Kopi Selir Nan Gurih


Oleh: Sudono Syueb

Harianindonesiapost.com Kata sahabatku Zainul Muttaqin, sang pujangga dari pantura, Lamongan, bahwa ada kopi puahit manis nan gurih. 
Sambil dia acungkan dua jempol dan satu mawar merah.
Saya penasaran, lalu bertanya, kopi apa itu Pujangga? 
Sambil ketawa
Pujangga itu menjawab dengan ramah,  kopi racikan sendiri, Abah Sudono Syueb tercinta (dia memang suka nambahi kata tercinta di belakang nama saya sebagai tanda keakraban) yang dicampur dengan kelapa gorengan buat aroma gurih. Aroma sedap rasa gurih. Dan perseliran itu emang membuat kegurihan.

Dia kaitkan kopi selir gurih dengan selir Raja raja yang gurih, mungkin karena ada kesamaan istilah dan rasa.

Ya, apa karena rasa gurih perseliran itu banyak raja menyukai banyak selir dari berbagai plosok desa.Selir yang masih perawan barang tentu. Tentu gurih dan wangi. Yang jadi selir pun suka karena derajat sosial dan ekonomi keluarganya jadi naik tingkat. Sebab jika Raja berkenan ambil selir dan merasa puas dengan pelayanan selir selir tersebut, Raja akan memberikan hadiah harta yang lumayan.
Maka itu jangan memandang rendah dan sebelah mata pd status selir.

Selir memang bukan garwa padmi (resmi) sang raja. Selir hanya garwa ampil (gundik/simpanan) raja alias istri tak resmi. Tapi karena rasa gurih dan wangi para selir itulah maka para raja menyukainya bagaikan nyeruput kopi selir campur kelapa goreng ala pujamgga Sedayu Lawas di siang hari sambil ditemani para selir bergantian. Memang, sesuai kesepakatan, selir hanya boleh menemani sang raja nyeruput kopi selir di siang hari. Sedang malam hari bagiannya garwa padmi menyuguhi kopi gingseng pada sang raja.

Temanku Zainul Muttaqin menambahi, kalau perseliran ala politik mencari keuntungan dan kekuasaan, Abah Sudono Syueb tercinta.

Betul Pujangga...
Maka itu para abdi dalem, para adipati dan punggowo yang lain, para pengusaha dan termasuk para rakyat, rame rame persembahkan anak gadisnya kepada sang raja untuk dipilih sebagai selir. Agar keluarga selir mendapatkan imbalan dari sang raja, baik berupa harta benda, derajat maupun pangkat

Selir adalah simbol kehebatan dan kekuatan sang raja, segaligus simbul kelemahannya. Karena itu selir dipakai bawahan raja untuk   transaksi politik.

"Atau bahasa lugasnya, Raja belum teruji kelaki-lakiannya dan belum bisa dibilang Raja kalau belum punya banyak selir," kata pujangga menutup perbincangan kami.

Post a Comment

0 Comments