About Me


MAGFIRAH DAN KETULUSAN


Oleh: Kasdikin

Editor: Sudono Syueb

Harianindonesiapost.com Maghfirah ini berasal dari kata  Ghafara, Yaghfiru, Maghfiratan. kata  Ghafara ini secara harfiah mempunya beberapa arti, yang pertama adalah  menutup dan yang  kedua berarti  mengobati luka,  memperbaiki atau menyembuhkan penyakit. 
Sesungguhnya telah  banyak yang Allah tutupi   sebagai Ghaffar. Allah telah  menutupi isi perut kita,  sehingga tidak terlihat apa yang telah kita masukkan dalam perut kita. Allah juga telah menutupi isi hati kita, yang berupa niat jahat kita kepada orang lain, niat jahat kita kepada teman kerja, niat jahat kita kepada rekan bisnis kita. Allah juga metupi hati kita berupa kedengkian,  iri hati, sehingga orang yang tertuju kepada kita yang dekat dengan kita,  tidak bisa melihat dan tidak  mengetahui sifat  buruk kita ini. Maka patutlah kita bersyukur karena  Allah menutupinya.
Yang populier dari kata istigfar ini adalah Allah menutupi dosa dosa kita. Maka lakukanlah intropeksi diri, lalu mohon agar yang buruk-buruk itu ditutupi oleh Allah, lakukanlah intropeksi diri,  carilah apa kekurangan-kekurangan kita,  apa  penyakit-penyakit  ruhani yang anda derita,  lalu mohonlah agar itu diobati, itulah diantara yang disenangi oleh Allah dari diri seorang muslim yang sedang berpuasa.
Istigfar adalah sesuatu yang mutlak yang harus kita lakukan sebagai manusia biasa. Rasulullah SAW adalah suri tauladan bagi kita dan seluruh umat manusia, yang senantiasa mengajarkan manusia pada kebaikan dan nilai-nilai kebaikan,  dan juga seorang hamba yang sudah diampuni setiap dosa selama masa hidupnya, akan tetapi beliau masih senantiasa memohon ampunan kepada Allah, bahkan Rasulullah setiap harinya beristighfar (memohon ampunan) kepada Allah sebanyak 70 sampai 100 kali dalam sehari sebagaimana dijelaskan dalam dua hadis shahih yang diriwayatkan oleh Bhuhari dan Muslim
وَاللَّهِ إِنِّى لأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِى الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً
Dari Abu Hurairah RA berkata, ia mendengar Rasulullah SAWbersabda : “Demi Allah. Sungguh aku selalu beristighfar dan bertaubat kepada Allah dalam sehari lebih dari 70 kali.” (HR  Bukhari).
يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللَّهِ فَإِنِّى أَتُوبُ فِى الْيَوْمِ إِلَيْهِ مِائَةَ مَرَّةٍ
Rasulullah SAW bersabda, “Wahai sekalian manusia. Taubatlah (beristigfar) kepada Allah karena aku selalu bertaubat kepada-Nya dalam sehari sebanyak 100 kali.” (HR  Muslim).
Memang dibulan Ramadlan ini Allah membuka lebar-lebar pintu magfirahnya bagi setiap orang beristigfar, untuk memohon  kepada Allah agar supaya keburukan-keburukannya, dosa-dosanya, kekurangan-kekurangannya, penyakit penyakit ruhaninya agar dapat dsiembuhkan oleh Allha itu dengan menempuh puasa dengan baik dan benar.
Istigfar dengan tulus adalah mutlak yang harus kita lakukan,  karena kita manusia tidak luput dari dosa dan kesalahan, Allah berfirman dalam hadits qudsi semua  manusia akan menyesal kecuali yang berpengatuan, semua yang berpengetahuan akan menyesal kecuali mereka yang beramal, semua yang beramal akan menyesal kecuali mereka  yang tulus ibadahnya.
Puasa adalah ketulusan, puasa adalah rahasia antara hamba dengan yang berpuasa, dosa dosa kita kesalahan-kesalahan kita, yang kita mohonkan untuk  ditutupi itu, juga adalah merupakan rahasia antar kita dengan Allah, mohonlah kepada Allah agar ditutupi dosa kita dengan Allah, memohon pula ditutupi juga dosa kita, antara kita dengan  sesama manusia,  dengan demikian  isyaallah  kita akan memasuki hari raya idul fitri 1441 H ini, kita  terbebas dari segala dosa dan noda. Walahu A’lam

Penulis Adalah Alumni Pondok Pesantren YTP Kertosono dan  Kepala KUA kecamatan Rengel Tuban

Post a Comment

0 Comments