About Me


Budianta: Kaderisasi Imam & Takmir Masjid Baitul Mahmud Itu Penting


Oleh: Sudono Syueb

Harianindonesiapost.com "Sengaja saya setting yang jadi imam shalat isyak saya, lalu imam shalat tarawih 4 rak'at saya, selanjutnya diteruskan anak saya sampai witir", demikian papar Budianta, ketua Yayasan Masjid Baitul Mahmud, Griya Bhayangkara, Masangan Kulon, Sukodono, ketika memberi tausiah senelum shalat witir di hadapan sekitar 150 jamaah masjid Baitul Mahmud, Kamis 21/5/2020, jam 19.20.

Lebih lanjut Budianta sampaikan, kaderisasi dalam sebuah komunitas dakwah itu penting dan harus dilakukan, karena masa depan itu milik generasi muda. Maka itu anak saya, Muhammad Yusuf Andi Baharuddin,  walaupun baru kelas 12 SMA Ponpes Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto, yang sebelumnya juga pernah mondok 3 tahun di Al Irsyad , Batu, Malang, sudah saya kader untuk jadi imam shalat berjamaah di masjid ini, agar kelak bisa jadi imam yang handal mengganti kita ini. Saya kira abah Dono setuju dengan kaderisasi ini.

Di tengah tengah jamaah, abah Dono nyaut، setuju banget ustadz Budi, dan disambung sesepuh masjid Baitul Mahmud yang lain, setujuu. Bagai koor para sesepuh dan  jamaah masjid Baitul Mahmud menyetujui adanya kaderisasi lmam dan Takmir Masjid.


Di bagian lain, ustadz Budi sampaikan, disamping anak anak kita siap jadi estafeta imam shalat dan ketakmiran, juga kita kader agar jadi muballigh yang handal, yang bisa mengajak umat manusia beribadah kepada Allah semata.
Saudaraku semua, semoga Allah membimbing kita untuk selalu taat kepada-Nya. Ketahuilah bahwa Tauhid yang merupakan tuntunan Nabi Ibrahim dan dilanjutkan Nabi Muhammad adalah kita beribadah kepada Allah semata dengan memurnikan peribadatan kepada-Nya, itulah yang diperintahkan Allah kepada seluruh umat manusia dan hanya untuk itu sebenarnya manusis diciptakan, sebagaimana firman Allah Ta’ala,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku (saja)” (QS. Adz-Dzaariyaat: 56).

Hanya untuk tujuan beribadah kepada Allah  Ta’ala (bertauhid) sajalah umat manusia ini diciptakan.

Perhatikan ayat yang agung ini

 وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

wa ma khalaqtul jinna wal insa illa liya’budun ‘Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepadaku saja.’ Huruf yang digaris bawahi adalah مَا (ma) dan إِلَّا (illa). Penggabungan keduanya menunjukkan pembatasan. Pembatasan yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah dalam tujuan penciptaan jin dan manusia. Allah tidaklah menciptakan jin dan manusia, kecuali dalam batasan hanya untuk beribadah kepada-Nya. Dengan kata lain manusia dan jin diciptakan untuk mentauhidkan Allah dalam peribadatan. Tauhid yang dimaksud adalah tauhid uluhiyyah. Tauhid tersebut juga mencakup tauhid rububiyyah dan tauhid asma` wa sifat.

Post a Comment

0 Comments