About Me


MENUNGGU DUA SERUAN


Oleh: Masykur Sarmian

Harianindonesiapost.com
Tiba- tiba,
Aku terbangun...
Di pertengahan malam...
Hanya jam dinding...
Yang berdetak kencang...
Menyapaku...
Dengan suara khasnya
Teng...teng...teng...
Hingga dua belas kali...
Bergerak-bergerak..,
bergoyang bandulnya, 
dalam irama yang harmoni...
ke kanan kekiri...
Sementara udara di luar sangat dingin.., 
Saat angin sepoi-sepoi
Menerobos lubang, angin-angin Terasa menusuk-nusuk tulang...

Tanpa aku sadari...
Air mata ini meleleh...
Membasahi pipi...
Rindu Illahi tiada bertepi...
Di keheningan malam...
Yang sangat pekat itu...
Jiwa pun bergetar...
melamun, mengusik hati...
Terbang tak karuan...
Tersimpan teka teki...
Tapi penuh arti...
Ternyata, hidup ini hanya...
Menunggu dua seruan...
Satu seruan Adzan
Gema kebesaran
Untuk konsolidasi Iman
Pembuktian ketaatan
Penggugah kesadaran
Pendobrak keangkuhan

Satunya lagi, Lonceng Maut
Puncak ketakutan...
Pemisah kelezatan...
Pemutus syahwat...
Awal penyesalan...
Oase mata air kesedihan...
Tersirat kecemasan...
Dan rasa pilu mendera...
Akan pengapnya...
 Hidup dalam ruang...
Dua kali satu...
Dan dahsyatnya...
Bayang-bayang siksa api neraka, yang membakar...
Nantinya...
Pedih...
Sakit, di atas sakit...
Dan derita...
Yang tiada terkira.(Sudono Syueb/ed).

Samarinda,17 Ramadhan 1441H

Post a Comment

0 Comments