MUHASABAH KE-57: HAKIKAT BERIMAN KEPADA NABI & RASUL ALLAH SWT (bagian ke-10)


Oleh: Amrozi Mufida

Harianindonesiapost.com
بسم الله الرحمن الرحيم 

*21. Nabi Muhammad SAW Sebagai Pemimpin Bisnis dan Entrepreneurship*

Salah Satu aspek kehidupan Nabi Muhammad SAW yang kurang mendapatkan perhatian serius adalah kepemimpinan beliau dalam bidang bisnis dan entrepreneurship. Nabi Muhammad SAW lebih dikenal sebagai nabi, rasul, pemimpin masyarakat, pemimpin negara, dan pemimpin militer. 

Padahal sebagian besar kehidupan beliau sebelum menjadi Nabi dan Rasul Allah SWT adalah sebagai seorang pengusaha dan wirausahawan. 

Nabi Muhammad SAW telah memulai merintis karir bisnis dan dagangnya saat berusia 12 tahun dan memulai bisnis dan usahanya sendiri saat berusia 17 tahun. Pekerjaan ini terus beliau lakukan sampai menjelang beliau menerima wahyu dari Allah pada saat beliau berumur 37 tahun. 

Dengan demikian, Nabi Muhammad SAW telah berprofesi sebagai pedagang, pebisnis, dan pengusaha selama lebih kurang 25 tahun, dari umur 12 sampai 37 tahun. Angka ini sedikit lebih lama dari masa kenabian dan kerasulan beliau yang berlangsung selama lebih kurang 23 tahun, dari umur 40 sampai 63 tahun. 

Karir bisnis Nabi Muhammad SAW dimulai ketika beliau ikut pamannya, Abu Thalib, berdagang ke Syria saat berumur 12 tahun. Sejak itulah beliau melakukan semacam kerja magang sebagai karyawan yang berguna kelak ketika beliau mengelola bisnisnya sendiri. 

Menjelang usia dewasa, yaitu umur 17 tahun, Nabi Muhammad SAW memutuskan perdagangan sebagai karirnya. Profesi sebagai pedagang ini telah dimulai oleh beliau dengan modal dari Siti Khadijah. Ketika merintis karirnya tersebut, beliau memulai dengan berdagang kecil-kecilan di kota Makkah. 

Beliau membeli barang-barang dari satu pasar kemudian menjualnya kepada orang lain. Sampai kemudian beliau menerima modal dari para investor, para janda kaya, dan anak-anak yatim yang tidak sanggup menjalankan sendiri dananya. Beliau menjalankan bisnis dengan para investor tersebut berdasarkan kerjasama mudharabah (bagi hasil). 

Dalam melakukan bisnisnya tersebut, Nabi Muhammad SAW memperkaya diri dengan kejujuran, keteguhan memegang amanat dan janji, dan sifat-sifat mulia lainnya. Akhirnya, penduduk Makkah mengenal beliau sebagai seorang yang terpercaya (Al-Amin). 

Waktu Itu, para pemilik modal di Makkah semakin banyak yang membuka peluang kemitraan dengan Nabi Muhammad SAW, termasuk janda kaya raya Siti Khadijah yang menawarkan kemitraan dagangnya berdasarkan kerjasama mudharabah (bagi hasil). Kemudian Nabi Muhammad SAW menikah dengan Siti Khadijah dan menjalankan bisnis dan usaha bersama. 

Lebih kurang 28 tahun lamanya, dari umur 12 sampai 37 tahun, Nabi Muhammad SAW menjalankan usaha dagang tersebut. Wilayah perdagangan beliau meliputi Yaman, Syria, Busra, Irak, Yordania, Bahrain, dan kota-kota perdagangan di jazirah Arab lainnya. Dengan demikian, di usia muda beliau sudah menjadi pedagang regional karena wilayah perdagangannya meliputi hampir seluruh jazirah Arab 

Perjalanan karir perdagangan dan bisnis Nabi Muhammad SAW dapat dirumuskan sebagai berikut. Beliau telah mengenal perdagangan dan bisnis pada umur 12 tahun dengan istilah magang sebagai karyawan. Hal itu terus dilakukan sampai umur 17 tahun ketika beliau sudah mulai membuka usaha sendiri. Dengan demikian, pada usia ini beliau sudah menjadi seorang business manager (manager bisnis). Dan ketika para pemilik modal di Makkah mempercayakan pengelolaan perdagangan mereka kepada beliau, maka beliau menjadi seorang investment manager (manager investasi). Ketika beliau menikah dengan Siti Khadijah dan terus mengelola perdagangannya, maka status beliau naik menjadi business owner (pemilik bisnis). Dan ketika beliau menginjak usia pertengahan 30-an, beliau menjadi seorang Investor dan mulai memiliki banyak waktu untuk memikirkan kondisi masyarakat Makkah. Pada saat itu beliau sudah mencapai apa yang diistilahkan oleh Robert Kiyosaki sebagai financial freedom (kebebasan finansial).

Kemudian setelah itu, Nabi Muhammad SAW mulai sering menyendiri (uzlah) ke gua Hira'. Hal itu terus beliau lakukan sampai kemudian beliau mendapatkan wahyu pertama dari Allah SWT lewat Malaikat Jibril AS. Dan sejak saat itu, beliau memulai periode baru dalam hidupnya sebagai Nabi dan Rasul Allah SWT.

_Wallahu a'lam_

Penulis adalah :
Wakil Ketua PCM Babat 
Anggota MPK PDM Lamongan 
Sekretaris MUI Kecamatan Babat 
Penyuluh Agama Islam Kecamatan Babat 
Perwakilan Travel Umroh & Haji Plus PT *Tursina* _(Tur Silaturrahim Nabi)_

Sabtu, 19 Rajab 1441 H / 14 Maret 2020 M

http://t.me/kajianAmrozi

Post a Comment

0 Comments