Gus Yaqut Cholil Qoumas: Kami Berterima kasih Pada Pemuda Muhammadiyah


Laporan; Sudono Syueb

Harianindonesiapost.com Kami semua berterima kasih diingatkan sekaligus diajari tepo seliro oleh Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Sunanto. Banyaknya sekolah, rumah sakit, rumah yatim sebagai bagian dari amal usaha Muhammadiyah di basis2 NU dan baik2 saja adalah salah satu praktek tepo seliro itu. Kami tdk terusik apalagi terganggu. Malah sebagian kami ada yg sekolah dan berobat di aset milik Muhammadiyah tsb. 

Beberapa acara Muhammadiyah pun, kami ikut menjaga dan mengamankannya. 
Bahkan, waktu Pemuda Muhammadiyah tersandung masalah Kemah Pemuda di Prambanan, kami juga tepo seliro dengan berusaha untuk tdk berselancar di tengah gelombang yang menerpa mereka. Meskipun kami tahu, anggaran untuk mereka tidak digunakan sebagaimana kesepakatan. Kami tahu. Tapi kami memilih diam dan menyerahkan urusan ini kepada polisi. Hatta ketika kasus ini menguap begitu saja, dan aktornya hanya berhenti jadi saksi dan sekarang sudah menjadi idola baru bagi politisi muda muhammadiyah, kami pun diam. Ini tepo seliro bukan sih?

Waktu Sunanto maju sebagai Ketum Pemuda Muhammadiyah, kami pun tepo seliro. Meskipun sebenarnya kami mau teriak2 waktu ada info kantor deputi sebuah lembaga intel dipakai rapat. Logistik disamarkan dengan sebutan “Garam India” dan berasal dari mana, kami pun tahu. Tapi demi tepo seliro, kami diam. Karena itu urusan mereka sendiri. Cukup bagi kami tahu. Tak perlu bikin gerakan kontra intelijen meskipun saat itu sangat bisa. Jadi, tolonglah. Jika ada yg baca ini dan dekat Sunanto, kasih tahu, sekarang ajari saja kami cara bersabar. Karena stok yg kami punya sudah hampir habis 😁😁
Sumber: Facebook.com

Post a Comment

0 Comments