Socialize

SELAMAT JALAN SANG MOTIVATOR Mengenang Sang Multitalenta Menyongsong Muktamar Nasional XXXI Pelajar Islam Indonesia (PII) di Ternate, Maluku Utara


Oleh: Idham Ali

Editor: Sudono Syueb/Sadam Hardi

Harianindonesiapost.com Rabu (14/8/2013) malam sekitar pukul 21.00 WIT, handphoneku bergetar. Saat diperiksa ternyata SMS dari Wahyu Talib, Ketua PD PII Kota Ternate "Salam, Ka Id merapat di IGD RSU, Nanang masuk rumah sakit". Merasa penasaran, saya langsung mengontak Wahyu untuk mengetahui penyebab Nanang (Sekretaris Umum Pengurus Daerah PII Kota Ternate) yang terbaring di RSU. Penjelasan Wahyu pun singkat "Dia tergelincir dengan sepeda motor di tikungan Jalan Ngade dari Utara ke Selatan menuju Sekretariat PII Maluku Utara. Seketika perasaan ini lega karena diperkirakan hanya luka lecet. 

Kamis (15/8/2013) malam kuputuskan menjenguk melihat kondisi Nanang Hardi secara langsung. Betapa terkejut saat melihat adik-ku Nanang Hardi terkapar tak sadarkan diri di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Chasan Bosoirie Ternate. Tini (Bendahara Umum PD PII Ternate) dan Sadam Hardi, kakak kandung Nanang malam itu menemani sang almarhum dengan wajah cemas. Kuperhatikan dengan seksama sekujur tubuh dari ujung jari kaki hingga rambut. Terdapat luka terkelupas di tangan kiri, dagu dan pipi kanan. Kemudian luka benturan tepat di bawah mata kiri, dan lebih parah luka benturan di kepala bagian kiri. 

Kecemasan pun bertambah setelah mendengar informasi bahwa sebanyak 3 kali almarhum memuntahkan isi perut. Keesokan harinya, usai shalat Jumat, orang tua almarhum mengambil keputusan keluarkan Nanang dari rumah sakit dan dibawa ke kediaman keluarga di kelurahan Kalumata, Ternate Selatan. Menjelang adzan Magrib, Allah mengutus Malaikat pencabut nyawa untuk megembalikan Nanang ke tempat asalnya. Sebagai bentuk kasih sayang. Duka pun menyelimuti Kota Ternate, pekikan tangisan keluarga dan kader PII mewarnai cuaca cerah pada malam itu. Memang benar firman Tuhan, apabila ajal seseorang telah tiba tidak ada seorang pun yg bisa mengundurkan atau memajukan. Namun kepergian almarhum dengan nama lengkap Nanang Hardi, alumni SMA Negeri 3 Ternate ini terasa cepat, dan sebuah kehilangan besar bagi PII Kota Ternate dan PII Maluku Utara pada umumnya. 

Di mata teman-teman dan para senior, almarhum adalah sosok langkah. Meskipun masih muda, semangat juang pantang menyerah benar-benar terhujam di sanubari. Calon mahasiswa Universitas Muhammadiyah Maluku Utara jurusan ilmu komunikasi ini, merasa gelisah saat melihat kondisi PII seperti hidup tak mau matipun tak segan. Kegelisahan ini dituangkan almarhum dalam bentuk tulisan dan dipajang di setiap dinding Sekretariat PII Maluku Utara Bukit Sasa. Teringat betul saat kepengurusan daerah PII Kota Ternate periode 2012-213 mengalami kemandekan, almarhum pun berinisiatif membentuk Forum Penyelamat Pengurus Daerah PII Kota Ternate. Alhasil, forum tersebut berhasil menggerakkan aktivitas Pengurus Komisariat SMA Negeri 2 dan SMA Negeri 3 Kota Ternate melalui kegiatan pengkaderan dan beberapa aktivitas di sekretariat. Selain itu, almarhum bisa dibilang kader multitalenta. Bukan hanya cakap berorganisasi, almarhum juga aktif di dunia teater menjadi peran utama. Lihai di bidang musik, sedikit tahu proses pemasangan instalasi listrik, perbaikan alat elektronik yang rusak dan memiliki skill di bidang konstruksi bangunan. 

Diakui, rasa kesal dan marah sering saya lampiaskan kepada almarhum. Kesal dan rasa marah itu memiliki nilai dan tujuan. Satu keinginan saya, almarhum harus kuat dan mandiri.  Karena mengurus PII butuh orang-orang yang kuat dan tahan banting tak mudah menyerah dalam situasi dan kondisi bagaimana pun juga. Ternyata upaya itu tidak sia-sia. Meskipun dimarahi berulang kali namun almarhum tetap setia menjalankan tugasnya di lembaga maupun tugas lain di luar lembaga. 

Satu hal yang kusuka dari almarhum, keinginan mencari tahu dan pantang menyerah dalam menjalankan tugas. Bahkan dengan kemampuan terbatas, almarhum setiap saat mengajak teman-temannya untuk menggerakan lembaga. Seharusnya kita banyak belajar dari almarhum, tentunya semangat juang almarhum menjadi inspirasi bagi kita semua terutama pengurus dan kader. Agar perjuangan almarhum selama ini tidak sia-sia dan merasa tenang di alam sana (barzah). Maka kalau bukan kita siapa lagi untuk menggerakan lembaga ini (Pelajar Islam Indonesia) yang digagas oleh almarhum M. Joesdi Gazali pada 1947. Selamat Jalan Sang Motivator Sejati, semoga mendapat tempat yang layak di sisi Allah SWT.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel