About Me


In Memoriam : Mu'tamimul Ula


Oleh: Mohamad Halimi

Editor: Sudono Syueb

Harianindonesiapost.com Saya baru membuka HP, dan sungguh terkejut, ketika membaca kabar bahwa kanda Mu'tamimul Ula meninggal dunia. 
Beberapa kali saya bersama kang Tamim (tahun 1980an) demikian panggilan akrab beliau di kalangan PII, diantaranya ketika Musywil PII Jawa Tengah di Sragen, kemudian Musywil PII YogBes di Wonosobo. Kebersamaan yang paling "intens", ketika saya menjadi tim instruktur Advance Training di Mlangi, dimana beliau menjadi koordinator tim instruktur. Advantra PII kali itu membawa kesan, karena pesertanya adalah para aktivis  "militant" di lingkungan PII Yogyakarta Besar, diantaranya adalah kang Jihad (Alm), kang Muchlasin, kang Khusnul Yakin, k. Christanto dll. Selain itu, ini yang memberikan kesan yang lebih bermakna, bahwa secara internal, kang Tamim mampu memanaj advantra ini dengan "piawai", sehingga "target2"nya bisa tercapai dengan baik.  Secara external, kang Tamim mampu mengangkat "citra" PII disertai dengan "pembuktian nyata", bahwa para aktifis PII tidak hanya "pandai berdebat dan bicara masalah2 duniawi", tetapi juga mempunyai bekal yang memadai di bidang "spiritual keagamaan" dan "keIslaman". Betapa tidak, kang Tamim yang Sarjana Hukum lulusan Universitas Diponegoro itu, ketika didaulat mengisi pengajian di daerah (desa) Mlangi mendapatkan sambutan yang "luar biasa" oleh masyarakat setempat, karena pembawaannya yang kalem,  simpatik, dan lebih2 lagi karena ke"fasihan"nya dalam membaca "kitab kuning". Desa
Mlangi terletak disebelah barat kota Yogyakarta, dan merupakan basis NU. Di kalangan NU seseorang akan dihormati dan disebut "kyai", dengan salah satu syaratnya adalah harus bisa membaca "kitab kuning". Oleh karena itulah pada pengajian berikutnya kang Tamim di sebut2 sebagai kyai Mu'tamimul Ula.

Waktu burgulir, dan kang Tamim menjadi tokoh "nasional" pergerakan Islam baik melalui organisasi  masyarakat, maupun partai yang mempunyai integritas moral yang tinggi, konsisten dengan prinsip, simpatik dan militan.
Selamat jalan kanda Mu'tamimul Ula, semoga Allah mengampuni seluruh dosa2nya, dan menerima segala amal baiknya. Para penghuni surga telah siap menyambut kedatanganmu. Aamien3x Ya Rabbal Alamien..

Mohamad Halimi
(Ketum PW KB PII Yogyakarta Besar)

Post a Comment

0 Comments