About Me


Pak Jazim dengan "laler santrinya"


Oleh: Halimi Jazim Hamidi

(Santri Biologis dan Ideologis Kyai Jazim Hamidi)

Harianindonesiapost.com Dalam sub judul NUMuhammadiyah dan MuhammadiNU buku "Pak AR Sang Penyejuk" yang ditulis oleh Syaefudin Simon ( 2018:50) disebutkan disitu , bahwa "Kyai Jazim Hamidi seorang da'i Muhammadiyah sering diundang di pesantren pesantren NU di Kebumen dan Banyumas".
Kenyataannya, hal tersebut memang betul, namun tidak hanya di kedua pondok  pesantren tersebut. 
Pak Kyai Jazim Hamidi juga sering dipanggil di pondok pondok pesantren NU yang lain.
Pada suatu hari saya mengantar bapak Jazim untuk mengisi pengajian di salah satu pondok pesantren di daerah Klaten.
Selesai pengajian, kemudian bapak "diaturi lenggah", beramah tamah dengan pak Kyai pondok dan para santrinya sekaligus mengikuti acara jamuan makan. 
Saya ingat, jamuan makan kali itu disajikan lauk pauk telur balado dan gurameh goreng, beserta  sayuran. Kemudian kami dipersilakan untuk menyantap makanan tersebut. Saya melihat  semua lauk yang ada disitu  itu dikerumuni lalat begitu banyaknya, sampai sampai telur dan guramehnya hampir tidak kelihatan. Kemudian bapak dipersilahkan untuk mengambil dahulu.
Ketika tangannya mau menjamah gurameh, lalat-lalat beterbangan merasa terganggu dengan kehadiran tangan manusia. Mengetahui banyaknya lalat, bapak tetap mengambilnya dan kemudian makan dengan nikmatnya.
Bapak melihat saya ragu ragu untuk mengambil makanan yang disajikan  dengan penuh lalat tersebut. Bapak sepertinya faham dengan keraguan saya, kemudian menoleh pada saya dan mengatakan dihadapan para kyai dan santrinya :
 "Ora popo le , kuwi lalere laler santri". 
Menderngar hal tersebut, akhirnya saya mengambil hidangan yang penuh dihinggapi laler dan memakannya sambil 'mbregidig' serta perasaan yang was  was, dengan berdoa : 
"semoga diparingi sehat wal afiat".

Opo tumon ? "laler" kok santri ? 

(Halimi Jazim H.)

Post a Comment

0 Comments