About Me


A l - H A B L U


Oleh: Abdullah Mukti

(Alumni Ponpes YTP, Kertosono)

Bismillaahir rohmaanir rohiiim. 
Harianindonesiapost.com
Al - hablu biasa diartikan kabel, ikatan atau alat penghubung/penyambung. 
Sudah menjadi tradisi umat Islam apabila sudah selesai berpuasa  romadlon mengadakan acara silaturrohim atau lebih dikenal dengan halal bihalal.
Silaturrohim, yaitu istilah yang terdiri dari dua kata yaitu SILAT dan ROHIM . 

Silat artinya sambung.
Sedangkan rohim biasa diartikan sanak keluarga. 
Halal bihalal diartikan dengan halal halalan. 
Jadi kalau saya amati secara gamblangnya, tujuan diselenggarakannya acara silaturrohim di atas adalah menyambung  persaudaraan yang putus  , maka setelah berpuasa romadlon semua masalah sudah terhapus dan bebas lalu menjadi istilah yang lebih ngetren yaitu HALAL HALALAN dan satu sama lainnya merasa sudah KOSONG KOSONG atau NOL  NOL  yang berarti sudah sama sama tidak tersangkut salah dan dosa.

 Pada acara ini biasanya penceramah  mengambil firman Alloh swt sebagai tema ceramahnya yaitu ayat 112 surat Ali 'Imron yang ada hubungannya dengan judul di atas.

آعوذ بالله من الشيطان الرجيم.
ضربت عليهم الذلة اين ما ثقفوا الا بحبل من الله وحبل من الناس .

Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Alloh dan tali (perjanjian) dengan manusia.

Inti ayat di atas, supaya manusia itu tidak diliputi kehinaan,maka harus menjalin dua hubungan.

Yang pertama dengan Alloh, yang kedua dengan sesama manusia.

Untuk menjalin hubungan dengan Alloh yang pertama adalah harus mengerjakan perintah Alloh yang pokok yaitu sholat lima waktu. 

Yang kedua mengerjakan sholat tahajjud sebagai tambahan karena tahajjud ini bukan perintah Nabi tapi langsung perintah Alloh swt sendiri. 

ومن اليل فتهجد به نافلة لك

Dan pada sebagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu.
QS. Al Isroo' 79.

Kemudian dikerjakan juga puasa, zakat, dan haji dengan ketentuan tersendiri dan amal sholih lainnya.

Sedangkan untuk menjalin hubungan dengan sesama manusia itu yang pertama dan paling utama ialah dengan orang tua. Dengan orang tua ini ada peringkatnya yang harus  didahulukan yaitu : 

Pertama adalah orang tua kandung dan mertua bagi yang sudah nikah. Sebagai anak tidak boleh membedakan kasih sayangnya walaupun kepada mertua, harus adil kepada orang tua kandung dan mertua, dan tidak boleh merendahkan status dan derajatnya.

Kedua, adalah orang tua yang mengasuh atau yang membesarkan. Kalau mengambil contoh dari Nabi yang terkenal adalah Abu Tholib paman beliau sendiri.

Ketiga yaitu orang tua yang mendidik, katakanlah beliau ini seorang gurunya waktu belajar atau sekolah.

Keempat mungkin orang tua yang membiayai hidup dan pendidikannya .

Setelah itu saudara kandung dan seterusnya. Kemudian ada lagi yang dianjurkan Nabi untuk disambung atau dihubungi yaitu teman ayah dan ibu kalau mereka sudah 
meninggal dunia yang terkandung dalam hadits Nabi yang diriwayatkan Abu Dawud dari Malik bin Robi'ah Assa'idy.

Melihat dan mencermati makna dan tujuan kegiatan di atas saya rasa kurang pas atau kurang sesuai. Karena yang diundang mereka itu biasanya hanya orang yang dekat dan tidak bermasalah, sehingga selesai acara ya biasa biasa saja tidak ada rasa haru atau yang terkesan. Mestinya yang diundang itu orang orang yang bermasalah atau orang orang yang sudah putus tali rohimnya, bahkan kalau perlu mereka yang belum atau tidak kenal sehingga bisa memperbanyak persaudaraan termasuk dari kelompok atau golongan lain.
Sabda Nabi : 

صل من قطعك واحسن الى من اساء اليك

Sambunglah orang yang memutus hubungannya dengan kamu dan berbuat baiklah kamu kepada orang yang berbuat jahat kepadamu. 
HR. Ahmad.

عن عبد الله بن عمرو بن العاص رضي الله عنهما قال. قال النبي ص. ليس الواصل بالمكافئ ولكن الواصل الذى اذا قطعت رحمه وصلها . رواه البخارى.

Dari Abdulloh bin Amru bin Al-Ash ra. Berkata. Bersabda Nabi saw : " Bukan yang disebut menghubungi, seorang yang membalas hubungan kebaikan. Tetapi yang dimaksud menghubungi persaudaraan itu ialah jika keluarga sahabat telah memutus hubungannya lalu dihubunginya atau disambungnya ".
HR. Al Bukhori.

Mengapa orang yang memutuskan hubungan dan berbuat jahat kita undang ? Kalau menunggu  mereka yang mengundang, tidak mungkin hubungan kita segera baik kembali.Mungkin mereka masih takut atau malu. Ada pepatah " Air susu dibalas air tuba " ini membikin permusuhan. Air susu dibalas dengan air susu itu hal biasa, tidak ada kejutan sama sekali. Tapi kalau " Air tuba dibalas dengan air susu " ini yang dimaksud ajaran islam yang mulia ini dan pasti membuat hati semua orang merasa bahagia dan bisa memperluas rizki dan panjang umur.
Sabda Nabi saw " 

من احب ان يبسط له في رزقه وان ينسآ له في اثره، فليصل رحمه. 

Barang siapa ingin diluaskan rizkinya dan diperpanjang umurnya, maka hendaklah  ia menghubungi (menyambung) keluarganya.
HR. Al Bukhori.

Apabila orang islam sudah mengamalkan firman Alloh di atas, ditambah dengan amal sholih lainnya, para pakar kita menilai bahwa orang tersebut sudah mengamalkan tugasnya dengan sempurna tinggal menunggu penilaian Alloh nanti.

Insyaa Alloh bila dikerjakan dengan benar dan ikhlas pasti tidak ada tempat lain baginya kecuali surga yang telah dijanjikan Alloh kepada hambanya yang taat.

Kesimpulan : 
Apabila kita mengadakan silaturrohim atau halal bihalal, hendaklah  mereka yang sudah putus tali silaturrohimnya diutamakan untuk diundang supaya segera tersambung lagi. 

Semoga Alloh swt memberikan barokah dan menerima seluruh amal sholih kita wabil khusus ibadah dalam bulan suci romadlon ini . Dan semoga kita masih diberi kesempatan menikmati keindahan romadlon berikutnya. 
Aamiiin.(Sudono Syueb/ed)

فاستبقوا الخيرات

Post a Comment

0 Comments