About Me


MARHABAN RAMADLAN BULAN PENYELAMAT BANGSA


OLEH KASDIKIN. @

(Alumni Ponpes YTP, Kertosono dan Kepala KUA Kec. Rengel)

Editor: Sudono Syueb

Harianindonesiapost.com Tanpa terasa kita sudah memasuki Ramadhan lagi, bulan yang patut disambut dengan meriah dan dengan persiapan lahir batin, walaupun di tengah suasana keprihatinan dan kedaruratan. Persiapan harus tetap dilakukan mengingat pentingnya bulan Ramadhan dengan segala keutamaannya. Sabda Rasulullah SAW, ''Seandainya umatku mengetahui (semua) keistimewaan Ramadhan niscaya mengharap agar semua bulan menjadi bulan Ramadhan.''

Ramadhan adalah bulan yang penuh rahmat, berkah, dan maghfiroh,. Dan  boleh jadi bencama yang melanda bangsa kita adalah karena banyaknya dosa kolektif yang kita lakukan, sehingga dengan datangnya bulan ramadlan ini kita bisa terlepas dan terbebas dari bencana ini. 
Selalin ramadlan sebagai bulan pembebasan dari dosa,  Allah juga memilihnya sebagai bulan diturunkannya Alquran. Begitu utamanya, Allah sengaja menutup pintu-pintu neraka dan membuka lebar-lebar pintu surga selama Ramadhan. Nabi Muhammad SAW menjelaskan, ''Surga mempunyai pintu yang dinamakan Rayyan, tidak akan memasukinya kecuali orang-orang yang berpuasa.''
Selain keutamaan yang begitu banyak dan luas, Ramadhan juga sekaligus menjadi ujian kualitas ketakwaan dan iman seseorang. Firman Allah: ''Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.'' (Al-Baqarah: 183). Dengan begitu, tujuan utama ibadah puasa adalah meraih predikat takwa. 

Puasa disamping  tidak makan, tidak minum, dan tidak jima' (bersetubuh), juga harus memuasakan  mata, telinga, lidah, kaki, dan tangan, serta tidak perlu keluar rumah untuk melakukan sesuatu yang tidak penting ditengan wabah pandemik ini.  Sehingga puasa kita bisa meringankan beban sesama. 

Dibulan ini juga  diturunkannya Alquran, dalam Ramadhan juga terdapat Lailatul Qadar. Yaitu, malam penentuan bagi perjalanan hidup seseorang. Bagi yang mendapatkannya, peristiwa itu akan menjadi ''titik tolak'' guna meraih kemuliaan dan kejayaan hidup di dunia dan akhirat kelak. Antara lain, ibadahnya lebih baik dari seribu bulan, dan sejak saat itu juga malaikat akan turun guna menyertai dan membimbingnya menuju kebaikan sampai terbitnya fajar kehidupan di hari nanti (lihat QS 97: 3-5).

Marhaban ya Ramadhan, kami menyambutmu dan siap untuk melakukan apa saja demi memperoleh kemuliaan dan kebaikan itu. Lalu pertanyaannya adalah apa yang harus kita persiapkan? 
Jiwa yang suci, niat yang ikhlas karena Allah, dan tekad membaja untuk memerangai hawa nafsu, menghidupkan malamnya dengan membaca Alquran, shalat, zikir, dan iktikaf. Pada siangnya dengan memperbanyak ibadah kepada Allah, melalui pengabdian kepada agama, keluarga, negara, dan bangsa.

Marilah kita sambut bulan Ramadhan ini dengan semangat tinggi untuk memperbanyak amal saleh, guna meningkatkan kualitas iman dan takwa. Dengan kualitas religiusitas yang prima, mari kita bangun bangsa ini dengan bahu membahu, untuk melawan covid 19, meringankan bangsa kita untuk selalu iktikaf dirumah, menjaga jarak fisik dan sosial yang merupakan bagian dari ijtihad kitan  untuk menyelamatkan dmenghidarkan bangsa kita dari keterpurukan di segala bidang ini. Wallahu a”lam.

@. PENULIS adalah alumni Ponpes YTP 1991 dan  Kepala KUA Kecamatan Rengel

Post a Comment

0 Comments