Suara Baitul Mahmud: Tarbiyah Tauhid Nabi Ya'kub Di Atas Ranjang Maut


Oleh: Sudono Syueb

(Dewan Pembina Yayasan Masjid Baitul Mahmud, Griya Bhayangkara, Sidoarjo)

Harianindonesiapost.com 
بسم الله الرحن الرحيم

أَمْ كُنْتُمْ شُهَدَاءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ الْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِنْ بَعْدِي قَالُوا نَعْبُدُ إِلَٰهَكَ وَإِلَٰهَ آبَائِكَ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِلَٰهًا وَاحِدًا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ

 "Adakah kamu hadir ketika Ya'qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: "Apa yang kamu sembah sepeninggalku?" Mereka menjawab: "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya".

 Dalam tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah menjelaskan

 أَمْ كُنْتُمْ شُهَدَاءَ

 (Adakah kamu hadir)
Kalimat ini ditujukan untuk orang-orang Yahudi dan Nasrani yang menisbahkan kepada Ibrahim dan keturunannya bahwa mereka beragama Yahudi atau Nasrani. Sehingga Allah membantah mereka dengan berfirman: apakah kalian hadir ketika Ya’kub dalam keadaan sekarat, dan tahukah kalian apa yang diwasiatkannya kepada keturunannya, sehingga kalian mengklaim demikian itu dengan ilmu kalian; atau kalian tidak hadir ketika itu kemudian kalian membuat kebohongan?

مِنْ بَعْدِي

(sepeninggalku)
Yakni setelah kematianku

آبَائِكَ
 (bapak-bapakmu)
Nabi Ismail adalah paman dari Nabi Ya’kub akan tetapi orang-orang arab menyebut paman dengan panggilan bapak.

وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ

 (dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya) 
Yakni Nabi Ya’kub mengambil perjanjian kepada anak-anaknya saat datang sakaratul maut agar mereka menyembah Allah dan tidak mempersekutukannya. Kemudian mereka menyetujui itu dan bersaksi bahwa mereka adalah orang-orang yang tunduk patuh.

Sementara itu  Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H menjelaskam dalam tafsir as Sa'di sebagai berikut

Makna kata : { يَعۡقُوبَ } Ya’quub : Ya’qub adalah Israil bin Ishaq bin Ibrahim. Anak-anaknya adalah Yusuf dan saudara-saudaranya.

Makna ayat :
Pada ayat (133) disebutkan bahwa Allah mencemooh celotehan orang-orang Yahudi yang berdusta kepada Nabi ﷺ : “Bukankah engkau tahu bahwa Ya’qub berwasiat kepada anak keturunannya untuk mengikuti agama Yahudi.” Maka Allah membantah dalam firmanNya

 ( أَمۡ كُنتُمۡ شُهَدَآءَ )

 “Apakah kamu
 hadir” ketika Ya’qub menghadapi sakaratul maut kemudian beliau bertanya kepada anak-anaknya,”Apakah yang kalian sembah sepeninggalku?” mereka menjawab dengan satu jawaban 

(نَعۡبُدُ إِلَٰهَكَ وَإِلَٰهَ ءَابَآئِكَ إِبۡرَٰهِ‍ۧمَ وَإِسۡمَٰعِيلَ وَإِسۡحَٰقَ إِلَٰهٗا وَٰحِدٗا وَنَحۡنُ لَهُۥ مُسۡلِمُونَ )

 “Kami menyembah tuhanmu, tuhan nenek moyang kami Ibrahim, Ismail, Ishaq, Tuhan yang satu dan kami adalah orang-orang yang muslim.” Apabila mereka berkata “Kami hadir” sungguh telah berdusta dengan kedustaan yang besar, namun jika mereka berkata “Kami tidak hadir” maka telah batal pengakuan yang mereka buat bahwa Ya’qub berwasiat agar anak keturunannya beragama Yahudi. Maka telah tetap bahwa beliau berwasiat agar anak keturunannya komitmen kepada agama Islam, bukan agama Yahudi.

Pelajaran dari ayat :
• Dianjurkan bagi orang yang sakit untuk membuat wasiat untuk anak keturunannya dan keluarganya agar tetap komitmen di atas agama Islam sampai maut menjemput.
• Kebohongan kaum Yahudi, dan benarlah orang yang mengatakan,”Kaum Yahudi adalah pembohong.”

Post a Comment

0 Comments