About Me


Kader Partai Harus Faham Platform, Visi dan Missi Partai


Oleh: Ibrahin Arsyad

(Anggota Instruktur PAN Tinggal di Kalbar)

Hariaindonesiapost.com Orang orang yang bergabung dengan PAN saat pencalegan sebagian ada yang borju. Mereka bisa jadi anggota legislatif mungkin karena main duit. Mentalitas pejuang gak ada. Yang ada mentalitas dagang. Semuanya dihitung untung rugi dengan materi. Persetan dengan idealisme perjuangan, yang penting untung materi dulu. 
Ada juga yang dari miskin, tapi gak mengubah mentalitasnya. Yang ada malah semakin rakus. Ada yg sempat 2 periode DPRRI, masih bicara bosan miskin. Orang ini gak pandai bersyukur.. Banyak yang biasa biasa saja tetapi bersyukur, cukup juga. Disangka harta dibawa mati.
Jika ada kader PAN membully pendiri partai itu berarti mereka tidak memiliki akhlak bersyukur dan merupakan kader yang gagal faham.
Perkaderan PAN gagal, karena rezim PAN tidak sadar pentingnya kader kader yang paham platform, visi, missi,  Ideologi maupun paradigma partai. 
Inilah, PR bagi partai yang baru, agar kader kader nantinya selalu sejalan dengan semangat pendirian. Ghiroh tak pernah surut, tidak silau tawaran materi. Sehingga tahapan menuju Indonesia baru yang bebas dari KKN benar benar jelas, konsisten dan berkesinambungan.
Perkaderan yang berhasil adalah yang bisa mencetak kader kader berkualitas  dan terpercaya. Mengapa pak MAR selama ini terkesan enggan melepaskan pengaruh? Karena, diantaranya beliau melihat tidak ada yang benar benar siap menerima estafeta kepemimpinan. Ini ingin kita wujudkan, sehingga beliau tidak capek capek lagi terus menerus menjaga. Sistem bisa berjalan dengan baik, itu ysng kita inginkan. Beliau kedepan, jika kader kadernya siap secara kualitas dan integritas, tentu cukup mendengar laporan hasil kinerja. Paling paling sesekali memberikan masukan. Ingat, beliau tidak akan mungkin selamanya bersama kita.
Karena itu, "perkaderan harus menjadi prioritas". 
Hanya dengan generasi yg berkualitas, masa depan partai akan jelas. Contoh, PKS, sistemnya berjalan, kaderisasi berjalan, bahkan iuran anggota berjalan. Kita tidak perlu malu mengatakan sisi baik partai lain, untuk contoh. Supaya masa depan partai ini juga terjaga.

Mengapa pendirian partai perlu momentum?
Kita ingin partai ini menjadi besar dan terus ada dalam jangka panjang. Momentum itu sangat memengaruhi proses menuju besarnya partai, daya tarik agar orang mau bergabung. Tidak dinilai sekedar pecahan partai sebelumnya. Jaminan bagi peluang menjadi besar. Juga, dalam materi pelatihan perlu ditulis "sejarah partai". Agar kualitas sejarah partai menarik, heroik, menjadi kebanggaan di kemudian hari.
Kalau cuma pecahan, tulisan sejarahnya tidak menggigit, monoton, tidak memberikan semangat kepada kader kader yang menerima pelatihan.

Post a Comment

0 Comments