About Me


Masjid Baitul Mahmud: Perburuan Malam Seribu Bulan Di Masjid Agak Sepi


Oleh: Sudono Syueb

Harianindonesiapost.com Biasanya malam malam lailatul qadar mulai malam 21 hampir semua masjid di tanah air selalu penuh dengan para pemburu Laitul Qadar yang bernilai  seribu bulan sampai pada malam ke 29 atau 30.
Tapi saat terjadi kebijakan PSBB karena adanya pandemi covid 19 ini, maka pergerakan sosial masyarakat menjadi sangat terbatas. Begitu pun para "manusia malam/the man of night" yang memburu lailatul qadar di masjid sangat berkurang.
Di masjid Baitul Mahmud Griya Bhayangkara, Masangan Kulon, Sukodono, Sidoarjo,  misalnya, biasanya malam malam lailatul qadar banyak yang i'tikaf sejak malam 21, mulai jam 11.00 sudah ada yang datang untuk i'tikaf dan terus mengalir deras sampai pada puncaknya jam 01.30 masjid penuh mu'takifin hingga subuh.


Tapi sekarang ini, Rabu 20/5 2020, sebagai malam ganjil yang ke 27, pada jam 12.30 terpantau masih sepi. Baru pada jam 01.00 mulai ada yang datang satu orang. 15 menit kemudian ada lagi satu orang. Sampai pada 02.23 terpantau baru ada 13 orang dengan pergerakan yang sangat lambat. 
Adanya PSBB ini betul betul berpengaruh terhadap perburuan lailatul qadar di masjid. Mereka mengalihkan perburuan lailatul qadar di rumah masing masing. Semoga Allah ridha apa yang kita lakukan dan mengijabah doa doa kita. Aamiin...

Post a Comment

0 Comments