About Me


MANUSIA LEBAH


Oleh: Abdullah Mukti

(Alumni Ponpes YTP, Kertosono)

Bismillaahir rohmaanir rohiiim.

Harianindonesiapost.com Lebah adalah seekor binatang kecil dan rapuh seperti halnya semut dan laba laba.
Lebah memiliki insting yang disebut dalam bahasa Al-Qur'an - " atas perintah Tuhan ia memilih gunung dan pohon pohon sebagai tempat tinggal ". (QS.An nahl ayat 68). 
Rumahnya dibuat sangat praktis untuk menghindari pemborosan dalam lokasi. Yang dimakannya adalah kembang kembang dan tidak seperti semut yang menumpuk numpuk makanannya. Lebah mengolah makanannya dan hasil olahannya adalah lilin dan madu yang sangat bermanfaat bagi manusia.
Lilin digunakan untuk penerang dan madu - kata Al-Qur'an - dapat menjadi OBAT yang menyembuhkan.
Lebah sangat disiplin,mengenal pembagian kerja, dan segala yang tidak berguna disingkirkan dari sarangnya. Lebah tidak mengganggu kecuali kepada yang mengganggunya, bahkan sengatannyapun bisa jadi obat.
Sikap hidup manusia seringkali diibaratkan dengan berbagai jenis binatang. Jelas ada manusia yang  " ber-
budaya semut ", yaitu
menghimpun dan menumpuk ilmu (tanpa mengolahnya)
dan materi (tanpa disesuaikan dengan kebutuhannya). Budaya semut adalah   " budaya menumpuk" yang disuburkan oleh "budaya aji mumpung". Tidak sedikit problem masyarakat bersumbet dari budaya tersebut.
Pemborosan adalah anak kandung budaya ini yang mengundang hadirnya benda benda baru yang tidak dibutuhkan dan tersingkirnya benda benda lama yang masih cukup indah untuk dipandang dan
bermanfaat untuk digunakan. Dapat dipastikan bahwa dalam masyarakat kita, banyak sekali semut yang berkeliaran.
Entah berapa banyak jumlah laba laba yang ada di sekitar kita, yaitu mereka yang tidak lagi butuh berpikir apa, di mana, dan kapan ia makan, tetapi yang mereka pikirkan adalah " siapa yang akan mereka jadikan mangsa ".
Rosululloh Muhammad saw mengibaratkan seorang mukmin sebagai lebah,sesuatu yang tidak merusak dan tidak pula menyakitkan :" Tidak makan kecuali yang baik, tidak menghasilkan kecuali yang bermanfaat dan jika menimpa sesuatu tidak nerusak dan  tidak memecahkannya, kehadirannya dinanti orang.  apabila pergi sedihlah orang ".
Bisakah kita ini menjadi manusia lebah yang selalu dirindukan orang, bukan manusia semut apalagi manusi laba laba ?.
Mudah mudahan Alloh selalu memberikan insting kuat , memberikan hidayah , memberikan kekuatan iman  memberikan kesehatan , serta memberikan yang terbaik dan halal untuk kita  juga anak cucu kita, aamiiin ya Robbal 'Aalamiiin tsummal haldulillaahi Robbil 'Aalamiiin.(Sudono Syueb/ed)

Post a Comment

0 Comments