About Me


Mengenang Didi Kempot Lewat Tembang Dakwah "Mampir Ngombe"


Oleh: Sudono Syueb

(Dosen Fikom Unitomo, Surabaya)

Harianindonesiapost.com Penggemar Didi Kempot, yang tergabung dalam Sahabat Ambyar, memberikan julukan pada sang Legenda Campursari itu dengan God Father Broken Heart ( Bapak Patah Hati) karena tembang tembang Campursai yang di lantunkannya selalu berkisah tentang Elegi Cinta yang menyayat hati bagai tergores sembilu. Sebutlah seperti tembang Stasiun Balapan, Banyu Langit, Sewu Kutho dll.
Karena tembang tembang itu yang sering tayang di banyak stasiun tv dan konser konsernya.
Sementara tembang tembang Campursari Religinya yang bergenre Kasidah atau Shalawatan jarang atau bisa dikatakan tidak pernah ditampilkan di stasiun stasiun tv. Padahal Didi Kemopot yang meninggal psda tanggal 5-5-2020 di Solo itu, punya banyak tembang Campursari Religi bergenre Kasidah atau Shalawatan yang sudah diproduksi lama dan telah tayang di youtube dalam bentuk mp. Salah satunya adalah tembang MAMPIR NGOMBE yang bernada dakwah.

Tembang Mampir Ngombe itu di awali dengan Lirik 1:

Ning ndunyo sepiro lawase
Bebasan mung mampir ngombe
(Hidup di dunia berapa sih lamanya//lbaratnya hanya nampir minum)

Yen bondo dunyo sing kok karepke
Ning akherat ora ono gunane
(Kalau harta dunia yang kamu imginkan//di akhirat tidak ada gunanya)

bait 2:
Ngibadah ojo ditinggalke
Becike ayo dijalake
Ditompo ing ngarso gustine
Kanggo sangu mbesuk tembe mburine
(Ibadah jangan ditinggalkan//Sebaiknya ibadah ayo dijalankan//Buat sangu besok di hari akhir)

bait 3:
Wektu kito kuwi ono watese
Jo sembrono yen migunaake
Ra sepiro cilakane ing ndunyo
Luwih loro mbesuk yen mlebu nroko
(Waktu hidup kita ada batasnya//Jangan seenaknya melakoni hidup ini//Tidak seberapa celaka di dunia//Lebih menderita kalau masuk neraka)

bait 4:
Mulo kuwi kabeh dulur jo lali
Leksanaake perintahi agami
Podo sholat wanci wengi terus ngaji
Leksanaake zakat ing dinten fitri
(Karena itu semua dulur dulur jangan lupa//Melaksanakan perintah Agama (lslam)//Ayo shalat malam terus mgaji//Melaksanakan zakat saat zidul Fitri)

reff:
[Koor]
Alloh humma solli wasalim
-Alaa syayyidina wamaulana muhammadin
Alloh humma solli wasalim
-Alaa syayyidina wamaulana muhammadin
[kembali ke bait 2-3] ngibadah-.
reff:
[kembali ke bait 1- 

Dalam lirik tersebut Didi Kempot ingatkan pada kita tentang sabda Rasulullah berikut ini:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ أَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَنْكِبِي فَقَالَ كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ [وَعُدَّ نَفْسَكَ مِنْ أَهْلِ الْقُبُوْرِ] وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ يَقُولُ إِذَا أَمْسَيْتَ فَلَا تَنْتَظِرْ الصَّبَاحَ وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلَا تَنْتَظِرْ الْمَسَاءَ وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ

Dari Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma, ia berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam memegang kedua pundakku, lalu bersabda, ‘Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan sebagai orang asing atau seorang musafir’ [dan persiapkan dirimu termasuk orang yang akan menjadi penghuni kubur (pasti akan mati)].”

Dan Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma pernah mengatakan, “Jika engkau berada di sore hari, janganlah menunggu pagi hari. Dan jika engkau berada di pagi hari, janganlah menunggu sore hari. Pergunakanlah waktu sehatmu sebelum sakitmu dan hidupmu sebelum matimu.”

 Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

مَا لِيْ وَلِلدُّنْيَا؟ مَا أَنَا وَالدُّنْيَا؟! إِنَّمَا مَثَلِيْ وَمَثَلُ الدُّنْيَا كَمَثَلِ رَاكِبٍ ظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا

Apalah artinya dunia ini bagiku?! Apa urusanku dengan dunia?! Sesungguhnya perumpamaanku dan perumpamaan dunia ini ialah seperti pengendara yang berteduh di bawah pohon, ia istirahat (sesaat) kemudian meninggalkannya

 Dan firman Allah Ta'ala:

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

“Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS. Al-Hadid[57]: 20)

 Dunia ini akan menjadi alam terindah jika kita berhasil melewati kehidupan di dunia dengan benar sesuai aturan Allah. karena itu Allah mengingatkan untuk lebih mengutamakan urusan akhirat, karena sejatinya kehidupan di dunia hanyalah panggung sandiwara dan penuh permainan. Dalam Q.S. Al An’am ayat 32 disebutkan:

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَلَلدَّارُالْآَخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya"

Post a Comment

0 Comments