About Me


Masjid Baitul Mahmud: Berbisnis Dengan Allah Dalam Bulan Ramadhan


Oleh: Sudono Syueb

Harianindonesiapost.com Sering kali kita kongsi bisnis dengan saudara kandung, keluarga dekat, teman kamtor tetangga dan lrmbaga lembga bisnis tapi sering gagal, bahkan kadang dikhianati, dibohongi dan ditipu. 
Sementara itu kita jarang merespon ajakan bisnis dari Allah Ta'ala. Padahal Allah tidak pernah ingkar janji (QS Ali Imran ayat 9)

ان الله لا يخلف الميعاد

"Sesunggihnya Allah tidak akan mengingkari janji"

Tawaran bisnis Allah itu bisa kita lihat dalam firman-Nya:

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا هَلْ اَدُلُّكُمْ عَلٰى تِجَا رَةٍ تُنْجِيْكُمْ مِّنْ عَذَا بٍ اَلِيْمٍ

'Wahai orang-orang yang beriman! Maukah kamu Aku tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih?"
(QS. As-Saff 61: Ayat 10)

Allah menawarkan dua bisnis: 
1. Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya
2. Jihad

Allah berfirman:

 تُؤْمِنُوْنَ بِا للّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَتُجَاهِدُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ بِاَ مْوَا لِكُمْ وَاَ نْفُسِكُمْ ۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّـكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
 ۙ 
"(Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui,"
(QS. As-Saff 61: Ayat 11)

Dalam bulan ramadhan ini banyak peluang untuk berjihad di jalan Allah tanpa harus membawa senjata, hanya cukup berjihad dengan meningkatkan semangat dan kesungguhan.

Tidak dipungkiri bahwa banyak ibadah yang bisa dilakukan seorang muslim di Bulan Ramadhan. Namun, ada dua ibadah yang perlu mendapat perhatian khusus dibandingkan ibadah-ibadah yang lainnya, yaitu melaksanakan ibadah puasa di siang harinya dan melaksanakan shalat tarawih di malam harinya. Hendaknya kita bersungguh-sungguh menjaga dua ibadah ini, mengenal keutamaanya, memperhatikan adab dan sunnahnya, serta menjaga dari perusak pahalanya.

Ada dua Jihad di Bulan Ramadhan.

Dilansir dari muslim.or.id, Menurut
Al Hafidz Ibnu Rajab rahimahullah, ada dua jihad dalam bulan Ramadhan, seperti katanya,

اعلَمْ أنَّ المؤمنَ يجتَمعُ له في شَهر رمضَان جهادَان لنَفْسِه :

– جهادٌ بالنَّهار على الصِّيام ،

– وجهادٌ باللَّيل على القِيام ،

– فمَن جمعَ بينَ هذَيْن الجهادَيْن ، ووَفَّى بحُقُوقهما ، وصَبَر عليهما ، وفَّى أجرَه بغَير حسَابٍ

“Ketahuilah, sesungguhnya bagi orang yang beriman terdapat dua jihad melawan dirinya sendiri selama Bulan Ramadhan:

1. Jihad di siang hari dengan berpuasa

2.  Jihad di malam hari dengan menegakkan shalat malam

Barangsiapa yang bisa mengumpulkan kedua jihad tersebut, melaksanakannya dengan benar, senantiasa bersabar dalam menunaikannya, maka layak baginya mendapat balasan yang tidak terbatas” (Lathaaiful Ma’aarif).

Yang dimaksud jihad di sini adalah bersungguh-sungguh dalam mewujudkan perkara yang Allah cintai. Inilah makna luas jihad secara umum, sehingga termasuk dalam makna ini seluruh perbuatan amal shalih (lihat Anwaarul Bayaan fii Duruusi Ramadhan).

Bersungguh-sungguh Melaksanakan Puasa
Puasa adalah amalan utama di siang hari Bulan Ramadhan. Amalan ini merupakan salah satu kewajiban yang pokok dalam Islam. Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan bagi kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan pada orang-orang sebelum kalian agar kalian menjadi orang-orang yang bertakwa” (Al-Baqarah: 183).

Nabi menjelaskan keutamaan puasa, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu akan diampuni”(H.R. Bukhari dan Muslim).

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

مَنْ صَامَ يَوْمًا فِى سَبِيلِ اللَّهِ بَعَّدَ اللَّهُ وَجْهَهُ عَنِ النَّارِ سَبْعِينَ خَرِيفًا

“Barangsiapa melakukan puasa satu hari di jalan Allah (dalam melakukan ketaatan pada Allah), maka Allah akan menjauhkannya dari neraka sejauh perjalanan tujuh puluh tahun” (H.R. Bukhari).

Namun perlu diingat, puasa bukan hanya menahan makan dan minum semata, namun juga menjaga dari berbagai macam perbuatan dosa.

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan justru mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan” (H.R. Bukhari).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الجُوْعُ وَالعَطَشُ

“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan haus” (H.R. Ath-Thabrani, shahih).

Post a Comment

0 Comments