MUHASABAH KE-45: HAKIKAT BERIMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH SWT (bagian ke-7)_


Oleh: Amrozi Mufida

Harianindonesiapost.com
بسم الله الرحمن الرحيم 


8.3. Bukti Kebenaran Al-Qur'an

Al-Qur'an memiliki banyak sifat dan fungsi. Antara lain adalah menjadi bukti kebenaran kenabian Nabi Muhammad SAW. Bukti kebenaran kenabian tersebut diungkapkan di dalam Al-Qur'an dalam tahapan-tahapan tantangan. 

8.3.1. Al-Qur'an menantang siapa pun saja yang meragukannya, coba bisakah dia membuat kitab seperti Al-Qur'an. QS Ath-Thur (52): 34
8.3.2. Al-Qur'an menantang siapa pun saja yang meragukannya, coba bisakah dia membuat sepuluh surat saja seperti Al-Qur'an. QS Hud (11): 13
8.3.3. Al-Qur'an menantang siapa pun saja yang meragukannya, coba bisakah dia membuat satu surat saja seperti Al-Qur'an. QS Yunus (10): 38 
8.3.4. Al-Qur'an menantang siapa pun saja yang meragukannya, coba bisakah dia membuat susunan kalimat seperti atau kurang lebih sama dengan satu surat saja seperti Al-Qur'an. QS Al-Baqarah (2): 23

8.4. Di dalam Al-Qur'an, ada tiga aspek yang dapat menjadi bukti kebenaran kenabian Nabi Muhammad SAW dan sekaligus menjadi bukti kebenaran Al-Qur'an. 

8.4.1. Aspek Keindahan dan Ketelitian Redaksinya

8.4.1.1. Keseimbangan antara Jumlah Bilangan Kata dengan Lawan Katanya, misalnya:
*Kata Al-Hayat (Hidup) dan Al-Maut (Mati), masing-masing disebutkan sebanyak 145 kali 
*Kata Ash-Shalihat (Kebaikan) dan As-Sayyiat (Keburukan), masing-masing disebutkan sebanyak 167 kali 
*Kata Thuma'ninah (Ketenangan, Kelapangan) dan Adh-Dhiq (Kekesalan, Kesempitan), masing-masing disebutkan sebanyak 13 kali 

8.4.1.2. Keseimbangan antara Jumlah Bilangan dengan Persamaan Katanya, misalnya:
*Kata Al-Harts dan Az-Zira'ah (Membajak, Bertani), masing-masing disebutkan sebanyak 14 kali 
*Kata Al-'Ushb dan Adh-Dhurur (Angkuh), masing-masing disebutkan sebanyak 27 kali 
*Kata Al-Jahr dan Al-'Alaniyah (Nyata), masing-masing disebutkan sebanyak 16 kali 

8.4.2. Aspek Pemberitaan Ghaibnya

Di dalam QS Yunus (10): 92, Fir'aun yang mengejar Nabi Musa AS diberitahukan bahwa badan Fir'aun akan diselamatkan Allah SWT untuk menjadi pelajaran pada generasi berikutnya. Cerita ini tidak ada seorang pun yang mengetahuinya karena ia telah terjadi sekitar tahun 1200 SM. Ternyata, pada awal abad ke-19, tepatnya pada tahun 1896 M, seorang ahli purbakala yang bernama Loret menemukan di Lembah Raja-Raja Luxor Mesir, ada satu mumi yang dari data-data sejarah terbukti bahwa dia adalah Fir'aun yang bernama Maniptah yang pernah mengejar Nabi Musa AS. 
Selain itu, pada tanggal 8 Juli 1908 M, Elliott Smith mendapatkan ijin dari pemerintah Mesir untuk membuka pembalut-pembalut Fir'aun. Ternyata, ia merupakan satu jasad utuh seperti yang diceritakan Al-Qur'an 

8.4.3. Aspek Isyarat Ilmiahnya

Banyak sekali isyarat ilmiah yang terkandung di dalam Al-Qur'an, misalnya:
*Tentang Teori Heliosentris, yaitu bahwa matahari sebagai pusat peredaran alam raya. QS Yaa Siin (36): 38, Yunus (10): 5
*Tentang jenis kelamin anak merupakan hasil dari sperma pria, sedangkan wanita sekedar mengandung karena dia hanya bagaikan ladang. QS Al-Baqarah (2): 223
*Tentang air merupakan asal kehidupan dan semua makhluk hidup diciptakan darinya. QS Al-Anbiya' (21): 30, An-Nur (24): 45 
*Tentang fase-fase pertumbuhan janin, dari air mani menjadi segumpal darah, kemudian menjadi segumpal daging, lantas dijadikan tulang, dan tulang dibungkus daging. Akhirnya, Allah SWT menjadikan makhluk baru yaitu manusia. QS Al-Mu'minun (23): 12-14, Al-Hajj (22): 5


__Wallahu a'lam_

Penulis adalah :
1) Wakil Ketua PCM Babat, Anggota MPK PDM Lamongan, 
2) Sekretaris MUI Kecamatan Babat, 
3) Penyuluh Agama Islam Kecamatan Babat dan 
4) Perwakilan Travel Umroh & Haji Plus PT Tursina]_

Senin, 7 Rajab 1441 H/ 2 Maret 2020 M

http://t.me/kajianAmrozi

Post a Comment

0 Comments