MUHASABAH KE-42: HAKIKAT BERIMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH SWT (bagian ke-4)



Oleh: Amrozi Mufida


Harianindonesiapost.com 
بسم الله الرحمن الرحيم 


6. Keraguan Orang-Orang yang Inkar terhadap Wahyu Allah SWT

Orang-orang Jahiliyah, baik zaman dulu maupun sekarang, selalu berusaha untuk menimbulkan keraguan tentang wahyu Allah SWT dengan sikap dan watak keras kepala dan sombong. Tetapi, keraguan tersebut sangat lemah sekali dan tidak dapat diterima. 

6.1. Mereka Mengira bahwa Al-Qur'an dari Pribadi Nabi Muhammad SAW

Mereka menyangka bahwa Al-Qur'an bukan wahyu Allah SWT. Menurut mereka, Al-Qur'an dibuat oleh Nabi Muhammad SAW sendiri, baik kandungan makna maupun susunan bentuk gaya bahasanya. Ini merupakan sangkaan yang batil dan salah. 

Jika Nabi Muhammad SAW menginginkan kekuasaan untuk dirinya sendiri dan menantang manusia dengan semua mukjizat untuk mendukung kekuasaannya, maka Beliau tidak perlu menisbatkan semua itu kepada pihak lain. Beliau dapat menisbatkan Al-Qur'an kepada dirinya sendiri, karena hal itu sudah cukup untuk mengangkat kedudukannya dan menjadikan manusia tunduk pada kekuasaannya. Kenyataannya, semua orang Arab dengan kefasihan dan retorikanya, mereka tidak mampu menjawab tantangan itu. QS Al-Baqarah (2): 23, Yunus (10): 38, Hud (11): 13 

6.2. Mereka Mengira bahwa Al-Qur'an Buatan Nabi Muhammad SAW

Mereka menyangka bahwa Nabi Muhammad SAW mempunyai ketajaman otak, kedalaman penglihatan, kekuatan firasat, kejernihan jiwa, kecerdikan yang hebat, perenungan yang benar, 
yang menjadikan Beliau dapat memahami kadar ukuran yang benar dan yang salah, yang baik dan yang buruk, melalui Ilham dan Kasyaf, sehingga dengan hasil penalaran dan pemahaman intelektualnya, Al-Qur'an dibuat oleh Nabi Muhammad SAW dengan Gaya Bahasa dan Retorikanya.

Padahal Al-Qur'an telah menyebutkan berita-berita tentang umat terdahulu dan peristiwa-peristiwa sejarah dengan benar dan cermat, yang tidak memberikan tempat bagi penggunaan pikiran dan kecermatan firasat. Sedangkan Nabi Muhammad SAW sendiri tidak semasa dengan umat-umat dan peristiwa-peristiwa tersebut. QS Al-Qashash (28): 44-45, Hud (11): 49, Yusuf (12): 3

Al-Qur'an juga memuat berita-berita tentang angka-angka hitungan yang hanya dapat diketahui oleh orang-orang terpelajar yang sangat luas pengetahuannya, seperti tentang umur Nabi Nuh AS dan lamanya Ashabul Kahfi tinggal di gua. QS Al-Ankabut (29): 14, Al-Kahfi (18): 25 

Al-Qur'an juga bercerita tentang alam ruh, alam dunia, alam kubur, alam akhirat, surga, neraka, malaikat, jin, dan lain sebagainya, yang semuanya tidak memberikan tempat bagi kecerdasan akal dan kekuatan firasat semata. Sehingga mustahil bahwa Al-Qur'an buatan Nabi Muhammad SAW. 

6.3. Mereka Mengira bahwa Nabi Muhammad SAW Telah Menerima Ilmu Al-Qur'an dari Seorang Guru

Anggapan ini memang benar. Tetapi, guru yang menyampaikan Al-Qur'an adalah Malaikat Jibril AS, bukan guru yang berasal dari manusia. 

Nabi Muhammad SAW tumbuh dan hidup dalam keadaan buta huruf. Ini kenyataan yang disaksikan oleh sejarah dan tidak dapat diragukan. Ini merupakan bukti yang kuat bahwa Allah SWT telah mempersiapkannya untuk membawa risalahNya. Allah SWT mewahyukan Al-Qur'an kepadanya untuk menjadi petunjuk bagi umatnya. QS Asy-Syura (42): 52-53

*NASRUNMINALLAH WA FATHUN QORII B.

Penulis adalah :
1) Wakil Ketua PCM Babat, Anggota MPK PDM Lamongan, 
2) Sekretaris MUI Kecamatan Babat, 
3) Penyuluh Agama Islam Kecamatan Babat dan 
4) Perwakilan Travel Umroh & Haji Plus PT Tursina]_

Jumat, 4 Rajab 1441 H/ 28 Februari 2020 M

http://t.me/kajianAmrozi

Post a Comment

0 Comments