Socialize

HIDUPLAH DI DUNIA SEPERTI PENGEMBARA


Oleh: MASYKUR SARMIAN

Harianindonesiapost.com 
بسم الله الرحمن الرحيم

Dari Ibnu Umar RA, ia berkata :

: *أَخَذَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم بِمَنْكِبَيَّ فَقَالَ : كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيْلٍ . وَكاَنَ ابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا يَقُوْلُ : إِذَا أَمْسَيْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ، وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الْمَسَاءَ، وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ، وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ . [رواه البخاري*

Rasulullah saw memegang  kedua pundak saya, seraya bersabda : "Jadilah engkau di dunia seakan-akan orang asing atau pengembara “, Ibnu Umar berkata : Jika kamu berada di sore hari jangan tunggu pagi hari, dan jika kamu berada di pagi hari jangan tunggu sore hari, gunakanlah kesehatanmu untuk (persiapan saat) sakitmu dan kehidupanmu untuk kematianmu" (HR. Bukhori)


1. Dalam kitabnya, Adabud Dunya wad Dien, Al-Mawardi menceritakan tentang kisah seorang yang dikenal sangat sholeh tapi mengapakah dia berjalan menggunakan tongkat, lantas ada yang mencoba bertanya karena penasarannya.

" Mengapakah Tuanku menggunakan tongkat, padahal engkau tidak juga terlalu tua, sakit atau sedang safar ?" Lalu beliau bergegas menjawab tanpa beban, " Agar aku dapat selalu mengingat, bahwa hidup di dunia ini hanya laksana seperti seorang musafir."

Yang menarik dari dialog di atas bukan terletak pada tongkatnya, tapi bagaimana si sholeh tersebut menjadikan "sesuatu tongkat" sebagai sarana mengingatkan akan akhirat dan pengingat bahwa di dunia ini dia hanyalah musafir belaka. Dan ketahuilah bahwa musafir akhirnya akan kembali ke tanah asalnya.

1.1 Ali bin Abi Thalib RA mengatakan :

Sesungguhnya dunia akan hengkang meninggalkan kita, sedangkan akhirat pasti akan datang. Tiap-tiap dari dunia dan akhirat mempunyai anak-anak, karena itu hendaklah kalian menjadi anak-anak akhirat dan janganlah hendaknya kalian menjadi anak-anak dunia. Karena hari ini adalah adalah hari amal dan bukan hari hisab dan besok adalah hari hisab dan bukan hari amal.

1.2. Umar bin Abdul Aziz, dalam khutbahnya mengatakan :

" Sesungguhnya dunia bukanlah negeri yang kekal bagi kalian, karena Alloh telah menetapkan kehancuran bagi dunia dan.memutuskan bahwa penghuninya akan pergi. Betapa banyak bangunan yang kokoh tidak lama kemudian mengalami kehancuran dan berapa banyak orang yang diam sedang menikmati kebahagiaannya kemudian tiba-tiba meninggal dunia. Karenanya hendaklah kalian-
Semoga Alloh merahmati kaliian - memperbaiki kepergian kalian darinya dengan kendaraan yang paling baik yang ada pada kalian dan berbekallah, sesungguhnya bekal terbaik adalah Taqwa".

1.3. Sabda Baginda Rasululloh SAW :

*مالي وللدنيا ؟ ما انا والدنيا ؟ انما مثلي ومثل الدنيا كمثل راكب ظل تحت شجرة ثم راح وتركها*

Apalah artinya dunia ini bagiku ? 
Apa urusanku dengan dunia ?
Sesungguhnya perumpamaanku dan perumpamaan dunia ini ialah seperti pengendara yang berteduh dibawah pohon, ia istirahat sesaat lalu meninggalkannya.

                       ( Al-hadits )

1.4. Sungguh sangat indah dengan apa yang telah dikatakan oleh Ibnul Qoyyim Al Jauzy, ketika beliau menyebutkan bahwa cinta, kerinduan dan harapan seorang muslim akan surga adalah karena surga sejatinya tempat tinggalnya yang sesungguhnya.

1.5.Karena Adam awalnya di surga lalu karena tergoda oleh Iblis beliau harus terusir ke dunia, setelah beliau menebusnya dengan Taubatan nashuha dan amal saleh pastilah beliau akan kembali ke surga sebagai tempat tinggal yang sesungguhnya, bersama orang-orang yang terbaik dalam hidupnya.

1.6.Betapa indahnya ungkapan penyair sebagai berikut :

Palingkan hatimu pada apa saja yang engkau cintai

Ingat... cinta sejati hanya ada pada cinta pertama kali.

Betapa banyak rumah tempat tinggal di bumi yang disinggahi.

Kerinduan sejati tetap pada tempat tinggal pertama kali
( di surga )

1.7.Baginya surga selalu di hati dan dipelupuk mata. Sementara dunia diletakkan dalam genggamannya. Karena dunia hanya numpang lewat saja. Jangan sampai dunia menjadi akhir dari perjalanannya. Hati ini tak akan pernah tenang kecuali sudah benar-benar sampai di "rumah aslinya* juga keluarga sejatinya.

Seperti seorang musafir akan berusaha mempercepat jalannya agar segera sampai rumahnya. begitulah orang-orang mukmin yang mempercepat langkahnya agar segera sampai pada rumah abadinya " Surga"  dalam keadaan aman dan selamat. 

2. Jika dunia bukan tempat yang abadi untuk menetap bagi setiap mukmin, kira-kira sikap seorang mukmin yang benar adalah  seperti orang Asing atau Musafir

2.1 Orang Asing 
Kenapa harus seperti orang asing ?

2.1.1. Karena orang asing
yang tinggal di suatu negara lain, tentu saja tujuan dan cita-citanya bagaimana cari bekaĺ sebanyak-banyaknya untuk pulang ke negeri asal.mereka siapkan seluruh potensi, sumber daya yang ia punya termasuk investasinya, di negeri asalnya ia bangun padepokan terbaik, sebagai tempat rehat saat telah tiba waktunya untuk kembali, negeri yang tidak asing lagi baginya.

2.1.2.  Orang Asing, hatinya tak akan pernah melekat dan bergantung kepada apa yang ada dalam negeri yang asing baginya, justeru hatinya akan selalu terikat kepada negeri asalnya.


2.2. Seorang musafir, 
Kenapa mesti seperti musafir

2.2.1 Karena musafir tidak akan mau menetap lama-lama berada di suatu tempat, kalaupun harus berhenti itu sekedarnya saja dalam rangka menyiapkan energi lebih, bekal menuju perjalanan berikutnya. Sang musafir itu terus berusaha melanjutkan perjalanannya baik siang maupun malam untuk menuju ke negeri asal  Disini dibutuhkan kemantapan hati dan Keyakinan

2.2.2 Musafir yang hebat, akan berusaha membawa bekal yang cukup yang menemani perjalanannya. Dan bekal yang dibawa seharusnya, bekal yg betul2 dibutuhkan. Jangan salah bekal apalagi harus ditukar dengan bekal, jauh dari yang dibutuhkan, karena nanti selain tidak berguna juga dapat merusak tatanan.

2.2.3.   Sang musafir juga tidak akan memberati dirinya dengan beban yang membuat dia payah selama dalam perjalanannya. 

2.2.4. Sang musafir takkan membangun istana selama dalam perjalanannya, yang nantinya akan ditinggalkan dan selamanya takkan pernah kembali lagi.

2.2.5. Dan agar bisa sukses dalam perjalanan sang musafir harus Sabar, Tangguh dan Ikhlas. Karena hanya dengan itu kelapangan jalan akan dimudahkan.

Karena itu menjadi menarik dan mendalam sekali makna pernyataan Rasululloh SAW tersebut :  

*كن في الدنيا كاءنك غريب او عابر سبيل*

"Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan seperti orang asing atau seorang musafir"

2.3. Pertama, Hiduplah di dunia seperti orang Asing :

2.3.1. Sebagaimana orang Asing yang berusaha mengumpulkan asset sebanyak-banyaknya untuk mereka bawa ke negeri asalnya. Maka tiada salah bila mental kita di dunia mengumpulkan asset amal untuk kita bawa ke negeri asal Akhirat - hingga ke Surga-Nya , lewat Zakat kita, sedekah kita, kedermawanan kita, kepedulian kita, Infak kita dan kemurahan hati kita.

2.3.2. Sebagaimana orang Asing secara naluri tidak bisa dipaksa untuk memalingkan cintanya dari negeri Asalnya kepada negeri orang lain. Maka demikian juga bagi seorang mukmin,
Keterikatan Cinta dan Nasionalisme kepada negeri asal ( akhirat ) tidak boleh luntur oleh cinta dan nasionalisme terhadap negeri asing ( yaitu dunia ). Dengan kata lain bila kecintaan kepada dunia (negeri Asing ) mengalahkan kecintaan kepada akhirat ( negeri Asal ) tentunya akan mendistorsi kehidupannya, tanpa disadari pelan-pelan akan merusak tatanan dan menghancurkan sendi-sendi kehidupan.  Seperti orang Asing tidak bisa dipaksa harus mencintai negeri yang  Asing baginya.

Kecintaaan kepada negeri asal ( Akhirat ) perlu bukti yaitu dengan mencintai Alloh, mencintai Rasul-Nya, Meyakini kebenaran Malaikat, Al Quran, mempelajari dan mengamalkannya. Meyakini Hari Kiamat dengan segala konsekwensinya dan meyakini akan qodlo dan taqdir-Nya serta menjalankan ajaran-Nya, sesuai dengan sunnah Rasululloh dengan penuh Iman dan Taqwa.

2.4. Kedua, hiduplah di dunia seperti musafir

2.4.1. Sebagaimana kebiasaan musafir dalam perjalanannya hanya fokus kepada tujuan, kalaupun harus berhenti, berhenti sewajarnya, semata-mata untuk menikmati rehat sejenak kadang menikmati  kuliner atau menyeruput kopi alakadarnya. 

Begitu pula kita, kita adalah musafir yang sesungguhnya. Kumpulan pasukan pengembara menuju Alloh SWT, harus fokus dan konsentrasi dalam mengarahkan perjalanan menuju Alloh, mantapkan keyakinan, luruskan niat, kuatkan Istiqomah lalu katakan dalam hati sanubari "Sesungguhnya sholatku, pengorbananku,hidup dan matiku semata-mata milik Alloh Penguasa Semesta Alam'.

Dengan cara itu insya Alloh hati akan tetap terkendali, langkah kita dapat dikontrol serta tindakan akan senantiasa terukur dalam kebaikan.

2.4 2. Dalam perjalanan sang musafir perlu membawa bekal agar tidak kelaparan dan perjalanannya menjadi lancar. Demikian pula perjalanan musafir menuju Robb., harus mulus, bebas hambatan, efektif, efisien dan sampai ke tujuan dengan selamat serta kelak akan disambut sebagai tamu terhormat. Sejak sekarang mesti mengumpulkan bekal, perlu menyiapkan energi, menyusun langkah, membuat strategi, mengantisipasi adanya hambatan dan tantangan di jalan dengan amal-amal yang berkualitas. Disini sangat  diperlukan kemantapan hati, keyakinan yang dalam, Ketulusan yang penuh, Semangat yang menggelora dan amal yang produktif dan dilakukan dengan penuh kesungguhan.

2.4.3. Musafir yang efektif takkan pernah membebani dirinya dengan barang- barang yang kurang berguna. Apalagi harus menempuh medan perjalanan turun naik gunung tinggi, dengan lembah yang curam.

Demikian pula musafir menemui Ilahi, akan mengalami kesulitan untuk sampai kepada tujuan dengan hambatan dan rintangan yang luar biasa. Pada tahap awal akan kita pertanggung jawabkan tentang umur kita, habis dan berlalu untuk apakah, tentang harta kita, didapat dari mana dan bagaimana cara pemanfaatannya, tentang Ilmu kita bagaimana mendarma baktikan dan  tentang fiski juga pesona diri , untuk apa digunakan ?

Umur ini tidak ada baunya, sewaktu-waktu Alloh bilang stop, ia akan stop dan berakhirlah semuanya, setiap orang akan mengalami kiamat kecil pada saat itu. Setelah baligh hingga sampai waktunya dia di out oleh Alloh SWT, sepanjang itu amal perbuatannya akan dipertanggung jawabkan oleh setiap hamba. Sehingga tak boleh main - main dengan umur ini. Oleh karena itu  dengan anugerah umur, tak boleh lantas menjadi beban kita di akhirat kelak, karunia umur ini haruslah menjadi daya dukung bagi sukses kita di akhirat kelak.
Sejak sekarang setiap tarikan nafas kita harus berisi Dzikrullah, setiap pikiran kita harus full dalam Husnudhon jangan rusak hati ini dengan sifat sombong, tamak, dengki dan iri hati yang dapat menghancurlan sendi-sendi kehidupan.

2.4.4. Musafir akan bisa sukses bila dalam perjalanannya memiliki kesabaran, ikhlas dan tangguh dalam menghadapi setiap cobaan. 

Terlebih-lebih pengembara menuju Alloh SWT, mesti Ikhlas, Sabar dan Istiqomah. Sebab terkadang karena kurang ikhlas kurang mut, terkadang bepergian yang sudah lama direncanakan, bisa gagal seketika karena faktor malas atau dikarenakan satu dan lain hal.  

 Keikhlasan, Kesabaran dan Istiqomah dapat menjadi faktor utama dalam menghantar manusia ke gerbang kesuksesannya.

2.4.5. KISAH INSPIRATIF

Di suatu desa hiduplah seorang wanita dengan kaki yang lumpuh, bertahun - tahun hanya bisa menerima taqdir duduk di atas kursi roda. Ialui hidup ini dengan penuh suka cita.

Wanita ini lumpuh fisiknya tapi memiliki kepribadian yang mengagumkan, sopan tutur katanya dan santun pembawaannya, ia seorang yang periang, memiliki ketulusan yang luar biasa, keyakinan hidup yang mantap buah keimanannya kepada Alloh secara benar. Alloh pun anugerahkan kepadanya dengan paras yang lumayan, betapa manis dan menawannya kala ia tersenyum secara tulus.

Suatu ketika ada seorang Pemuda yang sukses dalam carier dan memiliki wajah yang lumayan menarik Pengetahuan Agama yang mantap serta akhlak yang menawan, dengan sekonyong-konyong melamarnya, bukan main kebahagiaan dirasakan oleh wanita mulia ini. Tak dapat dibayangkan suasana bahagia yang mengharu biru berkecamuk dalam batin wanita tersebut. Pokoknya sungguh surprise-lah ketika itu.

Tapi disebelah sana justeru Ibu dari sang Wanita ini, menangis terseduh-seduh begitu mendengar pinangan sang Pemuda yg mempesona tersebut. Seharusnya Beliau merasakan bahagia yang tiada tara karena sudah lama memimpikan puterinya dapat bersanding dengan pemuda pilihan jiwanya yang berkepribadian dan punya pesona Iman yang baik, tapi itu hanya.lamunan.

Apa gerangan alasan Sang Ibu ini menangis terseduh-seduh. Ibu ini tiba-tiba teringat dengan vonis dokter yang menyatakan jika kelak anaknya menikah dipastikan terancam tidak akan memiliki keturunan, akibat faktor kelumpuhan tersebut.

Karena itu diantara perasaan bahagia dan sedih, antara harap dan cemas.meminta kepada anaknya untuk berterus terang menceritakan apa adanya akan kemungkinan besar ia mandul dan tidak memiliki.keturunan, kepada sang Pemuda yang baik hati tersebut.  Harapannya agar jika terjadi hal-hal yang tak diinginkan di kemudian hari tidak ada penyesalan.

Si Wanita lumpuh ini meyakinkan Bundanya dengan mantap. "Bunda sayang, Nanda akan dengan sekuat tenaga munajat kepada Alloh setiap malam dan memohonnya agar kami dikarunia keturunan." Sergah wanita ini dengan penuh harap.

"Anakku...,Janganlah laksana pungguk merindukan bulan, berharap.sesuatu yang mustahil terjadi, karena sejatinya Dokter meyakinkan mama bahwa kamu mandul... Hanya keajaiban yang yang dapat memberimu keturunan. Lebih baik kamu sampaikan apa adanya kepada pemuda yang akan meminangmu," nasehat sang Ibu dengan serius.

Wanita ini memang sakit fisiknya, tapi jiwanya sehat, kepatuhan kepada Ibunya mengalahkan segala hasratnya. Kita bisa bayangkan, bagaimana dia bisa mengambil keputusan untuk menuruti kata Ibunya, walau mengandung resiko. Tapi dia yakin niat yang baik akan membuahkan hasil yang baik sepanjang diungkapkan dengan kata-kata yang baik pula. Dan apapun reaksi pemuda yang akan meminangnya dia siap menanggungnya, meski pahit. Pelan-pelan dia katakan apa adanya kepada pemuda itu atas apa yang dia alami juga pandangan dokter atasnya bila akhirnya harus menikah.

Subhanallooh... kejujuran dan keterus terangan membuahkan hasil optimalnya. Justeru respon pemuda ini, luar biasa... ia mau menikahinya apapun alasannya, ia siap menerima wanita ini walau lumpuh dan diclaim telah mandul.

Singkat cerita pernikahan pun terlaksana dengan sukses. Wanita ini tak henti- hentinya berdoa dan meminta kepada Alloh pada tiap malamnya kiranya diberikan kesempatan memiliki keturunan yang bersemi dan lahir dari rahimnya. Wanita ini tersungkur dalam khusyu'nya munajat kepada Alloh SWT. Dengan penuh perjuangan dan kesabaran yang prima dengan cucuran air mata tangis, selama 14 tahun tidak pernah bosan, putus asa apalagi kecewa. Allohu Akbar... Doa dan harapan itu membuahkan hasil akhirnya. Setelah rentang waktu panjang itu. Alloh kabulkan doa wanita yang lemah ini bahkan begitu lahir, Alloh titipkan kepada keluarga ini kembar 3 ( anak ) sekaligus, lewat kelahirannya, sebagai anugerah terindah buat pasangan ini dan alhamdulillah  proses kelahirannya normal tanpa hambatan apapun.

Bagi Alloh tak ada yang tak mungkin di dunia ini, sepanjang kita hidup dan memohon dengan penuh Ikhlas, Sabar dan Istiqomah insya Alloh, terbentang jalan yang lempang untuk mencapai puncak segala harapan.

3. Dalam sebuah buku yang berjudul "MUHAMMAD", Sang penulis Martin Lings namanya, mengupas tentang kebaikan dan keburukan bagi seseorang yang hidup sebagai orang asing dan musafir memiliki ciri senang berpindah dan tidak suka menetap di suatu tempat, menurut sebuah kajian sejarah. Nenek moyang bangsa Arab adalah pengembara tulen, mereka tinggal di tenda-tenda dan hobby pindah-pindah. Saat pindah, mereka cenderung tidak membawa apa-apa karena ingin praktis dan tak mau terbebani oleh hal-hal yang tak penting.

3.1.Karena sebenarnya para musafir ( pengembara ) itu memang identik dengan kebebasan. Para pengembara biasanya menjadi penguasa di sebuah tempat dan masa tertentu saja sehingga terbebas dari keterikatan waktu dan tempat. Dengan kebiasaan membongkar tenda dan berpindah ini bukti ia akan melupakan kehidupan yang kemarin dan berusaha menyongsong hari esok yang lebih baik.

3.3. Pola hidup mengembara sangat berbeda dengan orang yang menetap. Sikap hidup orang yang menetap akan menjadikannya terbelenggu oleh waktu dan tempat persis seperti orang tahanan. Hidupnya monoton. Antara hari ini sama saja dengan kemarin, Sekarang dan yang akan datang, tentu saja akan mudah tertipu oleh waktu.

3.4.Lambat laun akan bertumbuh dalam kemapanan, maka mulai bersarang aneka api kecurangan, muncul intrik di kalangan masyarakatnya, penyakit malas dan kawan-kawannya akan menyelinap dibalik dinding - dindingnya, kecintaan terhadap sesuatu mengurangi ketajaman pandangan dan melemahkan sikap waspadanya. Mulailah bau busuk akan menyeruak dan mengganggu dimana-mana.

3.5.Untuk dapat mengerti pola hidup pengembara dan yang menetap, setidak-tidaknya terdapat 2 ( dua ) pelajaran penting yang bisa dipetik.

3.5.1.*Pertama,* hidup di dunia itu ( harusnya ) seperti orang asing dan musafir /pengembara, ini menegaskan bahwa hidup di dunia adalah rentang waktu yang sangat pendek dari sebuah wisata perjalanan hidup manusia, yang rutenya bermula dari alam Arwah, alam dunia ( kita sekarang ) hingga kematian, alam kubur, alam barzah, alam mahsyar, surga atau neraka.

3.5.2.*Kedua*,  hidup di dunia ini sifatnya tidak konstan, dinamis, berubah-ubah dan tidak kekal, tidaklah elok kita bersikap status quo atas hal yang memungkinkan kita berkembang dan menjadikannya sebagai harga mati tanpa inovasi dan kreasi, juga tidak baik berkecendrungan terhadap dunia apalagi berpandangan bahwa dunia sebagai sebuah harga mati. Karena sejatinya tiap-tiap manusia pasti akan meninggalkan dunia dengan segenap tipu dayanya, sementara akhirat yang abadi dan penuh pesonanya akan  menyambut setiap pengembara yang lulus dan berprestasi selama perjalanannya.

3.5.3.Perbedaan persepsi ini tidak untuk dibesar-besarkan, tetapi sangat diperlukan agar setiap orang punya alasan yang logis untuk tidak selalu puas dengan status quo dan dibutuhkan mental yang prima dalam menghadapi  episode perubahan. Dalam artian perubahan yang dipagari oleh tata nilai, jauh lebih memberikan pencerahan daripada diam dalam kebisuan apalagi terjebak dalam nostalgia masa lalu.

3.5.4. Mentalitas perubahan tidaklah identik berada di zona nyaman, tidak pula menggaransi hidup dalam posisi aman dan nyaman, sebagaimana Baginda Nabi tidak pernah menggaransi mereka yang hijrah bersamanya akan sukses, tapi justru karena begitu besar dan luas tantangan dan hambatannya, ruang kreasi yang diberikan terbentang lebar untuk melakukan inovasi. Dengan kemantapan Keyakinan, Keikhlasan yg dalam, berfikir yang tajam, semangat yang membuncah, etos kerja yang luas biasa dan dengan bertawakkal penuh kepada Alloh SWT, terbuka selebar-lebarnya ruang kebahagiaan dan itulah fenomena awal kemenangan akan dicapai.

3.5.5. Dalam pandangan pengembara dunia tidaklah layak untuk dicintai selain sekedarnya saja, dunia ini sebagai alat untuk menghantar pada tujuan, karena akhirnya semua akan ditinggalkan. Ketahuilah menyenangi dunia akan dapat membelenggu diri dan menghalangi orang untuk mencapai kepada tujuan yang sebenarnya yaitu kebahagiaan akhirat kelak. Dunia akhirnya menjadi beban dan pasti akan ditinggalkan entah siapa yang mewarisinya. Padahal dulunya diperjuangkannya tidak tahu siang tak tahu malam, tak peduli halal dan  haramnya, yang penting ada jalan semua dilanggar dan diterobos. Tapi apa yang akan dibawa saat kembali kepada-Nya, tidak ada...

3.5.6. Hanya amal shaleh dan ketaqwaan yang setia setiap saat menemani hamba pulang ke haribaan-Nya. 

3.5.7. Disanalah mereka berkesempatan istirahat yang sebenarnya, difikiran mereka tidak ada kecuali   *لاراحة الا فى الجنة*
Tiada Istirahat yang sesungguhnya kecuali di Surga.

4. Ibnu Umar melanjutkan dengan wasiatnya  

اذا امسيت فلا تنتظر الصباح، واذا اصبحت فلا تنتظر المساء

_Jika engkau berada di sore hari jangan menunggu datangnya pagi dan jika engkau berada pada pagi hari jangan menunggu datangnya sore hari_

4.1.Hendaklah kita semua selalu waspada dengan kematian yang datangnya tiba-tiba. Dan selalu menyiapkan diri menyongsong kematian dengan amal terbaik. Jangan sampai menunda-nunda amal Ibadah. Di sini kita dapat mengerti tentang betapa geniusnya Abdulloh Ibnu Umar dalam memahami fikiran-fikiran Baginda Nabi. Selain yang bersangkutan mampu mencerna dengan baik nasihat Rasululloh untuk bekal hidupnya, dia juga menyampaikan wasiat yang sangat relevan dengan apa yg dikatakan Baginda Rasululloh SAW. Bahwa betapa indahnya bila tiap saat kita merasa berada dalam bayang-bayang kematian sehingga selalu menyiapkan diri dengan amal unggulan, tidak boleh lagi bermalas-malasan. Terutama sholat 5 waktu, begitu panggilan adzan berkumandang sebaiknya bagi kaum Adam segera menyambutnya apalagi begitu mendengar حي على الفلاح marilah kita menuju Kemenangan. Sebaiknya segera datang memenuhi panggilan Alloh dengan bergegas menuju Masjid untuk sholat berjamaah. Jangan ditunda-tunda lagi karena kita tak akan pernah tahu kapan jadwal kematian kita. Akan sangat menyesal bila kematian tiba menghampiri kita tapi secara amal kita belum punya persiapan yang banyak, apalagi bila suka menunda-nunda kebaikan dan amal sholeh lainnya.

4.2. Dalam menjalankan Ibadah harus dibangun sebuah persepsi bahwa amal yang bisa dilakukan pagi hari jangan ditunda hingga siang atau sore hari sebagaimana jika kita mampu beramal pada sore hari jangan menunggu hingga besuk pagi, anggap saja saat sore beramal ga ada lagi kesempatan beramal pada pada besuk pagi sebaliknya saat kesempatan beramal pagi hari anggap saja kita tak mendapati waktu sore. Mengingat kematian selalu mengancam kita tanpa permisi. Dan tibanya kematian selalu sekonyong-konyong, ga peduli kita sedang apa. Datangnya kematian terkadang saat orang sedang nyopir, wafatlah dia lalu mobil bisa menabrak pohon atau pagar rumah. Jadi bisa saja wafatnya bukan karena nabrak pohon atau pagar tapi wafat duluan dan baru menabrak. Kadang-kadang ada orang wafat saat mandi dikamar mandi, sebenarnya dia dicabut nyawanya saat di kamar mandi, karena sudah wafat pasti jatuh. Jadi bukan jatuh lantas wafat tapi wafat dulu baru jatuh, walau terkadang jatuh dulu baru wafat. Semua menjadi rahasia Alloh. Akan tetapi poinnya adalah bahwa kematian itu bisa datang dengan tiba-tiba.

Allah SWT berfirman:

وَلِكُلِّ اُمَّةٍ اَجَلٌ ۚ فَاِ ذَا جَآءَ اَجَلُهُمْ لَا يَسْتَئۡخِرُوْنَ سَا عَةً وَّلَا يَسْتَقْدِمُوْنَ

"Dan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 34)

4.3.Peluang dalam amal ketaatan, amal terpuji, amal kebajikan jangan lagi ditunda, jangan ditangguhkan. Hilangkan kebiasaan mengatakan besuk aja ya, lusa aja ya dan lain-lain. Jangan juga mengatakan saya akan sedekah minggu depan, saya akan haji 2 tahun yang akan datang, saya akan ngaji bulan depan. Kalau ada waktu dan uangnya kenapa harus pakai lama. Segera saja lakikan yang terbaik. Lebih cepat lebih bagus. Semua kebaikan harus dipercepat jangan lagi ditunda-tunda, karena pekerjaan menunda itu memberikan peluang Syaitan untuk mengacaunya.

4.4. Hasan Al -Basri mengatakan bahwa Umar bin Khattab pernah menulis kepada Abu Musa Al-Asy'ari RA : Bahwa sesungguhnya kekuatan dalam amal yaitu engkau tidak menunda-nunda pekerjaan hari ini ke hari esok. Karena jika engkau berbuat demikian, maka pekerjaan-pekerjaan itu akan makin banyak dan menumpuk, lantas engkau tidak tahu lagi mana yang harus diprioritaskan untuk dikerjakan yg lebih dahulu, dan akhirnya sirnalah waktumu.
 Sekali lagi jangan pernah menunda-menunda amal sholeh yang kita mampu lakukan hari ini, kerjakan dengan penuh tulus ikhlas karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi besuk hari.

5. Akhirnya Ibnu Umar menutup wasiatnya dengan mengatakan :

*وخذ من صحتك لمرضك، ومن حياتك لموتك*

Pergunakan waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu dan hidupmu sebelum matimu

Kerjakan amal kebaikan dalam hidupmu mumpung
masih sehat dan masih bisa, sebelum benar-benar terhalang oleh sakit. Karena bila sudah sakit sulit rasanya bisa maksimal berbuat baik. Juga kerjakan amal kebaikan sebelum jasad ini benar-benar dipisahkan dengan ruhnya. Karena bila ruh telah tercabut dari jasadnya alias wafat, akan mengalami penyesalan yang luar biasa dan mayat akan merengek  minta-minta ditangguhkan dulu, ditunda dulu. Namun semua itu tidak ada artinya, sudah terlambat, Alloh tak mungkin bisa diajak kompromi, apalagi diajak cincay-cincay... Karenanya, jangan sampai tertipu dengan memiliki badan yang sehat dan waktu yang longgar.

Rasululloh bersabda : 

نعمتان مغبون فيهما كثير من الناس : الصحة والفراغ

Dua nikmat yang banyak sekali menipu manusia yaitu Sehat dan Kesempatan.

Akhirnya mari kita camkan baik-baik...,

Mari kita kerjakan tugas dunia kita seakan-akan kita hidup seribu tahun, artinya untuk urusan dunia masih ada kesempatan untuk ditangguhkan esuk atau lusa...

Tapi untuk tugas dan kewajiban akhirat, kerjakan saat itu juga, bergegaslah, jangan ditunda-tunda lagi seperti seakan-akan kita mati besuk.(Sudono Syueb/ed)

Allahu A'lam bish showab

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel