About Me


AKU HANYA LELAKI BIASA


Oleh: W.Yono

(Pelapak di Rumah Baca Cahaya)

Harianindonesiapost.com
Aku bukan lelaki berdasi bunga
Dengan emblem mengkilat di dada
Yang mulutnya penuh busa
Menghitung anggaran belanja
Bukan untuk rakyat jelata
Tapi untuk diri dan keluarga

Aku bukan lelaki berpeci lacip
Dengan baju batik harum mewangi
Berkacak pinggang nyuruh sana nyuruh sini
Larang itu dan ini
Yang tak berlaku untuk diri

Aku bukan lelaki intelek
Dengan nalar tinggi mengangkasa
Segala teori dan kalkulasi didedahkan
Cerdik pandai berkhutbah di atas menara
Namun lupa dimana kaki berpijak

Aku bukan lelaki berkalung sorban
Dengan menepuk dada mengkapling
Segala kebaikan diri
Seolah-olah hidup hanya untuk diri sendiri

Aku bukan lelaki berdasi bunga
Bukan pula lelaki intelek
Bukan pula lelaki berpeci lancip
Apalagi lelaki berkalung sorban.
Bukan !

Aku hanyalah lelaki biasa
Yang hanya bisa menjadi makmum
Di barisan orang-orang yang bergerak
Menyuarakan keprihatinan

Aku hanyalah lelaki biasa
Yang hanya bisa mengisi deretan shaf
Shaf Orang-orang yang menyuarakan empati kemanusiaan
Shaf Orang-orang yang mau menggemakan kebaikan untuk sesama

Aku hanyalah lelaki biasa
Yang hanya bisa berikhtiar semampunya
Karena selebihnya
Itu wewenang Allah Ta’ala.(Sudono Syueb/ed)

Blimbing, 26 April 2020

#Bersama di barisan shaf orang-orang yang bergerak berikhtiar memutus mata rantai covid-19

Post a Comment

0 Comments