Antara Kopi Selir dan Istri Selir


Oleh: Sudono Syueb

Harianindonesiapost.com Di Lamongan utara itu ada istilah kopi selir untuk kopi asli. 
Sedang di Mataraman, ada istilah istri selir untuk istri siri para Raja. Sedang istri sah dari catatan KUA/Sipil namanya PRAMESWARI.
Konon, para Raja Jawa memiliki banyak istri selir di samping istri prameswari. Bahkan ada raja yang tidak punya istri Prameswari, hanya punya istri istri selir saja. Jika Raja yang tidak punya istri prameswari meninggal maka siapa yang akan jadi putra mahkota? Semua putranya dari istri selir pasti angkat tangan.  Biasanya, kebijakan para penasihat raja bahwa yang jadi putra mahkota adalah anak yang tertua dari istri istri selir. Bagaimana kalau ada anak anak dari istri istri selir itu hari, tanggal, bulan dan tahun lahirnya sama?Agak ribet juga ya menentukan penggantinya!. Kalau terjadi seperti ini biasanya diputuskan anak dari istri istri selir tertua yang jam kelahirannya  lebih dulu.  
Dari sini muncullah akar konflik internal sampai berdarah darah karena perebutan mahkota raja.

Kembali ke kopi selir. Kenapa dinamakan kopi selir? Apakah arti kopi selir dengan istri selir itu sama? Atau rasa kopi selir itu enek seenak istri selir?
Kata para pengopi, memang kopi selir itu enak dan ngangeni seenak istri selir.

Pertanyaannya, kenapa istri selir itu enak, ngangeni dan sll jadi gacoan? 
Sebetulnya istri prameswari dan istri selir itu rasanya sama, hanya kemasannya yang beda. 
Seperti gudir, semua gudir rasanya sama baik gudir bulat, segi tiga, lonjong, gudir putih, gudir merah dll itu sama. Tapi kenapa ada orang yang suka jenis gudir tertentu. Misalnya, ada orang hanya suka gudir dari Lamongan utara. 
Dulu di pasar Blimbing, Lamongan, ada orang jualan gudir. Kata para pelanggannya, enak.... enak...
Padahal gudir sejenis juga ada di padar Blimbing hanya kemasannya beda.
Jadi enak dan tidak itu ternyata lebih pada kemasan, penampilan dan rasa atau selera. 
Istri selir juga demikian, supaya terasa enak sepanjang masa dan tidak terdepak dari kemewahan istana, mereka selalu menyuguhkan yang terenak untuk sang RAJA.

Post a Comment

0 Comments