PESONA DUNIA DAN WANITA YANG MENGGIURKAN


Oleh: MASYKUR SARMIAN

Harianindonesiapost.com 
بسم الله الرحمن الرحيم

 وعن ابي سعيد الخدري رضي الله عنه ان رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : *ان الدنيا حلوة خضرة وان الله تعالى مستخلفكم فيها، فينظر كيف تعملون، فاتقوا الدنيا واتقوا النساء* ( رواه مسلم )

Dari Abu Said Al - Khudri RA. Bahwasanya Rasululloh SAW bersabda : *Sesungguhnya, dunia itu manis dan hijau. Dan Alloh akan menjadikan kalian sebagai Pemimpin di dalamnya. Maka Alloh akan melihat apa yang akan kalian  lakukan. Oleh karena itu waspadalah kalian terhadap dunia dan waspadalah kalian terhadap wanita*. 
                         ( HR Muslim )

1. Salah satu sebab mengapa masih kita ketemukan di masyarakat, orang gemar melakukan ritual kesyirikan, datang ke dukun minta ini dan itu, mendatangi pohon-pohon yang besar, mendatangi tempat yang dianggap keramat dan lain sebagainya, hal ini ditengarahi selain fenomena lemahnya Iman seseorang juga disebakan pesona dunia yang begitu menggiurkan. Kuatnya pesona dunia  dengan segenap godaannya,  seringkali membuat seseorang menjadi gelap mata dalam menggapainya. Tak jarang kita ketemukan Keluarga dan Kawan seiringpun dapat dikhianatinya. Bahkan untuk mencapai tujuan tersebut norma Agama, Norma Hukum,norma Sosial, norma Pergaulan, Persaudaraan dan Kebersamaan dapat diabaikannya. Seluruh cara untuk memperoleh dunia ditempuhnya, meski cara itu dimurka Alloh. Bahkan cara yang tak masuk akal pun dapat dilakukannya, hingga bisa saja kita sendiri sebagai korbannya hampir dibuat tak mempercayainya.Dalam lubuk hati yang paling dalam bergumam...Kok bisa ya... 
Demikianlah sifat asli dunia yang sangat menggiurkan, manis dan hijau. 

2. Rasululloh SAW sendiri menegaskan Sesungguhnya Dunia ini manis dan hijau. 

Dunia ini manis, lezat, nikmat bagi yang merasakannya dan hijau ranum bagi yang menikmati keindahannya. Dunia ini manis dan hijau meliputi seluruh sifat dunia beserta apa yang ada di dalamnya. Dunia benar- benar manis dari rasanya,kelezatan dan kenikmatannya. Dunia ini hijau dalam hal keindahan, keelokan,pesona dari pemandangan yang nampak.

Bekerja dan berjuanglah untuk mencapai Dunia yang manis ini, tundukkan dunia ini dengan sekuat tenaga, ambillah hasilnya dan nikmati sebagian yang manis dan lezat ini sewajarnya, ga ada salahnya seorang Mukmin menjadi kaya raya dan dipersilahkan menikmati segala kelezatan yang ada, silahkan gunakan makan minum asal jangan berlebih-lebihan, silahkan miliki kuda - kuda pilihan ( kendaraan-kendaraan berkelas) ga ada yang salah, gunakan untuk mendukung dan memperlancar suksesnya perjuangan dan Dakwah, sepanjang jangan dipakai sombong - sombongan apalagi untuk pamer kekayaan, rasakan dan syukuri dengan baik. Tunaikan kewajiban Ibadah dengan baik, jangan lupa zakat, infak dan sedekahnya serta amal kepedulian lainya kepada sesama. Buktikan kebenaran hadits   *"Orang Mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai Alloh dari pada mukmin yang lemah*  Dengan kata lain Rebut Dunia secara haq lalu manfaatkanlah sesuai dengan tuntunan yang haq pula, bahkan menjadikan semua yang ia dapatkan untuk bekal mengukir jembatan emas yang mempermulus jalan menuju Surga-Nya.  

Sebaliknya barang siapa yang menjadikan dunia ini sebagai tujuan akhir cita-citanya yang terbesar dan puncak harapan dan keinginannya pastilah kesengsaraan dan penderitaan yang ia dapat. Selain itu dipastikan yang ia dapatkan tentang dunia hanya sedikit, sedikit sekali.

Kata Rasululloh SAW

ما الدنيا في الاخرة الا مثل ما يجعل احدكم اصبعه في اليم فلينظر بم يرجع ( رواه مسلم )

Tidaklah permisalan dunia dengan akhirat melainkan bagaikan salah seorang di antara kalian mencelupkan jarinya ke dalam lautan, lalu lihatlah berapa teteskah yang masih tersisa ( dijari )
( HR Muslim )

3.Setelah kita mendapatkan sosialisasi dan orientasi langsung dari Rasululloh tentang *manis dan menarik ( hijau ) nya dunia*, agar kita benar- benar mengenali situasi dunia dengan baik dan lantas mampu bersikap bijak dalam memahami dunia dengan baik dan lantas mampu bersikap bijak dalam memahami dunia dengan segenap persoalannya. Dilanjutkan oleh Beliau sabdanya :
وان الله تعالى مستخلفكم فيها 
 Dan sesungguhnya Alloh Ta'ala akan menjadikanmu sebagai Pemimpin di dalamnya

3.1 Orientasi dan sosialisasi tentang dunia ini sangat penting dan beralasan sekali, agar di saat mendapat amanah jadi Pemimpin minimal sebagai Generasi pengganti tidak mudah gagap apalagi gampang tergoda dalam mensikapi pesonanya dunia. Tidak mudah arogan dan sombong saat dunia benar-benar dalam genggamannya. Letakkan Dunia di tempatnya, Letakkan mobil digarasi, letak perhiasan di laci, letakkan perabotan di ruangan, letakkan harta benda ditempatnya dan jangan sekali-sekali simpan semuanya ini dihati. Karena bila ini terjadi, inilah awal kebinasaan seseorang. Saat hati dipenuhi dunia biasanya penyakit mulai bersarang menguasai seseorang. Antara lain penyakit Sombong, Takabur, Ujub, Sum'ah, Riya, Bakhil, Rakus,Serakah,Hasad, Dengki,Iri hati, Ingin menang sendiri.

3.2 Sebagai Pemimpin harus faham dan.mengerti tentang Karakter dunia juga karakter orang yang mencintai dunia. Agar dapat menyelam dan mampu berkomunikasi dengan baik dengan siapapun khususnya mereka yang mencintai dunia. Paling tidak bisa memandu orang lain agar tidak terjangkit oleh virus cinta dunia.

Allah SWT berfirman:

زُيِّنَ لِلنَّا سِ حُبُّ الشَّهَوٰتِ مِنَ النِّسَآءِ وَا لْبَـنِيْنَ وَا لْقَنَا طِيْرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَا لْفِضَّةِ وَا لْخَـيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَا لْاَ نْعَا مِ وَا لْحَـرْثِ ۗ ذٰلِكَ مَتَا عُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۚ وَا للّٰهُ عِنْدَهٗ حُسْنُ الْمَاٰ بِ

"Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 14)

Bagaimanakah agar tidak terjangkit penyakit cinta dunia :

3.2.1 Marilah kita belajar dan memahami Agama dengan sungguh-sungguh.

3.2.2. Pandanglah dunia sebagai sesuatu yg rendah dan sementara, hanya akhiratlah yang abadi

3.2.3. Bersifat Qonaah atas anugerah Alloh, tapi dengan terus berusaha secara
benar.

3.2.4. Mendahulukan Ridlo Alloh diatas hawa nafsu, keluarga dan kepentingan dunia.

3.2.5. Bersabar terhadap dunia dan para.pencintanya

3.2.6. Banyak berharap dengan kenikmatan di Surga sana.

Maka pemimpin yang lahir lewat benarnya orientasi tentang dunia ini akan mampu menjelaskan secara benar bagaimana kesudahan  Fir'aun, Namruz, Hamman, Abu Jahal, Abu Lahab dan Pemimpin dunia.lainnya yang takabur,sombong dan membanggakan harta. Lalu menjadikannya sebagai pelajaran berharga untuk mengelola potensi dan hartanya dalam rangka membawa ummat berlomba- lomba mendekat kepada Alloh SWT.

4. Berikutnya Rasululloh lanjutkan *فينظر كيف تعملون*
 *Maka Alloh akan melihat, apa yang akan kalian lakukan* 

4.1. Setelah anda jadi Pemimpin dan benar - benar memimpin ( minimal Pemimpin keluarga atau pemimpin diri sendiri ), apa visi misi anda ? Apa isib pidato pertama anda, bagaimana visi keummatan anda ? Seorang Pemimpin harus menyadari bahwa ia akan mempertanggung jawabkan kepemimpinannya selain kepada masyarakat- nya juga kepada Alloh SWT.

4.2. Seorang Pemimpin yang  baik dan visioner, minimal mengawal rakyat dengan 3 Misi : 
4.2.1 Pengabdian kepada Alloh dan Pembangunan SDM berkualitas
4.2.2. Penyediaan Infrastruktur & Peningkatan  Ekonomi Umat
4.2.3. Kedaulatan Politik dan Jaminan Keamanan

Hal ini dianggap sejalan dengan Firman Alloh SWT.

Allah SWT berfirman:

فَلْيَـعْبُدُوْا رَبَّ هٰذَا الْبَيْتِ ۙ 

"Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini (Ka'bah),"

الَّذِيْۤ اَطْعَمَهُمْ مِّنْ جُوْعٍ ۙ وَّاٰمَنَهُمْ مِّنْ خَوْفٍ

"Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa ketakutan."
(QS. Quraisy 106: Ayat 3 - 4)

Jika 3 misi ini dijalankan dengan baik, insya Alloh rakyat akan mencintainya, Karena dengan 3 misi itu selain Pemimpin akan benar-benar dapat hadir di masyarakat ( baik program apalagi orangnya ) , diharapakan juga dapat mengantar rakyat untuk meraih kesejahteraan lahir batin. Paling tidak *dapat menjalankan Ibadah dengan nyaman, dapat menikmati makanan dengan enak dan bisa hidup dimanapun dengan tenang dan damai*, hanya itu yang dibutuhkan rakyat kita.

4.3. Selain 3 misi di atas, Rakyat merindukan  Pemimpin yang mencintai rakyatnya dengan tulus dan  dapat mengawal rakyat dalam kebaikan dan menjauhkannya dari kehancurannya. Pemimpin yang tidak hanya mampu bicara tapi dapat menjadi teladan dalam semua kebaikan ditengah- tengah rakyat dan berani ambil resiko apapun saat dibutuhkan oleh rakyatnya.

4.4. Kita juga merindukan Pemimpin yang berani menyatakan perang melawan kemiskinan dan ketidak berdayaan. Rakyat ini butuh dikawal pemimpin untuk bangkit dari keterpurukannya. Dengan keyakinan, Keikhlasan, Semangat dan Kerja Keras dari sang pemimpin insya Alloh akan mengalirkan energi positif yang dapat merasuk dalam nadi rakyat untuk menggapai harapan dan cita-citanya.

4.5. Selain dari pada itu rakyat ini membutuhkan pemimpin yang memiliki visi tentang "dunia' yang benar. Bahwa dunia bukan sekedar dunia tapi bagaimana mengejar sukses dunia sebagai modal beramal mempersiapkan diri untuk kebahagiaan akhiratnya. Kebahagiaan yang kekal abadi.

5. Selanjutnya Rasululloh menegaskan :
*فاتقوا الدنيا والتقوا النساء*

*Takutlah kepada dunia dan takutlah kepada wanita*

*5.1. Takutlah pada Fitnah Dunia*

Akhirnya sebagai apapun kita, apakah sebagai pemimpin formal atau rakyat biasa, sejatinya kita adalah pemimpin, dimana diluar sana banyak orang berharap keteladanan kita, dsn memandu Rakyat agar memiliki selera yang tinggi dengan menjadikan akhirat sebagai tujuan akhir dalam mencapai kebahagiaan. Bukan sibuk memburu dunia tiada akhirnya. Karena sejatinya kesenangan dunia hanyalah kebahagiaan yang menipu.

Allah SWT berfirman:

وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۤ اِلَّا مَتَا عُ الْغُرُوْرِ

" Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 185)

Allah SWT berfirman:

 اِنَّ وَعْدَ اللّٰهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا ۗ وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِا للّٰهِ الْغَرُوْرُ

" Sungguh, janji Allah pasti benar, maka janganlah sekali-kali kamu teperdaya oleh kehidupan dunia, dan jangan sampai kamu teperdaya oleh penipu dalam (menaati) Allah."
(QS. Luqman 31: Ayat 33)

*5.2. Takutlah pada Fitnah Wanita*

Selain kepada dunia seorang Muslim mesti waspada terhadap fitnah wanita. Ya pada umumnya wanita, termasuk keluarga dan Istri kecuali mereka yang telah memilih Alloh dan Rasul-Nya sebagai kekasih sejati. 

Banyak sekali kejatuhan lelaki dalam hidup ini disebabkan terseret oleh arus syahwatiyah dari wanita, dan kemudian membawanya berani mencari jalan pintas dalam mengumpulkan rizki. Tak terkecuali seorang suami bisa saja karena cintanya yang terlalu berlebihan kepada Istrinya, demi menyenangkan Istrinya dengan memenuhi tuntutan syahwat dan perhiasan memaksanya untuk berani mencari harta yang diharamkan Alloh SWT. Bahkan fitnah ini membuat seseorang dapat mengharamkan apa yg dihalalkan Alloh SWT dan sebaliknya.

Allah SWT berfirman:

يٰۤاَ يُّهَا النَّبِيُّ لِمَ تُحَرِّمُ مَاۤ اَحَلَّ اللّٰهُ لَـكَ ۚ تَبْتَغِيْ مَرْضَا تَ اَزْوَا جِكَ ۗ وَا للّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
"Wahai Nabi! Mengapa engkau mengharamkan apa yang dihalalkan Allah bagimu? Engkau ingin menyenangkan hati istri-istrimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. At-Tahrim 66: Ayat 1)

*5.3. Sebagai bahan Kontemplasi*

*Apabila akhirat menjadi tujuan utama hamba*...
*Niscaya Alloh kan kirim kekayaan dalam hatinya*...
*Dan berantakannya urusan akan Alloh tata...*
*Bahkan harta benda dunia pun akan mengejarnya...*
        *Sebaliknya*
*Siapa yang menjadikan dunia sebagai tujuan dan obsesinya...*
*Kan Alloh jadikan kemiskinannya dipelupuk kedua bola matanya...*
*Dia musnahkan urusannya yang telah tertata...*
*Dan dunia kan datang  dalam takaran seadanya...*

Intisari sabda Rasululloh, Riwayat Imam Tirmidzi_

*5.4. Kecintaan rakyat tanpa pencitraan*

Insya Alloh kepercayaan rakyat kepada pemimpin Bangsa akan tumbuh dan tanpa agenda pencitraan sekalipun dengan sendirinya rakyat akan mencintainya tanpa harus dipaksa-paksa.

Pemimpin seperti inilah yang diharapkan muncul diantara 250 Juta Penduduk Indonesia ini, yang kelak akan menjadi :
Simbul harga diri bangsa, Simbul martabat bangsa, Simbul kemulyaan bangsa, Simbul kualitas bangsa, Simbul Integritas bangsa,
Simbul kekuatan bangsa,
Simbul keadilan bangsa dan Simbul kemenangan bagi rakyatnya.(Sudono Syueb/ed)

Wallohu a'lam bish_showaab

Post a Comment

0 Comments