About Me


HARBA PII ke-73: Tandang Gelanggang Berjamaah !


Penyusun: 
Sudono Syueb

Harianindonesiapost.com Hari Senin tanggal 4 Mei 2020 ini adalah Hari Bangkitnya PII (Pelajar lslam Indonesia). Jika dirunut sejak bangkitnya tanggal 4 Mei 1947, maka usia PII sudah 73 tahun.
Berkaitan dengan pandemi covid 19 ini, nampaknya tidak ada Ceremoni  khusus dalam memperingati HARBA PII KE 73 ini. Namun begitu, semangat untuk memperingati HARBA PII 73 ini tidak kendor, para aktivis PII kekinian  dan para alumninya lebih banyak menuangkannya melalui Sosmed. 

Azzam Alghozali, ketum PW PII Yogyakarta Besar, misalnya, menulis dalam akun FB nya berikut ini:
"Wahai pelajar cendekia.. mungkin kita memiliki kepala yang kecil namun didalamnya bersemayam ide ide yg besar.

Mungkin kita memiliki mata yang kecil namun disana terbentang luas pandangan cakrawala samudra.

Mungkin kita memiliki telinga yg kecil, namun disana jeritan umat bergetar dalam telinga kita".
Lebih lanjut Alghozali katakan,
 "Kami adalah mata pena , yang siap menuliskan tinta kebaikan"
Lalu dia menutup dengan selogan:
PII Jaya Umat Islam Menang!

Sementara itu seorang KBPII, kanda Effendy Abi Didhan menorehkan perasaannya untuk menyemangati aktivis PII kekinian,  Bangkit lah 
Wahai adik adikku Pelajar. 
Masa depan bangsa ada di tangan kalian. 
Rebutlah kepemimpinan negeri ini.

Saatnya kalian menyiapkan diri 
Belajarlah!
Gembleng diri kalian dalam segala situasi.
Belajar di masa sulit seperti saat ini adalah medan untuk menjadi militan.

Jangan lengah 
Ayo bangkit 
Selamatkan ibu pertiwi 

Sedang Sadam Hardi, ketum PW PII Maluku Utara, menulis, "Bermula dari Pengurus Komisariat PII SMA Negeri 3 Kota Ternate 2006-2008. Pengurus Daerah PII Kota Ternate 2010-2015. Pengurus Wilayah PII Maluku Utara 2016-2020. Sudah 15 tahun saya di PII. Begitu banyak melewati bukit, ngarai, aral, terjal, gelombang, pasang surut, pahit dan manis. 

Satu keyakinan yang memperteguh komitmen dan konsistensi sehingga membuat saya masih ada dan menjalankan misi perjuangan ini. Adalah kelelahan hari ini bagian dari proses diri menuju kedewasaan berfikir dan proses melatih ketahanan jiwa dalam menjalani hidup di masa yang akan datang".

Setelah itu Sadam mengucapkan:
"Selamat Hari Bangkit ke-73 PII
Terimakasih PII".

Sementara itu, kanda Sahril Hi Rauf menggoreskan memorinya saat masih aktif di PII tahun 80an berikut ini, 
"Sedikit saya memutar memori dahulu tahun 80an tepatnya tahun 1984-85 di Maluku Utara,  di semua sekolah  umum negeri  maupun suwasta di larang memakai jilbab. Walhasil di SMA Islam pun dilarang (saya ketua OSIS di SMA Islam Ternate)  . Maluku Utara waktu itu cuma ada 3 orang yang pakai jilbab  dua  orang di SMEA, satu orang di SMA Islam. Setiap jam mengajar mereka di usir dari kelas, tapi kami selalu bahu membahu mensport. Mereka adalah kader PII, boleh saya bilang, mereka adalah pejuang jilbab di Maluku Utara. Bendahara OSIS saya Insan yang pakai jilbab harus menerima sanksi dari sekolah, di keluarkan dan pindah ke SMA Muhammadiyah. Saya dan teman2 di bawah ancaman,  mau di kelurkan juga. Namun kami tetap bersemangat melewatinya, sampai dengan penguasa kalah dan akhirnya jilbab sudah menjadi bagian dari milik ummat Islam , para Ukhti. PII berjasa".

Post a Comment

0 Comments