About Me


Khutbah di Masjid Baitul Mahmud: Menumbuh Kembangkan Potensi Diri Menuju Keutuhan Umat


Oleh: Ust. Agus Farhani, S.Pd.

Penulis: Sudono Syueb

Jumat 29 Mei 2020


Hadirin Jamaah masjid Baitul Mahmud yg dimulyakan Allah

Alhamdu lillahi robbil 'alamiin.

Harianindonesiapost.com Mari kita bersyukur kepada Allah SWT, karena rasa syukur itu merupakan tolok ukur dari kekuatan iman dan taqwa kita kepada Allah. Semakin tumbuh rasa syukur kita kepada Alla SWT  maka semakin tumbuh pula keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. 
Karena hanya Allah SWT yang menguasai segala kehidupan di alam semesta ini. Hanya Allah SWT yang mengatur segalanya, aturan tata kehidupan mulai dari ukuran besar hingga ukuran kecil. Allah Swt Maha Segalanya, karena itu, jamaah sekalian, mari  kita panjatkan segala harapan, keinginan dan rencana kita semua hanya tertuju pada kehadirat Allah SWT dengan menjalankan apa yang Allah telah perintahkan pada kita, dengan jalankan apa yang Alkah telah wajibkan pada kita, dengan jalan apa yang Allah telah ajarkan pada kita melalui kitabNya dan RasulNya, sehingga kita bisa jadi  hambaNya yang muttaqin, sehingga kita jadi mengerti akan keberadaan kita di alam ini.

Hadirin jamaah yang dimulyakan Allah
Di awal tadi sudah saya sampaikan firman Allah bahwa kita dilahirkan di dunia ini secara fitrah, kita memiliki fithrah. Ada dua macam fithrah: 1. Fithrah sebagai fungsi dan 2. Fithrah sebagai ciptaan.
1. Fitrah sebagai fungsi yaitu bahwa kita berfungsi sebagai Khalifah. Seperti firman Allah dalam surat al Baqarah ayat 30 sebagai berikut;

وَاِ ذْ قَا لَ رَبُّكَ لِلْمَلٰٓئِكَةِ اِنِّيْ جَا عِلٌ فِى الْاَ رْضِ خَلِيْفَةً ۗ قَا لُوْۤا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَآءَ ۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَـكَ ۗ قَا لَ اِنِّيْۤ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ
"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, Aku hendak menjadikan khalifah di bumi. Mereka berkata, Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu? Dia berfirman, Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 30)

 Allah SWT menciptakan kita, sesungguhnya memiliki fungsi sebagai KHALIFAH. Jika fitrah fungsi itu keluar dari kita maka kita keluar dari fungsinya yang Allah ciptakan pada kita, maka itu berarti kita keluar dari kehidupan kita, keluar dari fithrah Allah. 
Dari ayat tersebut bisa kita ambil kesimpulan bahwa kita dilahirkan dan diciptakan di dunia ini jadi seorang KHALIFAH, jadi PEMIMPIN.
Pemimpin tidak harus dengan status jabatannya dan status posisinya. Tetapi siapa pun yang bernana manusia yang diciptakan Allah maka mereka dapat gelar seorang pemimpin. Dan fungsi seorang pemimpin itu bisa memberi rahmat pada alam semesta, rahmatan lil'alamin  Rasulullah diciptakan juga bisa beri rahmat pada alami semesta dan penyempurna kepemimpinan.

Karena itu jamaah rahimakumullah
Hari ini kita ingatkan kembali, mari kita kembangkan fitrah yang kita miliki, kita fungsikan fitrah yang Allah ciptakan pada kita menjadi seorang pemimpin.


2. Allah memciptakan kita sebagai Hamba-Nya.

 Allah SWT berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَا لْاِ نْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku."
(QS. Az-Zariyat 51: Ayat 56)

 Allah SWT menciptakan jin dan manusia tidak ada tujuan lain, tidak ada fitrah lain, yaitu menjadikan Jin dan Manusia hanya sebagai HAMBA. Karena sebagai hamba maka kita wajib mengabdikan dan menghambakan diri pada-Nya. Tidak ada catatan catatan lain kecuali untuk jadi seorang ABDI, dalam ayat tersebut Allah tegaskan 
وما خلقت الجن والانس
Wahai Jin dan Manusia, Allah tidak menjadikan kalian keculai
الا ليعبدون
 Hanya untuk mengabdikan diri kepada Allah, hanya untuk menyembah pada Allah.

 Kalau begitu di mana posisi kita di saat kita  diperintah oleh Allah untuk shakat 5 waktu sehari semalam, untuk shodaqah, untuk berpuasa, untuk tadarrus baca al Qur'an dll. Apakah kita  berada dalam posisi fitrah.

Pengertian fitrah menurut jumhur ulama:
1. Menurur Qardhawi: Fitrah adalah keinginan dan kecendrungan untuk bertauhid dan berbuat baik

2. Menurut Quraisy Shihab: Fitrah adalah kecendrungan mencari keesaan Allah.

3. Menurut Ibnu Taimiyah: Fitrah adalah potensi diri untuk menuju pada Tuhannya.

 Maka tidak ada kesombongan dan keangkuhan dalam fitrah itu.
Kalau para psikolog barat menyatakan bagwa fitrah itu bagaikan kertas putih bersih tiada coretannya. Tetapi lslam tidak menyatakan demikian, lslam menyatakan, fitrah itu membangun Tauhid lebih baik, fitrah itu tidak bagaikan kertas putih, tetapi kertas yang sudah terisi, sudah tertulis dengan nilai nilai kebaikan, ketauhidan dan ketaatan pada Allah SWT. Itulah lslam memandang fitrah. Hal ini telah dibuktikan oleh Nabiyullah Ibrahim as, yang telah mengkader putranya Nabiyullah Ismail as sebagai pemimpin dan pembimbing umat. Hal ini juga telah dilakukan Rasulullah sallallahu 'alaihi wassalam sebelum meninggalkan dunia ini, Rasulullah telah mengkader 2000 sahabatnya untuk menjadi pemimpin pemimpin umat ini. Itulah fitrah. Islam melihat bahwa fitrah itu membangun tauhid umat lebih baik.
Jika ada di antara kita menyatakan bahwa sulit untuk berjamaah, sulit untuk shadaqah, sulit berpuasa karena ada ungkapan bahwa berbuat baik sulit tapi berbuat dosa itu gampang, itu ungkapan itu atau paradigma itu salah, paradigma itu harus dibongkar dan diluruskan.
Kenapa ?  Karena kecendrungan fitrah yang telah diciptakan Allah itu adalah bahwa manusia lebih cendrung atau mudah untuk berbuat baik bukan cendrung berbuat dosa atau salah.
Maka dari itu jamaah sekalian mari kita tumbuhkan kebaikan kebaikan dalam diri kita. Allah berfirman dalam al Qur'an tentang kisah Nabiyullah lbrahim as ketika membangun Ka'bah, meneruskan dan menyempurnakannya.
Allah SWT berfirman:

وَاِ ذْ قَا لَ اِبْرٰهٖمُ رَبِّ اجْعَلْ هٰذَا بَلَدًا اٰمِنًا وَّا رْزُقْ اَهْلَهٗ مِنَ الثَّمَرٰتِ مَنْ اٰمَنَ مِنْهُمْ بِا للّٰهِ وَا لْيَوْمِ الْاٰ خِرِ ۗ قَا لَ وَمَنْ كَفَرَ فَاُ مَتِّعُهٗ قَلِيْلًا ثُمَّ اَضْطَرُّهٗۤ اِلٰى عَذَا بِ النَّا رِ ۗ وَبِئْسَ الْمَصِيْرُ‏
"Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berdoa, Ya Tuhanku, jadikanlah (negeri Mekah) ini negeri yang aman dan berilah rezeki berupa buah-buahan kepada penduduknya, yaitu di antara mereka yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, Dia (Allah) berfirman, Dan kepada orang yang kafir akan Aku beri kesenangan sementara, kemudian akan Aku paksa dia ke dalam azab neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 126)

 Pertanyaan besarnya, kenapa Nabi lbrahim as berdoa setelah membangun ka'bah dan langsung dijawab dan dikabulkan oleh Allah? Ternyata kuncinya ada di ayat 125 surat al Baqarah ini, Allah SWT berfirman:

وَاِ ذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَا بَةً لِّلنَّا سِ وَاَ مْنًا ۗ وَا تَّخِذُوْا مِنْ مَّقَا مِ اِبْرٰهٖمَ مُصَلًّى ۗ وَعَهِدْنَاۤ اِلٰۤى اِبْرٰهٖمَ وَاِ سْمٰعِيْلَ اَنْ طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّآئِفِيْنَ وَا لْعٰكِفِيْنَ وَا لرُّکَّعِ السُّجُوْدِ
"Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah (Ka'bah) tempat berkumpul dan tempat yang aman bagi manusia. Dan jadikanlah maqam Ibrahim itu tempat sholat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ism'ail, Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, orang yang itikaf, orang yang rukuk, dan orang yang sujud!"
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 125)

Jadi kuncinya karena Nabi lbrahim telah menjadikan Ka'bah sebagai tempat berkumpul yang nyaman dan aman. Disamping itu Nabi lbrahim selalu membersihkan dan mensucikan Ka'bah untuk thowaf, iktikaf, ruku' dan sujud.
Subhanallah, ini doa Nabi lbrahim as untuk sebuah negeri, provinsi, daerah, kecamatan dan kampung.

Seperti Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as membangun Ka'bah sebagai tempat berkumpul yang nyaman dan aman serta sebagai tempat ibadah, ruku' dan sujud, maka mari para ayah n bapak, disamping kita makmurkan masjid, jangan lupa kita makmurkan rumah kita supaya seperti masjid untuk shalat sunnah dan qiyamul lail, tadarrus al Qur'an, mendidik anak anak kita untuk belajar Imtaq dan lmtek, serta thoat pada Allah dan patuh serta hormat pada orang tua agar jadi kader kader pemimpin nasa depan.
Setelah itu kita angkat kedua tangan kita untuk berdoa kepada Allah agar keluarga kita, kampung kita, dan negara kita selamat dari pandemi covid 19 ini. Aamiin...

Post a Comment

0 Comments