MUHASABAH KE-53: HAKIKAT BERIMAN KEPADA NABI & RASUL ALLAH SWT (bagian ke-6)


Oleh: Amrozi Mufida

Harianindonesiapost.com
بسم الله الرحمن الرحيم 


17. Akhlak dan Sifat Nabi Muhammad SAW

_Ali bin Abi Thalib RA juga banyak menerangkan akhlak dan sifat Nabi Muhammad SAW karena dia orang yang paling mengetahui pribadi beliau. Dia banyak bergaul dengan beliau, di samping itu, dia adalah orang yang ahli tentang penilaian dan ucapan. Dia berkata (HR Tirmidzi)_

a) Nabi Muhammad SAW tidak punya cacat dalam perkataan dan perbuatan, tidak berpura-pura, tidak memberatkan sesuatu lebih-lebih di pasar, tidak membalas keburukan dengan keburukan tetapi sudi melupakan dan memaafkan kesalahan orang, tangan beliau tidak pernah memukul seseorang atau sesuatu selain dalam berjihad fi sabilillah, tidak pernah memukul khadam atau wanita, tidak mempunyai perasaan balas dendam terhadap penganiayaan selain apabila melanggar larangan Allah SWT, apabila seseorang melanggar larangan Allah SWT maka beliau menjadi marah semarah-marahnya, apabila beliau harus memilih antara dua hal beliau selalu memilih yang lebih gampang, dan apabila beliau berada di rumah beliau menjadi manusia biasa, yaitu mencuci pakaian, memerah kambing, dan mengerjakan pekerjaan rumah sendiri. 

b) Nabi Muhammad SAW lebih banyak diam, tidak bicara kalau tidak perlu, mengajarkan manusia saling mendekati bukan saling menjauhi, memuliakan orang yang dimuliakan kaumnya, selalu bermuka manis dan berseri-seri menghadapi siapa pun saja, selalu memperhatikan keadaan para sahabat, menilai baik setiap kebaikan dan menguatkannya, menilai jelek setiap kejelekan dan berusaha melenyapkannya, selalu dalam kesedangan tidak berlebihan, tidak pernah lalai supaya tidak lengah dan bosan, setiap kejadian menurut beliau pasti ada kebaikannya, tidak pernah mengurangi yang hak atau melampauinya, selalu mendahulukan orang yang lebih baik, orang yang paling baik menurut beliau adalah orang yang paling umum nasihatnya, paling penting kedudukannya, dan paling baik sikapnya terhadap orang-orang yang melarat dan memberikan pertolongan kepadanya. 

c) Nabi Muhammad SAW berdiri atau duduk selalu dalam keadaan ingat kepada Allah SWT, apabila beliau memasuki tempat orang banyak berkumpul beliau mengambil tempat duduk di mana saja ada tempat yang luang, apabila beliau berkumpul setiap orang diberi kesempatan untuk berbicara, beliau tidak pernah memandang seseorang yang duduk bersama beliau dianggap lebih penting dari yang lain, terhadap siapa pun saja yang datang dan berhajat beliau tanamkan kesabaran dan tidak berputus asa supaya orang tersebut dapat mengatasi sendiri permasalahannya, apabila ada orang datang meminta apa pun saja beliau tidak pernah menolak, kalau beliau menolak selalu dengan kata-kata yang halus, setiap orang selalu mendapatkan pelayanan yang baik seolah-olah beliau seorang bapak terhadap anak-anaknya, majelis beliau selalu merupakan majelis ilmu, tidak ada yang bersuara dengan suara keras, tidak pernah menyinggung kehormatan orang, tidak membuka aib orang, semua yang hadir dengan perasaan sama sederajat, tidak ada kelebihan antara satu dengan yang lainnya kecuali soal taqwa, yang tua dihormati dan yang muda disayangi, mementingkan orang yang harus mendapatkan bantuan, dan menjaga perasaan orang yang baru (asing).


_Wallahu a'lam_

Penulis adalah :
Wakil Ketua PCM Babat 
Anggota MPK PDM Lamongan 
Sekretaris MUI Kecamatan Babat 
Penyuluh Agama Islam Kecamatan Babat 
Perwakilan Travel Umroh & Haji Plus PT *Tursina* _(Tur Silaturrahim Nabi)_

Selasa, 15 Rajab 1441 H / 10 Maret 2020 M

http://t.me/kajianAmrozi

Post a Comment

0 Comments