REWARD BAGI AMAL TERBAIK


Oleh : MASYKUR SARMIAN

Harianindonesiapost.com 
بسم الله الرحمن الرحيم

عن عاءشة ان رسول الله صلى الله عليه وسلم قال *ان الله عز وجل يحب اذا عمل احدكم عملا ان يتقنه*
رواه امام مسلم

Dari Aisyah RA, Bersabda Rasululloh SAW : *_Alloh 'Azza wa Jalla menyukai jika salah seorang di antara kalian melakukan amal secara profesional_*.

                     ( HR. MUSLIM )

1. Seorang Muslim yang hanif, yang memiliki Aqidah lurus, bersih hatinya dan cetar fikirannya akan sadar bahkan merasakan bahwa Alloh selalu mengawasinya ( Muroqobatulloh ). Kesadaran dan rasa selalu dalam pengawasan, penglihatan, pendengaran,monitoring dan evaluasi Alloh ini seharusnya muncul setiap waktu dimana pun insan berada. Karena memang sejatinya Alloh SWT memang selalu mengawasi dan melihat hamba-Nya

Suatu saat Rasululloh SAW ditanya Jibril AS, apa yang anda tahu tentang *Ihsan*, Rasululloh menjawab :

ان تعبد الله كانك تراه فان لم تكن تراه فانه يراك

Bahwa Engkau menyembah Alloh seakan2 kalian melihat Alloh, maka jika kalian tidak dapat melihat Alloh, sesungguhnya Dia melihatmu. 

Kata Jibril Qod Shadaqta : Engkau sungguh benar, wahai Muhammad

2. Pada saat yang sama setiap manusia juga merasakan betapa Alloh sangat baik           ( احسان الله ) kepada hamba dengan mencurahkan begitu banyak nikmat-Nya, hingga manusia tak dapat menghitungnya, karena saking banyaknya nikmat tersebut. Mulai dari nikmat sehat, nikmat persaudaraan, nikmat waktu longgar, nikmat pertemanan, nikmat berkeluarga,nikmat kumpul2, nikmat lezatnya makanan, minuman, buah-buahan, nikmat kehidupan, nikmat Iman dan Islam serta.masih banyak nikmat lainnya.

3. Oleh sebab itu penting rasanya dalam hidup ini setiap manusia selalu membaguskan niyat. Niyat yang baik akan memelihara Ketulusan hati. Dan hati yang tulus akan dengan mudah  berusaha memurnikan niyat dan menjaga kebersihannya dari noda-noda syirik. Seluruh langkah, aktifitas dan perbuatannya semata-mata mencari Ridlo Alloh. Sehingga usaha untuk meraih kehidupan dunia disadari sebagai jalan terbaik untuk meraih Kejayaan Akhirat, dengan kata lain Dunia adalah alat dan Akhirat adalah tujuan hakiki setiap manusia dalam mencapai kebahagiaannya.
Memurnikan niat dalam setiap.amal perbuatan  semata2 karena Alloh itu bukan saja penting tapi sangat utama.

Rasululloh SAW bersabda :
انما الاعمال بالنيات وانمالكل امرىء ما نوى ( رواه البخارى و مسلم ) 

*_Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya dan sesungguhnya bagi setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan_*.

HR. Bukhori Muslim

Sekali lagi benarnya niat       ( *احسان النية* ) akan sangat berpengaruh pada cara dan proses kerja seseorang. Niat yang baik dan benar ini merupakan langkah awal menuju tercapainya amal perbuatan terbaik, walaupun belum dapat digaransi, namun setidak-tidaknya telah ada modal.

4. Pertanyaannya adalah setelah seseorang memiliki *niat yang baik* ( *Ihsan an niyah* ), perbuatan apalagi yang dapat mengantar bagi tercapainya amal perbuatan yang terbaik ? 

 Sekurang-kurangnya  ada 3 ( tiga ) amal perbuatan yang dapat diandalkan untuk mencapai amal yang terbaik, yaitu :

١. اخلاص النية

 Niyat yang tulus atau *memurnikan niat*  dalam setiap amal, semata-mata hanya karena Alloh SWT. 

Allah SWT berfirman:

وَمَاۤ اُمِرُوْۤا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَـهُ الدِّيْنَ ۙ حُنَفَآءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِ ۗ 

"Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah, dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan sholat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar)."

(QS. Al-Bayyinah 98: Ayat 5)

Keikhlasan dan Kemurnian dalam niat karena Alloh ini, akan  meledakkan potensi amal dalam diri setiap muslim, lalu dia bekerja secara profesional, yang disebut sebagai :

٢. اتقان العمل
Kerja yang Profesional ( Rapi )

Mengingat setiap muslim sadar bahwa ia selalu dalam Pengawasan Alloh SWT dalam setiap saat, maka situasi ini mendorongnya untuk dapat mempersembahkan amal dan kerja yang profesional dalam setiap amanah yang diembannya. Dan terus mempersembahkannya dengan hasil yang berkualitas tinggi. Yang demikian itu karena setiap amal dan bekerja dalam pandangannya adalah manifestasi dari rasa SYUKUR yang mendalam kepada Alloh atas nikmat kesempatan, kepercayaan dan kemampuan yang dimilikinya. Dapat ditegaskan di sini bahwa orientasi Bekerja bagi setiap mukmin bukanlah untuk mengejar upah dari manusia tetapi ia berjuang dengan sekuat tenaga mendapatkan upah yang besar dari Alloh SWT. Dan hasilnya sangat dahsyat berupa Keberkahan Rizki di Dunia dan pahala besar di sisi-Nya, di Akhirat kelak dengan balasan yang sangat besar. Benarnya orientasi ini menjamin diperolehnya Pahala di Akhirat dan insya Alloh Rizki di Dunia pun  berada dalam genggamannya.

٣. جودة الاداء
Kerja Tuntas ( Finishing yang baik )

Seorang mukmin yang unggulan akan menyempurnakan kemampuannya dalam bekerja dengan tulus, beramal secara profesional bahkan diselesaikan hingga tuntas dan finish dengan akhir yang memuaskan, tidak setengah-setengah dan tidak tanggung-tanggung. Dengan kata lain kerja tuntas adalah bahwa dalam bekerja, seseorang mampu mengorganisasikan bagian usaha secara integral, dari awal hingga akhir untuk dapat menghasilkan usaha sampai selesai tuntas dengan hasil yang sangat  mencengangkan.  Itulah karakter mukmin sejati.

5. Apabila Niat yang Ikhlas, Profesional dalam Kerja dan Finishing yang baik ( tuntas ) menjadi Karakter dsn Kebiasaan Kerja bagi seorang Mukmin, itulah Amal terbaik (  احسان العمل) yang dapat dipersembahkannya kepada Alloh SWT, dan dapat dipertanggung jawabkan sebagai amal terbaik. Maka jangankan manusia, para Pemimpin, Alloh saja sangat mencintai Amalan Unggulan ini. Dan menjadi sangat beralasan kepada pelakunya, Alloh akan memberikan Reward dan balasan yang tidak tanggung - tangung berupa :

6.  ١. حب من الله

6. Kecintaaan dari Alloh SWT.
Dapat dibayangkan ketika  orang tua  mencintai anaknya yang Ikhlas, berkarakter dan berprestasi, saking bangganya ia ceritakan keunggulan dan prestasi anaknya itu kepada handai tolan dan koleganya  dimana-dimana, tak pandang waktu dan tempat karena saking bangganya. Terlebih-lebih Alloh yang Maha Cinta kepada hamba-Nya.

Allah SWT berfirman:

وَاَ نْفِقُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا تُلْقُوْا بِاَ يْدِيْكُمْ اِلَى التَّهْلُكَةِ **وَاَ حْسِنُوْا  ۛ  اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ*

"Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuat baiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 195)

6.٢  اجر من الله

6.2. Pahala dari Alloh SWT.

Ketika seorang anak Ikhlas, Sopan, Berkarakter baik dan berprestasi bisa bikin bangga kedua orang tuanya, bukan sekedar dapat cintanya saja tapi bahkan mendapat  Reward dan hadiah yang luar biasa. Yang demikian itu apalagi Alloh, Robb setiap manusia Yang Maha Kaya itu.

Allah SWT berfirman:

مَنْ عَمِلَ صَا لِحًـا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَـنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةً ۚ وَلَـنَجْزِيَـنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَ حْسَنِ مَا كَا نُوْا يَعْمَلُوْنَ

"Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."
(QS. An-Nahl 16: Ayat 97)

6.٣ نصر من الله

6.3. Pertolongan dari Alloh
Sekali lagi ketika seseorang memilik anak yang Saleh, Berakhlak baik, Ikhlas, Berkarakter dan punya prestasi yang mengagumkan bukan saja akan mendapatkan pujian, hadiah, reward dari kedua orang tuanya tapi bahkan mendapat keistimewaan, perlindungan, pertolongan dan kutamaan dari kedua orang tuanya dibanding saudara-saudara lainnya.
Apalagi Alloh SWT. Yang Maha Melindungi dan Maha Menolong hamba-Nya.

Allah SWT berfirman:

اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الَّذِيْنَ اتَّقَوْا وَّا لَّذِيْنَ هُمْ محسنون

"Sungguh, Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan."
(QS. An-Nahl 16: Ayat 128)

Wallohu a'lam bish-showaab.(Sudono Syueb/ed)

Post a Comment

0 Comments