Istri Selir Pembuat Sejarah Politik Dunia


Oleh: Sudono Syueb

Harianindonesiapost.com Tidak semua istri selir selamanya  hanya sebagai "budak" belaka yang hanya berfungsi menemani Raja di panggung politik belakang saja yang tak terlihat publik.
Memang selama ini,  Istri selir hanya boleh menemani Raja myeruput kopi selir di siang hari dalam kerajaan, dia tidak boleh menyuguhkan kopi selir di malam hari. Karena malam hari milik istri padmi, istri sah Raja Istri selir juga tidak boleh menemani Raja di panggung politik depan, misalnya menemani Raja menerima tamu negara sahabat. Isteri selir juga tidak boleh menemani Raja kunjungan ke luar negeri, juga tifak boleh ikut Raja turba ke daerah. Panggung politik depan milik istri padmi, istri prameswari, istri sah Raja.

Akan tetapi ada juga beberapa istri selir bernasib mujur. Dia diangkat jadi istri sah (padmi) Raja karena berbagai alasan. Misalnya karena istri padmi meninggal, atau dicerai Raja, atau diusir Raja dari kerajaan karena melakukan makar dll.
Salah satu istri selir yang bernasib mujur karena diperistri oleh Raja adalah Al Khayzuran binto Atta. Dia diperistri oleh  Kholiafah Al Mahdi zaman dinasti Abbasyiah  dan kemudian menjadi Ratu dan  dan penasehat anak anaknya yang jadi Raja/Kholifah yaitu Al Al Hadi dan Harus Al Rosyid. Dia adalah Al-Khayzuran binti Atta

Dilansir dari antvklik.com, Al-Khayzuran binti Atta adalah salah satu wanita cantik yang paling berpengaruh dalam sejarah. Ia berasal dari Jorash (Arab Saudi) dan menjadi Ratu dari Khalifah Abbasiyah al-Mahdi sekaligus ibu dari Khalifah al-Hadi dan Harun al-Rashid, Raja terbesar dalam sejarah Dinasti Abbasiyah. Sebelum menjadi Ratu, dimasa remajanya Al-Khayzuran sempat mengalami masa suram. Ia diculik oleh seorang Badui dan dijual di sebuah pasar budak di dekat Kota Mekah, sampai kemudian ia dibeli untuk dijadikan pelayan Al-Mahdi. Keberuntungan mulai berpihak padanya, saat ia diangkat menjadi salah satu selir favorit raja. Perempuan cantik ini terkenal akan kecerdasannya. Ia juga punya ambisi tinggi untuk menjadikan putranya Harun al-Rashid sebagai pewaris tunggal tahta kerajaan. Saking terkenalnya, sosok Al-Khayzuran dikenang dan diabadikan dalam kepingan mata uang istana dan makam setiap Raja Abbasiyah dari zaman ke zaman.

Post a Comment

0 Comments