About Me


Menghadapi Pandemi Covid-19 Diperlukan Ikhtiar, Sabar dan Doa (Rangkuman Khutbah di Masjid Baitul Mahmud)


Oleh: Ust. Drs. Ec. Budianta

(Ketua Yayasan Masjid Baitul Mahmud, Griya Bhayangkara, Sukodono, Sidoarjo)

Penulis: Sudono Syueb

Harianindonesiapost.com 
Ahad, 24-Mei-2020

Allahu Akbar...
Allahu Akbar...
Allahu Akbar...
Walillahilhamd

Kaum muslimin jama'ah sidang shalat ldul Fitri masjid Baitul Mahmud  yang dimulyakan Allah SWT. 
Puji Syukur mari kita panjatkan kepada Allah SWT. Karena pada hari ini Allah telah memberi kekuatan iman, islam, jasmani dan ruhani serta kekuatan tekat untuk melalukan di antara sunnah sunnah Rasulullah yaitu shalat ldul Fitri di hari yang amat baik ini. 
Pada hari ini di seluruh dunia dimulai penanggalan matahari yaitu dimulai di tengah Pasifik sampai hari ini, detik ini, di tempat kita ini, sampai nanti berakhir juga di sana (Pasifik) 24 jam, sedang dikumandangkan takbir, tahlil dan tahmid oleh umat lslam seluruh dinia. Ini yang membanggakan kita, bahwa Allah Ta'ala telah memberikan risalah yang luar biasa kepada umat manusia untuk selalu ingat pada Allah Ta'ala, ingat pada-Nya.
Untuk itu, jamaah sekalian, wajib bagi kita untuk bersyukur pada Allah Ta'ala yang telah memberi jalan untuk selalu ingat padaNya, semoga Allah selalu memberikan kebaikan kebaikan pada kita.
Jama'ah sekalian yang dimulyakan Allah,  hal yang berbeda yang kita rasakan, pada tahun ini, dalam melaksanakan ibadah puasa di bulan ramadhan ini dan melaksanakan ibadah ibadah sunnah lainnya seperti shalat terawih, baca al Qur'an, kemudian saat ini kita melaksanakan ibadah shalat ldul Fitri yang kita laksanakan ini ,  adalah berbeda dengan tahun tahun kemarin. Kita lakukan ini semua sebagai wujud  kepedulian, solidaritas dan kepatuhan diri kita pada ulil amri, pada pemerintah. Dan keadaan di lndonesia ini merupakan pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua yaitu dengan adanya pandemi covid 19. Dan alhamdu lillah dalam keadaan demikian pun kita masih mampu, dengan kekuatan dan keyakinan,  melangkahkan kaki kita ke masjid Baitul Mahmud untuk shalat ldul Fitri. Dan baru kali ini kita mengadakan shalat ld di masjid ini. Sebelumnya kita selalu mengadakan di lapangan, semoga shalat ld berikutnya bisa di lapangan lagi.
Untuk itu, mari kita luruskan niat kita dan semangat kita serta kekhusuan kita dalam melaksanakan shalat ldul Fitri  di  pagi ini. Semoga dengan niatan kita ini, Allah SWT menerima ibadah kita.


Jamaah sekalian Rahimakumullah...
Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar...

Sekali lagi, memang hari raya tahun ini suasananya berbeda dengan tahun lalu. Pada tahun ini banyak saudara kita, termasuk saya dan keluarga saya tidak bisa berkumpul dengan keluarga besar di kampung halaman.
Semua itu in syaa Allah tidak akan mengurangi kebahagiaan kita.

Sadaraku jamaah masjid Baitul Mahmud sekalian.
Wabah yang kita alami ini, bukan hanya terjadi sekarang ini saja, tapi juga pernah terjadi pada umat umat sebelumnya, hanya namanya yang berbeda. Kita ingat pelajaran di sekolah dulu tentang khalifah Umar bin Khatab yang mau masuk kota mesir (versi lain masuk Syam, pen) tidak melalui jalan biasanya. Oleh sahabat ditanya, "mengapa Umar tidak masuk melalui jalan ini, bukankah semua itu sudah ditakdirkan oleh Allah Ta'ala?"
Kata Umar, "saya tidak menentang takdir Allah, tapi saya mencari takdir Allah yang lain"

Seperti inilah  upaya upaya dan ikhtjar yang harus kita lakukan dalam menghadapi wabah pendemi ini.
Saudara saudara sekalian, marilah kita meyakini bahwa wabah ini akan segera hilang jika Allah telah menghendaki.
Rasulullah pernah bersabda yang artinya, "Sesungguhnya sakit atau penyakit itu adalah adzab yang dengannya diadzab umat umat sebelum kamu, kemudian penyakit itu tertinggal di bumi setelahnya. Maka penyakit itu kadang kadang datang dan pergi. Apabila kalian mendengar tentang wabah penyakit itu di sebuah wilayah, maka janganlah kalian masuk ke dalamnya, dan bila kalian berada di dalamnya, maka janganlah kalian keluar darinya sebagai bentuk lari darinya" (HR. Bukhari dan Muslim)


Saudara saudara sekalian, mari kita meyakini bahwa kita mampu menghdapi wabah ini, karena tidak mungkin Allah akan membebani kita diluar kemampuan kita, sebagaimana Allah Ta'ala telah berfirman dalam surat al Baqarah ayat 286 sebagai berikut:

 لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا ۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَاۤ اِنْ نَّسِيْنَاۤ اَوْ اَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَاۤ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَا قَةَ لَنَا بِهٖ ۚ وَا عْفُ عَنَّا ۗ وَا غْفِرْ لَنَا ۗ وَا رْحَمْنَا ۗ اَنْتَ مَوْلٰٮنَا فَا نْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 286)

Lantas bagaimana caran mensikapinya? 
Di awal tadi sudah saya bacakan ayatnya sebagai panduan dari Allah Ta'ala dalam menghadapi musibah, wabah dll yaitu dengan 
Sabar dan shalat, Allah berfirman: 

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱسۡتَعِينُواْ بِٱلصَّبۡرِ وَٱلصَّلَوٰةِ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّـٰبِرِينَ

yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman ! Mohonlah pertolongan dengan sabar dan Salat; sesungguhnya, Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Q.S. 2 / Al Baqarah : 154).
Yakni, dengan cara bersabar dan Salat, pada akhirnya orang Mukmin dapat memperoleh falah, kemenangan dan berbagai karunia Allah Swt.
Inilah tarbiyat yang juga dilakukan oleh para Nabiyullah terdahulu kepada kaumnya; dan tarbiyat ini pulalah yang Nabi Muhammad Rasulullah Saw ajarkan kepada kita.
Ada berbagai ayat Al Quran lainnya yang juga membahas topik tentang masalah ini, sehingga kita pun dapat lebih memahami hakekat bersabar.
Sabar artinya tetap beristiqamah dalam menghadapi berbagai macam ujian dan cobaan, yakni
tanpa sedikitpun berkeluh-kesah.
Hal ini sebagaimana telah banyak kita saksikan dalam sejarah berbagai agama, bahwa semua Nabi dan kaumnya senantiasa harus menghadapi berbagai macam kesulitan. Dan juga selalu istiqaamah shalat. Shalat juga bisa diartikan berdoa, kita selalu berdoa, beristgfar, takbir, tahlil dan tahmid, memohon pada Allah Ta'ala agar wabah pandemi covid 19 ini dihilangkan Allah dari bumi lndonesia.

 Allahu akbar... Allahu akbar... Walillahil hamd

Mari kita wujudkan kebaikan kebaikan dalam diri kita setelah  puasa  selama ramadhan kemarin sebagai implementasi orang bertaqwa kepada Allah dengan segera minta ampun kepada Allah. 
Allah SWT berfirman:

وَسَا رِعُوْۤا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَا لْاَ رْضُ ۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَ ۙ 
"Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,"
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 133)

Orang yang bertakwa menurut
Allah SWT dalam ayat berikutnya adalah; gemar berinfak, menahan amarah, suka memaafkan. Allah berfirman

الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّآءِ وَا لضَّرَّآءِ وَا لْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَا لْعَا فِيْنَ عَنِ النَّا سِ ۗ وَا للّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ ۚ 
"(yaitu) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 134)

Infak, menahan amarah dan suka memaafkan orang itu merupakan obat stres. Jika kita tidak stres maka kita tidak panik dalam menghadapi wabah pandemi covid 19 ini, sehingga immun kita tetap terjaga.

Jamaah shalat Idul Fitri yang dimulyakan Allah

Allah telah menjadikan kita sebagai ummat yang baik dalam kondisi apa pun. Maka itu mari kita selalu bersyukur kepada Allah karena kita telah dijadikan umat yang baik oleh Allah.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam  berdabda:

عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ ، وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

Artinya : “Seluruh urusan orang beriman itu begitu menakjubkan, karena pasti berujung pada kebaikan. Dan hal itu hanya terjadi pada diri orang beriman.Jika mengalami hal yang menyenangkan, dia bersyukur dan itu merupakan kebaikan. Dan jika mengalami hal yang menyedihkan, dia bersabar dan hal itu pun merupakan kebaikan.” (HR Muslim).


Allahu akbar... Allahu akbar walillahilham...
Jamaah sekalian rahimakumullah..
Kalau kita bisa menjadi orang yang sabar, selalu shalat (berdoa), selalu beristighfar dan mewujudkan ketaqwaan kepada Allah dengan gemar infak, menahan amarah, dan suka memaafkan dan selalu berusaha jadi orang baik, in syaa Allah wabah pandemi corona ini akan diangkat dan dihilangkan oleh Allah dari bumi lndonesia ini. Aamiin ya Rabbal 'alamin

Post a Comment

0 Comments