Socialize

Jangan Takut Virus Corona


Oleh;  Sudono Syueb

(Dosen Fikom Unitomo, Sursbaya)

Harianindonesiapost.com Sekarang ini sedang viral berita tentang virus corona di seluruh dunia. Penduduk dunia hampir semua pada ketakuan terpapar virus terdsebut. Takut terpapar berarti takut mati. Padahal mati itu pasti. 

كل نفس ذاءقة موت

Kita semua ini menuggu mati, antri mati.(QS Al Ankabut: 57)

Sebagai orang beriman kepada Allah, kita tidak perlu takut mati. Yang kita takutkan adalah kita mati tidak membawa bekal yang bisa menyelamatkan kita dalam perjalanan di akhirat menuju Allah.

 Suatu perjalanan tentu memerlukan perbekalan yang memadai. Perjalanan dari rumah ke tempat kerja paling tidak memerlukan bekal bensin atau uang transport untuk pergi-pulang. Pulang mudik tentu bekalnya harus lebih banyak lagi. Pergi ke tanah suci, bekalnya di samping harus banyak juga lengkap, jasmani, rohani, jiwa dan raga.

Nah, apatah lagi ini perjalanan panjang kampung akhirat, bekalnya haruslah dipersiapkan sebaik-baiknya dan selengkap-lengkapnya saat di alam dunia ini. Dan tidak lain, bekal itu adalah taqwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Allah menyatakan di dalam firman-Nya:

…..وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَاأُوْلِي اْلأَلْبَا

Artinya: “…..Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa, dan bertaqwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal”. (Q.S. Al-Baqarah [2]: 197).

Allah memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya untuk menyiapkan bekal suatu perjalanan, dalam hal ini ayat berbicara berkaitan dengan perjalanan haji. Karena penyiapkan bekal untuk itu merupakan tindakan menghindari dari membutuhkan bantuan orang lain.

Di dalam sebuah hadits disebutkan, adalah penduduk Yaman pergi berhaji. Mereka sengaja tidak membawa bekal dan berkata, “Kami hanya bertawakal kepada Allah”. Maka Allah berfirman, “Berbekallah kalian. Sesungguhnya sebaik-baik bekal ialah ketakwaan”.

Dilansir dari Rumayso.com bahwa Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di rahimahullah mengatakan , "Bekal yang awalnya yang tetap mesti ada di dunia dan di akhirat adalah bekal takwa, ini adalah bekal yang mesti dikirim ke negeri akhirat yang kekal abadi. Bekal ini diperlukan untuk kehidupan yang penuh kelezatan di akhirat dan negeri yang kekal abadi selamanya. Siapa saja yang pulang bekal ini, perjalanannya akan terputus dan akan mendapatkan berbagai kesulitan, bahkan ia tidak bisa sampai di negeri orang yang bertakwa. Inilah pujian bagi yang bertakwa. ” ( Taisir Al-Karim Ar-Rahman , hlm. 92)

Al-Qasimi berkata, “Persiapkanlah ketakwaan untuk hari kiamat (yaumul ma'ad). Karena sudah jadi kepastian bahwa orang yang bersafar di dunia mesti memiliki bekal. Musafir tersebut membutuhkan makan, minum dan kendaraan. Sama halnya dengan safar dunia menuju akhirat juga butuh bekal. Bekalnya adalah dengan ketakwaan pada Allah, amal taat dan menjauhi berbagai larangan Allah. Bekal ini Tentu lebih utama dari bekal saat safar di dunia. Bekal dunia tadi hanya memenuhi keinginan jiwa dan nafsu syahwat. Sementara bekal akhirat (takwa) akan mengantarkan pada kehidupan abadi di akhirat. " ( Mahasin At-Ta'wil , 3: 153. Dinukil dari Kunuz Riyadh Ash-Shalihin , 10: 125)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel