About Me


A L Q U R ' A N ( 2 )


Oleh: Abdullah Mukti
(Alumni Ponpes YTP, Kertosono)

Harianindonesiapost.com
Bismillaahir rohmaanir rohiim.
Di belahan bumi saat ini banyak bermunculan hafidh Al Qur'an. Mulai kanak kanak sampai yang dewasa. 
Merupakan kebanggaan bagi kaum muslimin tentunya juga pribadi saya khususnya. Semoga Alloh selalu menjaganya .

Di balik kebanggaan itu, saya pribadi merasa khawatir, karena saya amati mereka ini rupanya hanya mendambakan dan bangga dengan hafidhnya, tapi dunianya belum, mungkin juga tidak terfikirkan. 
Saya baca di media informasi bahwa konglomerat itu mayoritas bukan muslimin tapi orang lain dan harta itu untuk membekali melawan kita. 
Pertanyaannya : Mampukah mereka menjaga hafidhnya (Al qur'annya tanpa dunia) ?. Mestinya iman dan keyakinan itu yang menentukan, tapi itu saya lihat hanya melekat  pada zaman shohabat dan orang orang salaf. Zaman rupanya sudah berbeda. Mungkin kita pernah melihat dialog di TV ada peserta mengaku ahli tafsir Al qur'an, argumennya keluar dari Qur'an. Mengapa ? Jawabannya, ya karena butuh dunia. Jika memang nantinya muncul generasi yang mentalnya seperti ini, saya khawatir sabda Nabi di waktu yang dekat bahkan saat ini sudah mulai nampak banyak muslimin secara perlahan dan samar samar sudah meninggalkan Al qur'an sehingga Al qur'an tinggal di bibir saja atau tinggal tulisannya saja .
Coba kita baca sabda Nabi saw : 
يوشك ان ياءتي على الناس زمان لا يبقى من الاسلام الا اسمه ولا يبقى من القرآن الا رسمه ومساجدهم عامرة وهي خراب من الهدي وعلماءهم شر من تحت آديم السماء من عندهم تخرج فتن وفيهم تعود. 
Hampir datang kepada manusia suatu zaman, dimana agama Islam tidak tinggal kecuali hanya namanya saja, dan tidak tinggal dari Al qur'an,kecuali hanya huruf dan tulisannya saja. Masjid masjidnya mentereng dan megah,tapi sunyi daripada petunjuk. Ulama' mereka adalah yang paling jahat di antaranya yang ada di kolong langit. Dari mereka(ulama') itu akan muncul bermacam macam fitnah, dan fitnah itu akan kembali ke lingkungan mereka sendiri(muslinin)".
HR. Baihaqy dari Ali ra. 

Sekarang rasanya sudah ada bahkan mungkin sudah banyak muslimin seperti yang dimaksud dalam hadits di atas. Al qur'an hanya sebagai bacaan, hiasan tapi tidak diamalkan bahkan mungkin tidak dibela jika terjadi pengrusakan terhadap  Al qur'an baik itu secara fisik atau nakna dan maksud kandungan Al qur'an .

Semoga Alloh swt di samping memberi kelebihan sebagai hafidh Al qur'an juga memberi rizqy yang melimpah dan barokah.
Aamiiin.(Sudono Syueb/ed)

Post a Comment

0 Comments