Socialize

MUHASABAH KE-41: HAKIKAT BERIMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH SWT (bagian ke-3)


Oleh: Amrozi Mufida

Harianindonesiapost.com 
بسم الله الرحمن الرحيم 


*5. Cara Wahyu Allah SWT Turun kepada Nabi dan RasulNya*

Wahyu Allah SWT turun kepada para Nabi dan RasulNya melalui tiga cara:

*5.1. Mimpi yang Benar di dalam Tidur*

Aisyah RA berkata, "Sesungguhnya apa yang awal terjadi pada Nabi SAW adalah mimpi yang benar di waktu tidur. Beliau tidak melihat mimpi, kecuali mimpi itu datang bagaikan terangnya pagi hari." HR Bukhari Muslim 

Hal itu merupakan persiapan bagi Nabi SAW untuk menerima wahyu dalam keadaan sadar, tidak tidur 

Anas bin Malik RA berkata, "Pada suatu hari, ketika Rasulullah SAW berada di antara kami di dalam masjid, tiba-tiba Beliau mendengkur lantas mengangkat kepalanya dalam keadaan tersenyum. Aku bertanya kepadanya, "Apa yang menyebabkan Engkau tertawa, wahai Rasulullah?"  Beliau menjawab, "Tadi telah turun kepadaku sebuah surat." Kemudian Beliau membaca QS Al-Kautsar (108): 1-3."

Boleh jadi keadaan mendengkur itu merupakan keadaan yang dialaminya ketika wahyu turun. 

Di antara alasan yang menunjukkan bahwa mimpi yang benar bagi para Nabi dan Rasul adalah wahyu yang wajib diikuti, misalnya wahyu yang diterima oleh Nabi Ibrahim AS dalam mimpi untuk mengorbankan putra kesayangannya Nabi Ismail AS. QS Ash-Shaffat (37): 100-102 

Mimpi yang benar tidak khusus bagi para Nabi dan Rasul saja. Tetapi, mimpi yang benar juga dapat terjadi pada diri orang Mukmin, meskipun bukan wahyu 

Hal ini sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah SAW, "Wahyu telah terputus, tetapi berita-berita gembira tetap ada, yaitu mimpi orang Mukmin."

*5.2. Kalam Ilahi dari Balik Tabir Tanpa Melalui Perantara*

Hal ini seperti wahyu yang diterima oleh Nabi Musa AS di bukit Tursina. QS Al-A'raf (7): 143, Al-Maidah (5): 164, Thaha (20): 9-14 

Demikian juga menurut pendapat yang sah bahwa Allah SWT telah berbicara secara langsung kepada Nabi Muhammad SAW pada saat peristiwa Isra' dan Mi'raj. 

*5.3. Melalui Malaikat Jibril AS*

Dan ini merupakan cara Allah SWT menurunkan Al-Qur'an melalui Malaikat Jibril AS. QS Asy-Syu'ara' (26): 192-195 

Allah SWT menurunkan wahyu Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril AS dengan dua cara: 

*5.3.1.* Malaikat Jibril datang membawa wahyu seperti bunyi gemerincing lonceng yang sangat kuat yang mempengaruhi faktor-faktor kesadaran, sehingga Beliau dengan segala kekuatannya siap menerima pengaruh itu. 
Dan cara ini merupakan cara yang paling berat bagi Beliau. Jika wahyu turun kepada Beliau dengan cara ini, maka Beliau mengumpulkan segala kekuatan kesadarannya untuk menerima, menghafal, dan memahaminya. 

Suara tersebut boleh jadi merupakan suara kepakan sayap-sayap para Malaikat, seperti diisyaratkan dalam sebuah Al-Hadits, "Jika Allah SWT menghendaki suatu urusan di langit, maka para Malaikat memukulkan sayapnya karena tunduk pada firmanNya, seperti suara gemerincingnya mata rantai di atas batu-batu yang licin." HR Bukhari 

*5.3.2.* Malaikat Jibril datang membawa wahyu dengan memperlihatkan dirinya sebagai seorang laki-laki dalam bentuk manusia. Cara kedua Ini lebih ringan daripada cara pertama, karena ada kesesuaian antara pembicara dan pendengar. Rasulullah SAW merasa senang sekali mendengarkan apa yang disampaikan oleh Malaikat Jibril AS, karena Beliau merasa seperti seorang manusia yang berhadapan dengan saudaranya sendiri. 

Kedua cara wahyu ini ada di dalam sebuah Al-Hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah Ummul Mukminin RA bahwa Haris bin Hisyam RA bertanya kepada Rasulullah SAW tentang hal itu. Lantas Beliau bersabda, "Kadang-kadang dia datang kepadaku seperti dencingan lonceng. Dan hal itu paling berat bagiku, kemudian dia pergi, dan aku telah menyadari apa yang dikatakannya. Dan terkadang Jibril datang menjelma sebagai seorang laki-laki kepadaku, lalu dia berbicara kepadaku dan aku pun memahami apa yang dia katakan." HR Bukhari


Kamis, 3 Rajab 1441 H/ 27 Februari 2020 M

http://t.me/kajianAmrozi

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel