About Me


ANTARA JABARIYAH, QODARIYAH DAN AHLUSSUNNAH (dalam mensikapi ujian)


Oleh : MASYKUR SARMIAN

Editor: Sudono Syueb

Harianindonesiapost.com
Terdapat 3 Faham Umat
dalam menyikapi adanya Ujian, Waba, Bala, Penyakit :

1). *Faham Jabariyah*
Menyerahkan semua pada Taqdir Alloh SWT, tanpa perlu lagi usaha dan ikhtiar.
Mereka tidak peduli dengan usaha dan ikhtiar sesuai dengan tuntutan syariat dalam menghindarinya. Padahal Baginda Nabi Muhammad saja, saat wabah Thoun berkembang menyuruh umat menghindar sejauh2nya.
Demikian pula Umar bin Khattab, Amr bin Ash dan beberapa sahabat lainnya.

2). *Faham Qodariyah* :
Meyakini pada kekuatan Usaha manusia dan mengabaikan Alloh SWT sebagai sumber kekuatan utama dalam kehidupan. Dalam menangani Covid-19 ini pendekatannya hanya logika, medis, ikhtiar manusia ansich --) tanpa mau menggunakan pendekatan Agama dll

3). *_Faham Ahlus Sunnah_* Menyeimbangkan antara Usaha dan Ikhtiar maksimal dengan Kepasrahan. 
Tugas manusia memang Usaha Maksimal dan Hak Alloh menentukan taqdir-Nya. ( Pasti Taqdir berbanding lurus dengan usaha manusia ).

Dalam prakteknya memang harus diakui, menghadapi Covid19 ini langkah dan praktek kita keseharian lebih miring ke Qodariyah, Karena Pemerintah Pusat menurunkan Instruksi hanya berdasarkan Protap Medis. Dan turunan protap ini harus dilaksanakan sampai ke bawah harus seragam. Padahal Negara yang menjadi referensi sudah mulai ragu dengan pendekatan ini. Tanpa disadari pendekatan yg dipakai adalah pendekatan logika, medis ansich... Akibatnya Masjid yang seharusnya menjadi benteng kekuatan terakhir untuk meminta tolong pada Alloh, ditutup
Karena alasan tempat berkumpulnya manusia.

Padahal bisa saja Masjid tetap dibuka. Yang paling penting semua Jamaah menyadari pentingnya   tetap disiplin mengikuti prosedur kesehatan dan ketat dalam phisycal distancing serta bermasker dan bawa alat Shalat mandiri, dan Takmir Masjid bersikap tegas dalam menegakkan aturannya ---) Insya Alloh aman, siapa tahu lewat doa2 Jamaah, Alloh mengijabahinya. Karena Alloh Maha Menerima Doa hamba-Nya

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

قُلْ لَّنْ يُّصِيْبَـنَاۤ اِلَّا مَا كَتَبَ اللّٰهُ لَـنَا ۚ هُوَ مَوْلٰٮنَا ۚ وَعَلَى اللّٰهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُوْنَ
qul lay yushiibanaaa illaa maa kataballohu lanaa, huwa maulaanaa wa 'alallohi falyatawakkalil-mu`minuun

"Katakanlah (Muhammad), Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah bertawakallah orang-orang yang beriman."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 51)

Pada sisi lain di luar sana di Eropa dan Negara2 sekuler mulai menyadari bahwa menghadapi Covid-19 tak hanya cukup dengan senjata medis saja tapi perlu pendekatan yang lain. Bahkan dengan Adzan, Dzikir,Takbir, Tasbih, Tahmid, Tahlil, Tilawah Al Quran dan Media yang paling pas untuk ini semua adalah MASJID sebagai Rumah Alloh.

*Semoga pilihan kita adalah tetap pada point no 3 Faham Ahlus Sunnah Wal Jamaah*, dengan mengedepankan Optimalisasi Ikhtiar dan  selanjutkan menyerahkan Nasib kita sepenuhnya kepada Alloh SWT, Semoga Alloh selalu melindungi kita.
Aamiin 3x YRA.

_Wallohu a'lam_

Samarinda, 3 Syawwal 1441H

Post a Comment

0 Comments