Socialize

MUHASABAH KE-55: HAKIKAT BERIMAN KEPADA NABI & RASUL ALLAH SWT (bagian ke-8)


Harianindonesiapost.com
Oleh: Amrozi Mufida

بسم الله الرحمن الرحيم 

*19. Akhlak Nabi Muhammad SAW dengan Allah SWT*

Meskipun Nabi Muhammad SAW sudah dimuliakan Allah SWT dengan kenabian dan kerasulan beliau, dengan sebutan kekasih Allah SWT, bahkan ditegaskan bahwa dosa beliau sudah diampuni oleh Allah SWT, akan tetapi beliau adalah orang yang paling giat melakukan ibadah, bahkan amat sangat rakus dalam beribadah, tiap waktu dan kesempatan beliau gunakan untuk beribadah. 

Mughiroh bin Syu'bah RA berkata, "Karena terlalu banyak berdiri (untuk shalat) sampai bengkak kaki beliau sehingga salah seorang sahabat berkata kepada beliau, "Bukankah Allah SWT telah mengampuni dosa engkau baik yang dulu maupun yang akan datang?" Beliau menjawab, "Apakah tidak pantas bagiku menjadi hamba Allah SWT yang banyak bersyukur?"  HR Bukhari 

Aisyah RA berkata, "Rasulullah SAW pernah membaca satu ayat Al-Qur'an semalam (suntuk)." HR Tirmidzi

Abu Dzar Al-Ghifari RA berkata, "Rasulullah SAW pernah sampai shubuh membaca satu ayat, dan ayat itu adalah, "Dan jika Engkau menyiksa mereka, mereka adalah hamba-hamba Engkau. Dan jika Engkau mengampuni mereka, maka Engkau Maha Perkasa Maha Bijaksana (QS Al-Maidah [5]: 118)." HR Nasa'i 

Aisyah RA berkata, "Rasulullah SAW pernah berpuasa sehingga kami berkata bahwa beliau tidak berbuka. Dan beliau pernah berbuka sehingga kami berkata bahwa beliau tidak berpuasa. Dan aku tidak melihat Rasulullah SAW menyempurnakan puasanya selama sebulan kecuali pada bulan Ramadhan. Dan aku tidak melihat beliau paling banyak puasanya kecuali pada bulan Sya'ban." HR Bukhari Muslim 

Anas bin Malik RA berkata, "Kamu tidak melihat beliau shalat di malam hari, hanya aku yang melihatnya, dan tidak juga melihat beliau tidur malam, hanya aku yang melihatnya." HR Bukhari 

Abdullah bin Shahr RA berkata, "Aku mendatangi Rasulullah SAW pada saat beliau sedang mengerjakan shalat, dan dari perut beliau terdengar suara seperti bunyi air yang sedang mendidih, karena suara tangisan." HR Tirmidzi 

Rasulullah SAW bersabda, "Dijadikan penyejuk hatiku di dalam shalat." HR Ahmad dan Nasa'i 

Para Sahabat RA berkata, "Adalah Rasulullah SAW setiap menghadapi masalah rumit, beliau langsung mengerjakan shalat." HR Thabrani

Abdullah bin Umar RA berkata, "Aku hafal dari Nabi SAW sepuluh rakaat (shalat sunnah), yaitu dua rakaat sebelum Dhuhur, dua rakaat sesudahnya (Dhuhur), dua rakaat sesudah Maghrib di rumahnya, dua rakaat sesudah Isya' di rumahnya, dan dua rakaat sebelum Shubuh." HR Bukhari Muslim 

Aisyah RA berkata, "Rasulullah SAW tidak pernah menambah (Shalat Malam) pada bulan Ramadhan dan tidak juga pada selainnya (Ramadhan), lebih daripada sebelas rakaat, (yaitu) beliau shalat empat (rakaat), kamu jangan tanya tentang bagus dan lamanya, kemudian beliau shalat empat (rakaat), kamu jangan tanya tentang bagus dan lamanya, lantas beliau shalat tiga (rakaat)." Aisyah RA berkata, "Aku bertanya, ya Rasulullah, apakah paduka tuan tidur sebelum witir?" Beliau bersabda, "Ya Aisyah, sesungguhnya dua mataku tidur, tetapi hatiku tidak tidur." HR Bukhari Muslim


_Wallahu a'lam_

Penulis adalah :
Wakil Ketua PCM Babat 
Anggota MPK PDM Lamongan 
Sekretaris MUI Kecamatan Babat 
Penyuluh Agama Islam Kecamatan Babat 
Perwakilan Travel Umroh & Haji Plus PT *Tursina* _(Tur Silaturrahim Nabi)_

Kamis, 17 Rajab 1441 H / 12 Maret 2020 M

http://t.me/kajianAmrozi

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel