About Me


Yang Rindu Diam di Masjid


Oleh: Sudono syueb: 

Harianindonesiapost.com Biasanya umat lslam selesai salat berjamaah di masjid segera pulang karena mungkin masing masing jamaah tentu memiliki kesibukan sendiri sendiri. Allah SWT berfirman:

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلٰوةِ مِنْ يَّوْمِ الْجُمُعَةِ فَا سْعَوْا اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۗ ذٰ لِكُمْ خَيْرٌ لَّـكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan sholat pada hari Jum'at, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."
(QS. Al-Jumu'ah 62: Ayat 9)

* Via Al-Qur'an Indonesia http://quran-id.com

Tapi dalam bulan ranadhan yang penuh berkah ini dan dalam situasi pandemi covid 19 ini banyak umat lslam yang masih ingin berlama lama diam di masjid untuk menambah kuwantitas dan kuwalitas ibadah dan doanya di masjid. 
Diam diri di masjid baik sejenak maupun lama, baik dalam bulan ramadhan atau bulan lainnya dinamakan i'tikaf.

Dilansir dari laman dalamislam.com,Ada banyak hal yang bisa kita dapatkan dari itikaf. Itikaf tentunya bukan sekedar berdiam diri di masjid, melainkan ada sesuatu yang bisa kita dapatkan dari itikaf yang bisa menginspirasi dan memberikan makna dalam hidup kita. Berikut adalah manfaat dan hikmah dari i’tikaf bulan ramadhan.

1. Evaluasi Diri

Evaluasi diri adalah hal yang paling sulit dilakukan oleh manusia walaupun itu terhadap dirinya sendiri. Akan sangat mudah kita mengevaluasi diri orang lain namun akan sulit jika kita mengevaluasi diri kita sendiri. Evaluasi diri seperti proses atau pegangan yang akan membawakan kita mencapai hikmah dan perbaikan diri. Tanpa evaluasi diri tentu saja manusia akan terjebak dan tersesat karena terbawa hanya oleh diri atau hawa nafsu pribadinya.

I’tikaf di Bulan Ramadhan membantu kita untuk mengevaluasi diri. Dengan itikaf kita akan berfokus pada diri kita dan menjauhi Sifat sombong dalam islam dan Sombong dalam Islam yang merusak akhlak.

2. Perenungan Tentang Hidup

Di masa itikaf kita juga bisa merenung banyak hal tentang hidup. Berada di dalam masjid membuat kita terkondisikan untuk mengingat Allah dan mengingat segala kebesarannya. Untuk itu, kita akan mengingat bahwa hidup kita banyak sekali dosa-dosa dan kesahalan baik yang disengaja ataupun tidak. Untuk itulah Allah memberikan kita kesempatan itikaf salah satunya untuk mengingat dan merenungi kehidupan.

Perenungan saat i’tikaf di Bulan Ramadhan ini juga bisa tentang masalah dunia dan akhirat, masalah kebahagiaan, masalah kesalahan di masa lalu, apa yang sudah kita lakukan dan apa yang sudah kita lalaikan. Di masa-masa selain bulan Ramadhan, tentu saja hal ini sulit kita lakukan. Untuk itulah, kesempatannya ada di bulan Ramadhan ini untuk melakukan perenungan atau penghayatan diri.

3. Khusyuk Beribadah

Selama itikaf kita akan banyak berdiam diri di masjid dan dikeliingi oleh orang-orang yang juga khusyuk dalam beribadah. Selama beritikaf kita akan fokus pada bagaimana beribadah menghadap Allah SWT bukan lagi masalah-masalah keduniawian. Untuk itu, ibadah itikaf membantu kita untuk bisa melaksanakan shalat, puasa, dan tadabur Al-Quran dengan tetap khusyuk dan tumaninah.

Ibadah di hadapan Allah tentu hanya masalah ibadah ritual, tapi menuntut ilmu, mengisi rohani dengan pengetahuan agama, ceramah yang menyejukkan juga bisa termasuk kepada ibadah jika diniatkan untuk nantinya dilaksanakan demi kebaikan atau kemaslahatan.

Saat di luar bulan Ramadhan, banyak sekali aktivitas dan kesibukan kita yang terkadang tidak membuat kita khusuk. Untuk itu, kesempatan ramadhan ini atau pada saat itikaf ini adalah saat yang tepat untuk kita bisa khusyuk dan menjalankan perintah Allah dengan sebaik-baiknya.

4. Membangun Spiritual (Hubungan antara Allah dan Manusia)
Saat itikaf ini juga kesempatan untuk membangun spiritual diri yang kuat. Spiritual diri yang kuat bisa didapatkan dari ibadah-ibadah yang dilaksanakan dengan khusus dan perenungan diri yang kuat. Pengalaman spiritual ini tentu saja tidak akan bisa berdampak pada bulan-bulan setelah ramadhan jika dilaksanakan tanpa keikhlasan. Untuk itu, pengalaman spiritual bisa didapatkan dari itikaf yang tidak hanya sehari saja dan membutuhkan konsistensi serta keikhlasan dalam menjalankan.

Ada banyak sekali orang yang melakukan itikaf. Namun tentunya motif yang berbeda-beda. Untuk itu, spiritual harus dilakukan dengan niat yang lurus dan ikhlas agar mendapatkan pengalaman spiritual yang membuat kita semakin dekat dengan Allah SWT.

5. Menjauhi Sejenak Hiruk Pikuk Dunia
Dengan melaksanakan itikaf kita bisa menjauh sejenak dari hiruk pikuk dunia dan membuat diri kita
[26/4 11.27] sudonosyueb: semakin fokus untuk beribadah. Pada saat itikaf kita tidak akan terkena hiruk pikuk dunia sebagaimana yang ada di tempat perbelanjaan atau tempat-tempat lainnya yang justru malah mengkondisikan umat islam untuk berbelanja atau menghabiskan uang.

Itikaf yang kita lakukan tentunya membuat kita banyak dikondisikan oleh lingkungan yang positif dan jauh dari kemaksiatan. Tentu akan berbeda jika kita menghabiskan waktu dengan berbelanja, sekedar berkumpul dengan teman-teman, tanpa ada orientasi yang jelas.

Dengan itikaf kita terkondisikan untuk banyak beramal shalih, berinfaq dan sedekah. Walaupun zakat adalah ibadah harta yang wajib, sedekah atau infaq juga menjadi kewajiban kita jika memiliki kelebihan harta. Untuk itu, menjadi kewajiban sosial yang harus dilakukan oleh mereka yang mam

Itikaf juga bisa menghilangkah Penyebab hati gelisah menurut islam, membuat doa dengan cara agar keinginan cepat terkabul. Itikaf juga salah satunya dengan dengan membaca asmaul husna, karena ada  manfaat asmaul husna yang sangat banyak.

Semoga kita bisa melaksanakan ibadah itikaf bukan hanya selama Ramadhan, melainkan di waktu-waktu lainnya untuk mengisi jiwa dan ruhani kita dengan metode berdiam diri di masjid serta memfokuskan ibadah untuk mencari ridha Allah.

Post a Comment

0 Comments