan dan kemawahan. Itu semua karena PAN yang didirikan Ayahanda Amien Rais memberi kesempatan untuk memperoleh itu semua.
Adapun kini, hanya karena beda pendapat dan pilihan, mereka mengatakan kalau ayahanda Amien Rais dan sebagian keluarga dan pendukungnya dibully sebagai Sengkuni, jelas mereka itu tidak beradab dan tidak bermoral,  lupa sejarah dan tidak punya rasa terimakasih sedikitpun pada orang yang telah menolongnya dari lumpur kehinaan.

 Kadar PAN kubu Zulhas yang membully Ayanda Amien Rais dan keluarganya serta para pendukungnya sebagai Sengkuni itu adalah Rizki Aljupri, Ketus FPAN Kota Tegal dan Wakil Bendum PP PAN

Dilansir dari detiknrws.com,
Rizki yang juga merupakan Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Tegal menilai, saat ini PAN justru bersyukur dengan keluarnya beberapa orang tersebut. Menurutnya, hal ini membuat PAN terbebas dari orang dengan karakter sengkuni.

"Kami justru bersyukur, karena saat ini PAN dapat lepas dari orang-orang yang memiliki karakter sengkuni," kata Rizki.

 Adalah Nazaruddin, ketua DPW PAN DIY,  berbalik menuding orang-orang seperti Rizki lah yang merupakan sosok sengkuni di tubuh PAN.

"Orang-orang seperti Rizki Aljupri yang kemarin sore baru masuk partai, mental penjilat itulah sengkuni partai yang telah merusak PAN. Tidak punya rasa hormat terhadap pendiri partai," tudingnya.(detiknews.com, 11/5/2020)

Dia juga mengkritik cara Rizki yang langsung menyerang pribadi saat berbeda pendapat. Nazaruddin kesal karena menurutnya kritik itu bukan diselesaikan dengan debat yang bermutu.

"Model atau gaya yang seperti dilakukan Rizki Aljupri itu baru muncul belakangan ini di PAN, kalau berbeda pemikiran, tidak berdebat tentang konten, tapi menyerang pribadi," lanjutnya.(detiknews.com, 11/5/2020)

Post a Comment

0 Comments