MUHASABAH KE-39: HAKIKAT BERIMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH SWT (bagian ke-1)


Oleh: Amrozi Mufida

Harianindonesiapost.com 
بسم الله الرحمن الرحيم 


1. Kita wajib yakin dan percaya bahwa Allah SWT telah menurunkan beberapa kitab kepada para Nabi dan RasulNya untuk memperbaiki manusia tentang semua urusan dunia dan agamanya. QS Al-Hadid (57): 25, Al-Baqarah (2): 200-202 

1.1. Kitab-kitab tersebut adalah Zabur untuk Nabi Dawud AS, Taurat untuk Nabi Musa AS, Injil untuk Nabi Isa AS, dan Al-Qur'an untuk Nabi Muhammad SAW, sebagai penutup para Nabi. QS An-Nisa' (4): 163, Al-Maidah (5): 46, Ad-Dahr/Al-Insan (76): 23

Dari Barra' bin 'Azib berkata bahwa Nabi SAW telah lewat di dekat seorang Yahudi yang berlumuran darah karena hukum dera. Kemudian Nabi SAW memanggil orang-orang Yahudi dan bertanya, "Beginikah hukuman orang zina di dalam kitabmu?" Mereka menjawab, "Ya." Kemudian Nabi SAW memanggil seorang dari ulama mereka dan bertanya, "Atas nama Allah yang telah menurunkan kitab Taurat kepada Nabi Musa, beginikah hukuman orang zina di dalam kitabmu?" Dia menjawab, 'Oh tidak, seandainya Engkau tidak mendesak atas nama Allah kepadaku, niscaya aku tidak akan mengatakan kepada Engkau, karena di dalam kitab kami, hukuman orang zina adalah rajam." HR Ahmad, Muslim, Abu Dawud, Ibnu Jarir, dan Ibnu Mundir

1.2. Sedangkan untuk Nabi-Nabi yang lain disebut Shuhuf (Lembaran), karena belum dibukukan dalam sebuah Kitab. QS Al-A'la (87): 18-19

2. Dalam Al-Qur'an, kata Al-Kitab digunakan untuk beberapa pengertian makna:

2.1. Menunjukkan pengertian semua Kitab Suci yang pernah diturunkan oleh Allah SWT kepada para Nabi dan RasulNya, termasuk Al-Qur'an. QS Al-Baqarah (2): 177 

2.2. Menunjukkan pengertian semua Kitab Suci sebelum Al-Qur'an. QS Ar-Ra'd (13): 43 

2.3. Menunjukkan pengertian Kitab Suci tertentu sebelum Al-Qur'an, misalnya Taurat. QS Al-Baqarah (2): 87 

2.4. Menunjukkan pengertian Kitab Suci Al-Qur'an secara khusus. QS Al-Baqarah (2): 2

3. Kitab-Kitab Allah SWT Sebagai Wahyu 

Menurut bahasa, wahyu mempunyai dua pengertian dasar, yaitu tersembunyi dan cepat. Oleh karena itu, wahyu adalah pemberitahuan secara tersembunyi dan cepat yang khusus ditujukan kepada orang yang diberitahu tanpa diketahui oleh orang lain. Dan terkadang juga, wahyu mempunyai pengertian sesuatu yang diwahyukan. 

Menurut bahasa, wahyu mempunyai beberapa pengertian:

3.1. Ilham, sebagai bawaan dasar manusia, seperti ilham yang diberikan oleh Allah SWT kepada ibu Nabi Musa AS. QS Al-Qashash (28): 7

3.2. Instink, yang berupa naluri pada binatang, seperti instink yang diberikan oleh Allah SWT kepada lebah. QS Al-Baqarah An-Nahl (16): 68 

3.3. Isyarat yang cepat melalui tanda dan kode tertentu, seperti isyarat yang diberikan oleh Nabi Zakaria AS kepada kaumnya untuk bertasbih. QS Maryam (19): 11

3.4. Bisikan dan tipudaya syetan untuk menggoda, menipu, dan menjadikan yang buruk kelihatan baik dalam diri manusia. QS Al-An'am (6): 112, 121

3.5. Perintah Allah SWT kepada para MalaikatNya. QS Al-Anfal (8): 12

_Nasrun Minallah Wafathun Qoriib.

Penulis adalah :
1) Wakil Ketua PCM Babat, Anggota MPK PDM Lamongan, 
2) Sekretaris MUI Kecamatan Babat, 
3) Penyuluh Agama Islam Kecamatan Babat dan 
4) Perwakilan Travel Umroh & Haji Plus PT Tursina]_

Selasa, 1 Rajab 1441 H/ 25 Februari 2020 M

http://t.me/kajianAmrozi

Post a Comment

0 Comments