About Me


In Memoriam: Kang Tammim Yang Tawadhu


Oleh: Syafruddin Waskito Adi Swasono

Editor: Sudono Syueb

Harianindonesiapost.com
Tawadhu memancar dari wajah sejuk,
Sesekali senyum mengembang mengiringi taushiyahnya yang merasuk,
Istana Menteng menggembleng di kecamuk nyamuk yang tak tertahan masuk,
Diluar sana rezim mengintai siap menarik pelatuk,

Kang Tammim kala ketua PB aku sempat membersamaimu di Balitbang Training,
Kusuguhkan konsep Sebelas Bintang Satu Matahari dan Satu Rembulan,
Menggeliat di tengah training konvensional yang umpet2 an beradu kerling berkeliling,
Kita tak mau PII terkapar diterkam cakrawala zaman,

Di periode mu pula desing peluru muntah menembus mujahid Tanjung Priok yang bergelimpangan,
Kami tanya alm Kyai Hamam Dja'far Pabelan, saat kunjungan rutin semalaman di pondok, kenapa sedemikian kejam membantai dengan peluru tajam,
Ya itu mungkin pak Harto mau melindungi seratus juta lebih umat yang lain, jadi empat ratus atau enam ratus nyawa tak diperhitungkan,
Malam setelah kejadian, kami berdua dari Menteng ke Tanjung Priok mengunjungi mertua dan istrimu mba Wiwi dalam situasi yang masih sangat mencekam.

Kang Tammim, aku tak lagi ikut dan dengar genderang Menteng dalam tekanan azas tunggal,
Dalam carut marut hati dan dis orientasi study langkah di medan juang kutinggal,
Sampai kudengar Muktamar mu di kebun luas dan laporan pertanggungjawaban dibaca dibawah pohon bertutup kepala topi lebar,
Alhamdulillah rantai perjuangan tak putus layar tak koyak diterpa badai besar,

Kang Tammim, ikon perjuangan dibanyak lembaga wabil khusus ditengah keluarga,
Siapa tidak terkesima dengan beban berjuang masih mumtaz menuntun amanah putra putri tak kurang sepuluh menjadi ikon sukses duniawi ukhrawi,
Kami kadermu meski dalam senyap ikut merasa bangga,
Meski di jaman kiwari yang centang perentang masih ada sosok Islami manusiawi,

Kang Tammim, in syaa ALLAH dikau telah seputih kapas,
Ujian sakit cukup lama telah melebur semua khilaf dan salah,
Panggil namaku bila dikau telah berada di beranda surga yang amat sangat luas,
Agar diriku ikut mengenyam hembusan angin surgawi dalam rengkuhan maghfirah dan rahmah.

Sugeng tindak kakandaku, kang Mutammimul Ula

Allahummaghfirlahu warhamhu wa'aafihi wa'fu'anhu

Mantan penunggu YKU Yogya 81 - 83. Cimahi, hari 14 Ramadhan 1441 H.

Post a Comment

0 Comments