About Me


KIRIM SALAM DAN JAWABANNYA


Oleh: M. Murtadlo Hs

(Alumni Ponpes YTP, Kertosono)

Harianindonesiapost.com Dalam kehidupan sehari-hari kita kerap berinteraksi dengan sesama dan kerap mendapat titipan/kiriman salam dari keluarga, sahabat, atau handai tolan untuk disampaikan.
Pada suatu ketika Malaikat Jibril pernah menitip/mengirim salam kepada Nabi Muhammad saw, untuk disampaikan kepada Aisyah r.a.
Dari Aisyah rodhiyallahu ‘anha ia berkata, Rasulullah saw, bersabda:
ﻳﺎ ﻋﺎﺋﺸﺔ، ﻫﺬﺍ ﺟﺒﺮﻳﻞ ﻳﻘﺮﺃ ﻋﻠﻴﻚِ ﺍﻟﺴّﻼﻡ
“Wahai Aisyah ini ada Jibril. Dia menitipkan salam untukmu.”

ﻗﺎﻟﺖ : ﻗﻠﺖ : “ ﻭَﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠَّﻪِ

“Aisyah berkata, “Aku menjawab:
“Wa ‘alaihissalam wa rahmatullah”
(Semoga keselamatan dan rahmat Allah tercurah untuknya). (HR. Bukhori-Muslim)
Pernah juga ada seseorang menyampaikan titipan salam ayahnya kepada Nabi,  maka beliau, menjawab:

ﻭَ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺃَﺑِﻴْﻚَ ﺍﻟﺴَّﻼَﻡَ .

“Wa ‘alaika wa ‘ala abikassalam (Semoga keselamatan tercurah kepadamu dan kepada ayahmu).” (HSR. Abu Dawud)

Imam al-Qurthubi rahimahullah bertutur:

“Ulama bersepakat, bahwa memulai salam hukumnya sunnah yang sangat dianjurkan, sedangkan menjawab salam hukumnya wajib…” [Tafsir Fath al-Qadir, Surat an-Nisa ayat 86]

Ibnu Hajar rahimahullah berkata:

“Dan dianjurkan untuk mendoakan pula orang yang menyampaikan salam.” [Fath al-Bari 1/41]

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

“Dan di antara tuntunan Rasulullah saw, adalah apabila seseorang menyampaikan salam dari orang lain untuk beliau, maka beliau menjawab salam tersebut kepadanya dan kepada orang yang menyampaikannya.” [Zaadul Ma’ad 2/427]

Akan tetapi pada saat mendapat titipan/kiriman salam, masih banyak orang islam yang menjawab dengan kalimat: 
"وَعَلَيْكُمُ السَّلَامُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ"
"Wa alaikum salaam wa-rohmatullohi wa-barokaatuh" 
Jawaban teraebut diatas  tidak sepenuhnya salah,  hanya saja jawaban tersebut tidak mencapai sasaran.
Sebelum menjawab titipan/kiriman salam berikut beberapa penyebutan kata ganti orang dalam bahasa arab yang harus di perhatikan.
1. Kata ganti orang kedua
A. Berkedudukan sebagai subyek dalam kalimat      
    A. اَنْتَ (anta) = kamu (laki-laki)
    B. اَنْتُمَا (antumaa) = kamu berdua (laki-laki)
    C. اَنْتُمْ (antum) = kamu semua (laki-laki)
    D. اَنْتِ (anti) = kamu (perempuan)
    E. اَنْتُمَا (antumaa) = kamu berdua (perempuan)
    F. اَنْتُنَّ (antunna) = kamu semua (perempuan)
B. Berkedudukan sebagai objek dalam kalimat
    A. كَ (ka) = kamu (laki-laki)
    B. كُمَا (kumaa) = kamu berdua (laki-laki)
    C. كُمْ (kum) = kamu semua (laki-laki)
    D. كِ (ki) = kamu (perempuan)
    E. كُمَا (kumaa) = kamu berdua (perempuan)
    F. كُنَّ (kunna) = kamu semua (perempuan)
2. Kata ganti orang ketiga
A. Berkedudukan sebagai subjek dalam kalimat
     A. هُوَ (huwa) = dia (laki-laki)
     B. هُمَا (humaa) = mereka berdua (laki-laki)
     C. هُمْ (hum) = mereka (laki-laki)
     D. هِيَ (hiya) = dia (perempuan)
     E. هُمَا (humaa) = mereka berdua (perempuan)
     F. هُنَّ (hunna) = mereka (perempuan)
B. Berkedudukan sebagai objek dalam kalimat
     A. هُ (hu) = dia (laki-laki)
     B. هَا (haa) = dia (perempuan)
     D. هُمَا (humaa) = mereka berdua ( laki-laki/perempuan)
     C. هُمْ (hum) = mereka (laki-laki)
     D. هُنَّ (hunna) = mereka (perempuan)
Selanjutnya perhatikan beberapa contoh keadaan orang yang menitip salam dan jawabannya:
1. Jika pemberi salam adalah laki-laki dan yang menyampaikan laki-laki seperti contoh berikut:
Ahmad berkata: "wahai Kholid engkau mendapat kiriman salam dari Ali"
Maka jawaban Kholid sebagai berikut:
"عَلَيْكَ وَعَلَيْهِ السَّلَامَ"
"Alaika wa-alaihis-salaam", "Semoga keselamatan tercurah atas kamu (lk) dan atas dia (lk)".
2. Jika pemberi salam adalah laki-laki dan yang menyampaikan salamnya adalah perempuan, seperti contoh berikut:
Halimah berkata : "wahai kholid engkau mendapat kiriman salam dari Ali", maka jawaban kholid sebagai berikut:
"عَلَيْكِ وَعَلَيْهِ السَّلَامَ".
"Alaiki wa-alaihis-salaam".
"Semoga keselamatan tercurah atas kamu (pr) dan atas dia (lk)".
3. Jika pemberi salam adalah perempuan dan yang menyampaikan salamnya adalah laki-laki, seperti contoh berikut:
Ahmad berkata: "Wahai Kholid engkau mendapat kiriman salam dari Halimah", maka jawaban Kholid sebagai berikut:
"عَلَيْكَ وَعَلَيْهَا السَّلَامَ".
"Alaika wa-alaihas-salaam", "Semoga keselamatan tercurah atas kamu (lk) dan atas dia (pr)".
4. Apabila pemberi salam adalah perempuan dan yang menyampaikan salamnya juga perempuan, seperti contoh berikut: 
Khodijah berkata: "Wahai Halimah engkau mendapat kiriman salam dari Aisyah", maka jawaban Halimah sebagai berikut:
"عَلَيْكِ وَعَلَيْهَا السَّلَامَ".
"Alaiki wa-alaihas-salaam", "semoga keselamatan tercurah atas kamu (pr) dan atas dia (pr)".
5. Apabila pemberi salam dua orang laki/atau perempuan dan yang menyampaikan laki-laki, seperti contoh berikut:
Ahmad: "Wahai kholid engkau mendapat kiriman salam dari Ali dan istrinya, maka jawaban kholid sebagai berikut:
"عَلَيْكَ وَعَلَيْهِمَا السَّلَامَ"
"Alaika wa-alaihimaas-salaam", "Semoga keselamatan tercurah atas kamu (lk) dan atas mereka berdua".
5. Apabila pemberi salam adalah orang banyak (jama’) dan yang menyampaikan salamnya adalah perempuan, seperti contoh berikut:
Halimah: "Wahai Ali kamu mendapat kiriman salam Kholid sekeluarga", maka jawaban Kholid sebagai berikut:
"عَلَيْكِ وَعَلَيْهِمُ السَّلَامَ"
"Alaiki wa-alaihimus-salaam", "Semoga keselamatan tercurah atas kamu (pr) dan atas mereka".
Semoga Alloh memberi kemudahkan kepada kita semua untuk mengamalkan budaya kirim salam, sebagai upaya menjalin tali silaturrahim dan sebagai upaya menegakkan sebagian syiar Islam.
Semoga bermanfaat
Wallahu a’lam bis-showab.(Sudono Syueb/ed)

Enrekang, 25 Mei 2020

Post a Comment

0 Comments