About Me


IDDUL FITRI DAN KEMENANGAN BERSAMA


Oleh: Kasdikin

(Alumni Ponpes YTP dan Kepala KUA Kec. Tengel, Tuban)

Editor: Sudono Syueb

Harianindonesiapost.com Hari raya Idul Fitri adalah merupakan puncak dari pelaksanaan ibadah puasa. Idul Fitri memiliki makna yang berkaitan erat dengan tujuan yang akan dicapai dari kewajiban berpuasa itu sendiri yaitu manusia yang bertaqwa yaitu manusia yang mempunyai kesadaran tinggi bahwa Allah adalah Dzat yang Maha Hadir. 
Kata Id berasal dari akar kata aada – yauudu yang artinya kembali. Sedangkan kata Fitri itu sama artinya dengan (fitrah), yang bersangkutan dengan sala satu ajaran islam yang yang amat penting,  yaitu ajaran bahwa manusia itu dilahirkan dalam kejadian asal yang suci dan bersih (fitrah) yang berarti suci, bersih dari segala dosa, kesalahan, kejelekan, keburukan yang dari akar kata fathara-yafthiru,  dan juga berdasarkan hadis Rasulullah SAW 
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

 artinya “Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan didasari iman dan semata-mata karena mengharap ridho Allah, maka di)ampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaq ‘alayh).  (HR. Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760
Juga Hadits Rasulluhan, 
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa yang shalat malam di bulan Ramadhan dengan didasari iman dan semata-mata karena mengharap ridha Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (Muttafaq ‘alayh). 
Dari penjelasan ini dapat disimpulkan pula bahwa Idul Fitri bisa berarti kembalinya kita kepada keadaan suci, atau asal dari  kejadian manusia itu sendiri,  atau keterbebasan dari segala dosa dan noda sehingga berada dalam kesucian (fitrah).
Iddul fitri kita sambut dengan suka cita dan penuh kebahagiaan, karena itu kita mengharap bahwa dengan kedatangannya,  kita kembali kepada fitrah kesucian. Kedatangannya membuat kita seperti yang dilukiskan oleh Rasullulah SAW bagaikan anak yang baru lahir, yang dilahirkan dalam keadaan yang terbebas dari dosa dan noda.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلَّا يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ وَيُنَصِّرَانِهِ وَيُمَجِّسَانِهِ

Dari Abu Hurairah, dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: 'Seorang bayi tidaklah dilahirkan (ke dunia ini) melainkan ia berada dalam kesucian (fitrah). Kemudian kedua orang tuanyalah yang akan membuatnya menjadi Yahudi, Nasrani, ataupun Majusi (Hadits Shahih Muslim No. 4803)
Iddul fitri adalah momentum yang sangat baik untuk saling maaf dan memaafkan. Kita tidak perlu malu,  tidak perlu merasa kehilangan muka untuk meminta maaf, karena  ini waktunya untuk saling meminta maaf dan saling memaafkan. Kalu tidak sekarang kapan lagi. Jika kita tidak meminta maaf atas kesalahan yang kita lakukan,  maka akan dikhawatirkan kita tidak termasuk kelompok orang yang kembali kepada fitrah  kesucian yang seperti bayi yang tidak menanggung dosa dan noda kesalahan.
Al-quran menyatakan bahwa tidak sama antara keburukan dan kebaikan, maka jika ada keburukan yang menimpa kita dari orang lain,  maka tolaklah dengan kebaikan dan kebajikan,  karena disetiap cinta ada benci, dan disetiap kebencian ada cinta. Oleh karena itu memaafkan adalah bentuk kebajikan yang kita lakukan kepada mereka yang melakukan kesalahan terhadap kita. Maka kita terdak perlu malu untuk meminta maaf dan memaafkan.
Kalau kita membiarkan atau mempersilahkan bulan Ramadlan pergi meninggalkan kita dengan harapan  Allah mengampuni dosa-dosa kita, maka iddul fitri kita sambut dengan harapan, semoga Allah menerima semua kebajikan kita, kebajikan saya, kebajikan kamu, kebajikan anda semua, serta mengucap min al aidin wa al faizin. semoga kita termasuk kelompok orang yang kembali kepada kesucian dan kita termasuk kelompok orang yang meraih kemenangan.
Kalimat min al aidin wa al faizin yang kita ucapkanitu adalah dalam bentuk kata plural atau dalam bentuk  kata jamak,   itu artinya bahwa kita ingin  termasuk bersama sama dalam kelompok orang yang meraih kemenangan dan bukan sendirian.
Al-quran  tidak mengajarkan kita dengan kalimat, “semoga saya meraih kemenangan” , tetapi alquran mengajarkan “semoga kita meraih kemenangan”  karena agama kita selalu mengajarkan kebersamaan. Itu sebabanya tidak ditemukan didalam al-quran  kata saya menang (afuza) kecuali sekali, dan itupu diucapkan oleh orang-orang yang tidak disentuh  keimanan di dalam hatinya.  Karena memang  mereka hanya   ingin menang sendiri, karena mereka tidak perna inigin hidup dalam kebersamaan. Itu pula sebabnya Allah memberi pahala yang lebih kepada mereka yang yang melakukan shalat berjamaah, dari pada yang melakukan shalat sendirian, karena pentingnya kebersamaan itu.
Semoga dengan iddul fitri 1441 H ini,  kita semua sebagai bangsa,  sebagai umat hidup dalam kebersamaan, bersama menghadapi musibah dan ujian melawan Covid 19, bersama  menahan diri untuk tidak banyak keluar rumah, bersama menjaga jarak demi kemenangan bersama. Berat bersama kita pikul,  dan yang ringan bersama kita jinjing. Semoga kita bisa bertemu lagi bulan Ramadlan dan iddul fitri 1342 H ditahun yang akan datang.  Min al aidin, wa al faizin, taqabbalallah mina wa min kum. Aamiin.  SELAMAT HARI RAYA IDDUL FITRI, 1441 H. MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN. Wallahu alam.

Post a Comment

0 Comments