About Me


Aktivis Dakwah Mari Bermuhasabah


_Oleh_ : Achmad Hartono Adi Prabowo

Ketua umum PW PII Jatim 2018-2020 

Editor: Sudono Syueb

Harianindonesiapost.com
" _Segala amal perbuatan ditentukan oleh niatnya. Dan setiap orang mendapatkan balasan sesuai dengan niatnya. Maka,Siapa yang hijrahnya dengan tujuan ingin mendapatkan keuntungan duniawi, atau wanita yang ingin dinikahi, maka hijrahnya itu untuk apa yang ia niatkan itu._ " (Riwayat Bukhari)

Di tahun ini, saya ingin mengajak kita semua untuk bermuhasabah,terlebih di tengah pandemi virus Corvid-19 tahun ini . Kita tentu perlu bermuhasabah untuk mempersiapkan hari yang kita semua khawatirkan, yaitu hari akhir dan saat kita  akan dihisab oleh Allah SWT.
Tapi sebelum amalan kita dihisab, ada yang lebih dulu perlu diperiksa.sebelum manusia berbuat atau tidak berbuat sesuatu, pastilah ada keinginan, dorongan dan motivasi yang terlebih duahulu ada dalam hati.dorongan atau motivasi tersebut dalam ajaran islam disebut dengan "niat". Kata sederhana ini ternyata dapat menentukan segalanya. Amal seseorang bisa jadi bernilai tinggi karena niat. Sebaliknya bobot timbangan amal seseorang bisa merosot tajam bahkan bisa menjadi jurang bagi kehancuran diri karena niatnya.

Rasulullah pernah bersabda "niat seorang mukmin itu lebih baik dari amalnya".(riwayat Baihaqi)

Mari kita berusaha bermuhasabah dan mulai memeriksa diri kita masing-masing, setulus apakah niat kita saat memilih dakwah sebagai pilihan hidup khususnya bagi pelajar. Betulkah niat kita semata-mata hanya kepada allah subhanallahu Wa Ta'ala? benarkah tujuan kita untuk menyampaikan ajaran ajaran Allah yang dibawa oleh Rasulullah? Benarkah tujuan kita untuk menjadikan diri kita dan orang lain memiliki akhlak mulia yang baik? Jika jawabannya adalah "iya" kenapa diri kita sering tidak semangat untuk berdakwah?. Mari kita periksa ulang niat awal kita.

jika niat kita benar, semangat berdakwah kita mestinya tak pernah padam.ada yang menyala-nyala dalam diri kita untuk tetap berjuang, menegakkan ajaran allah subhanallahu Wa Ta'ala, membela kepentingan umat Islam dan untuk itu kita semua rela berkorban. Mengorbankan waktu, mengorbankan hart, bahkan mengorbankan jiwa.

mengapa kita mudah kecewa saat orang lain tidak memberikan apresiasi yang semestinya atas amal, usaha dan prestasi kita. Bukankah yang kita harapkan dari awal adalah keridhaan Allah semata?mengapa kita marah saat orang lain mencibir jerih payah kita, bukankah yang kita nantikan hanyalah pujian dari-Nya? Mengapa kita menyesali diri kita saat tidak mendapatkan apa-apa disini, bukankah sejak mulai kita memang meniatkan untuk mencari pahala dari Allah bukan mengharap sanjungan dan apresiasi dari manusia?

mengapa kita sangat mudah untuk marah tersinggung dan mudah mendendam kepada saudara kita? Bukankah sejak awal kita disini untuk mencari teman dan memperbanyak saudara? Lalu kepada siapa kita kecewa? Jangan kecewa kepada orang lain, tetapi sesungguhnya lebih pantas jika kita kecewa pada diri kita sendiri.

Oleh karena itu teman-teman, Mari kita niatkan semuanya pada kebaikan. yang niatnya baik dikumpulkan dengan mereka yang mempunyai niat baik. Sebaliknya yang mempunyai niat jelek akan dikumpulkan dengan mereka yang mempunyai Nia jelek. Tempat berbangkit kita semua dengan niat kita masing-masing. Karena Rasulullah pernah bersabda " manusia dibangkitkan kembali kelak sesuai dengan niat-niat mereka . " (Riwayat Muslim)

Post a Comment

0 Comments