Socialize

MUHASABAH KE-44: HAKIKAT BERIMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH SWT (bagian ke-6)


Oleh: Amrozi Mufida

Harianindonesiapost.com
بسم الله الرحمن الرحيم 

*8. Al-Qur'an Sebagai Kitab Suci Allah SWT Yang Terakhir*

Di antara kemurahan Allah SWT kepada umat manusia adalah bahwa Dia selalu memberikan bimbingan dan petunjuk kepadanya ke arah kebaikan. Dari waktu ke waktu, Dia selalu mengutus Nabi dan RasulNya kepada umat manusia dengan membawa Kitab Suci dariNya. Mereka menyuruh kepada umat manusia untuk beribadah hanya kepada Allah SWT saja, menyampaikan kabar gembira, dan memberikan kabar ancaman untuk menjadi bukti bagi umat manusia. QS An-Nisa' (4): 165 

*8.1. Pengertian Al-Qur'an*

Menurut bahasa, Al-Qur'an mempunyai arti mengumpulkan dan menghimpun, yaitu mengumpulkan dan menghimpun huruf-huruf dan kata-kata satu dengan yang lain dalam suatu ucapan yang tersusun rapi. QS Al-Qiyamah (75): 17-18

Sedangkan menurut istilah, Al-Qur'an adalah Firman Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang membacanya merupakan suatu ibadah. 

Al-Qur'an adalah Firman Allah SWT. Ini berarti bahwa Al-Qur'an bukan ucapan malaikat, jin, dan manusia. 

Al-Qur'an adalah Kitab Suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Ini membatasi bahwa Al-Qur'an tidak termasuk Kitab Suci yang diturunkan kepada para Nabi dan Rasul sebelum Nabi Muhammad SAW, seperti Taurat, Zabur, dan Injil. 

Dan membaca Al-Qur'an merupakan suatu ibadah. Ini maksudnya adalah bahwa membaca Al-Qur'an berbeda dengan membaca Al-Hadits, Nahwu, Shorof, Balaghoh, Fiqih, Ushul Fiqih, Tauhid, dan kitab-kitab lainnya. Jika kita membaca Al-Qur'an, maka kita mendapatkan dua pahala, yaitu pahala menuntut ilmu dan pahala membacanya. Tetapi, jika kita membaca kitab selain Al-Qur'an, maka kita hanya mendapatkan satu pahala saja, yaitu hanya pahala menuntut ilmunya saja. 

*8.2. Nama-Nama Al-Qur'an*

Allah SWT menamakan Al-Qur'an dengan beberapa nama, di antaranya adalah:

*8.2.1. Al-Qur'an (Bacaan).* QS Al-Isra' (17): 9
*8.2.2. Al-Kitab (Tulisan).* QS Al-Baqarah (2): 2, Al-Anbiya' (21): 10 
*8.2.3. Al-Furqon (Pembeda).* QS Al-Furqon (25): 1
*8.2.4. Adz-Dzikr (Peringatan).* QS Al-Hijr (15): 9
*8.2.5. At-Tanjil (Yang Diturunkan).* QS Asy-Syu'ara' (26): 192

Dari kelima nama tersebut, Al-Qur'an dan Al-Kitab merupakan nama yang lebih populer dan masyhur daripada yang lainnya. Ia dinamakan Al-Qur'an karena ia dibaca dengan lisan. Dan ia dinamakan Al-Kitab karena ia ditulis dengan pena. Sehingga kedua nama ini menunjukkan makna yang sesuai dengan kenyataan dan realitanya. 

Kedua nama ini lebih populer memberikan isyarat bahwa ia layak dan pantas dijaga dan dipelihara dalam bentuk hafalan dan tulisan. Ia perlu dihafal oleh para hafidz dan ditulis di mushhaf agar apabila di antara salah satu dari keduanya ada yang melenceng, maka yang lain akan membetulkan dan meluruskanya. 

Kita tidak dapat menyandarkan hanya kepada hafalan seseorang sebelum hafalannya sesuai dengan tulisan yang telah disepakati para sahabat yang sudah dinukilkan kepada kita dari generasi ke generasi menurut keadaan pada waktu pertama kali Al-Qur'an dibuat. Kita juga tidak dapat menyandarkan hanya kepada tulisan penulis di mushhaf sebelum tulisan itu sesuai dengan hafalan seorang hafidz berdasarkan sanad yang sahih dan mutawatir. 

Dengan penjagaan ganda ini, Al-Qur'an tetap terjaga dan terpelihara dalam benteng yang sangat kuat dan kokoh. Hal itu untuk mewujudkan janji Allah SWT yang menjamin terjaga dan terpeliharanya Al-Qur'an. Dengan demikian, Al-Qur'an tidak mengalami penyimpangan, perubahan, pengurangan, dan keterputusan sanad seperti terjadi pada kitab-kitab sebelum Al-Qur'an. QS Al-Hijr (15): 9

__Wallahu a'lam_
Penulis adalah :
1) Wakil Ketua PCM Babat, Anggota MPK PDM Lamongan, 
2) Sekretaris MUI Kecamatan Babat, 
3) Penyuluh Agama Islam Kecamatan Babat dan 
4) Perwakilan Travel Umroh & Haji Plus PT Tursina]_

Ahad, 6 Rajab 1441 H/ 1 Maret 2020 M

http://t.me/kajianAmrozi

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel