MUHASABAH KE-37: HAKIKAT BERIMAN KEPADA MALAIKAT (bagian ke-6)


Oleh: Amrozi Mufida

Harianindonesiapost.com 
بسم الله الرحمن الرحيم 

*6. Bentuk-Bentuk Godaan Syetan*

_6.1. Bisikan (Waswas)_

Syetan menimbulkan waswas dengan cara membisikkan keinginan dan kemauan untuk melakukan kejahatan ke dalam hati manusia. Bisikan dilakukan dengan cara yang amat halus dan samar sehingga manusia tidak menyadari dan merasakannya. Oleh karena itu, Allah SWT menyuruh manusia untuk meminta perlindungan kepadaNya agar terhindar dari bisikan syetan. QS An-Nas (114): 1-6

_6.2. Angan-Angan Kosong (Tamanni)_

Syetan memanjangkan dan membangkitkan angan-angan kosong pada diri manusia dengan cara berusaha sekuat tenaga memperdayakan dan menipu pikirannya dengan khayalan yang tidak mungkin terjadi. QS An-Nisa' (4): 119-120, Muhammad (47): 25-26

_6.3. Janji Palsu (Wa'dun)_

Syetan memberi janji-janji palsu yang menggiurkan pada diri manusia dengan cara berusaha keras membujuknya agar mau mengikuti dan menuruti ajakannya. Dan pada saat di akhirat nanti, manusia baru menyesalinya karena syetan tidak akan mampu menepati janji-janji palsunya. QS Ibrahim (14): 22 

_6.4. Tipudaya (Kaidun)_

Syetan membuat berbagai macam tipudaya pada diri manusia dengan cara berusaha sekuat tenaga untuk menyesatkannya. QS An-Nisa' (4): 76, Al-A'raf (7): 27 

_6.5. Sifat Lupa (Nisyan)_

Syetan membuat lupa pada diri manusia dengan cara berusaha keras agar manusia lupa dengan Allah SWT dan menjadikan lupa sebagai alasan untuk menutupi kesalahan dan menghindari tanggungjawab. QS Al-An'am (6): 68, Yusuf (12): 42, Al-Kahfi (18): 63 

_6.6. Memandang Baik Perbuatan Jahat (Tazyin)_

Syetan membuat baik dan indah pada diri manusia dengan berbagai macam cara menutupi keadaan yang sebenarnya, sehingga yang haram kelihatan halal, yang jahat kelihatan baik, yang tercela kelihatan terpuji, yang salah kelihatan benar, dan lain sebagainya. QS Al-Hijr (15): 39

_6.7. Menghalangi dari Jalan Allah SWT (Shaddun)_

Syetan berusaha keras untuk menghalangi dan menghambat manusia dengan berbagai macam cara menjalankan perintah Allah SWT karena memang sesungguhnya syetan merupakan musuh yang nyata bagi manusia. QS Az-Zukhruf (43): 62, An-Naml (27): 24 

_6.8. Permusuhan dan Kebencian ('Adawah wal Baghdha')_

Syetan menimbulkan permusuhan dan rasa saling membenci antara sesama manusia dengan berusaha sekuat tenaga agar manusia lupa diri dan melakukan apa pun yang tidak dibenarkan oleh Allah SWT untuk membinasakan dan menghancurkan musuh-musuhnya dan lawan-lawannya. QS Al-Maidah (5): 91 

_6.9. Menyuruh Berbuat Keji (Fahsya')_

Syetan berusaha keras menyuruh manusia untuk berbuat jahat dan keji sehingga terjadi pembunuhan, perampokan, penculikan, perzinaan, minum-minuman keras, perjudian, korupsi, kolusi, manipulasi, dan bentuk-bentuk kemaksiatan lainnya. QS Al-Baqarah (2): 168-169 

_6.10. Rasa Takut (Khauf)_

Syetan berusaha keras membuat rasa takut pada diri manusia. Rasa takut di sini bukan rasa takut secara alami dan syar'i, tetapi syetan menakut-nakuti manusia untuk menyatakan kebenaran, beramar ma'ruf bernahi munkar, menegakkan hukum Allah SWT, dan lain sebagainya, karena khawatir dan takut dengan segala bentuk resiko dan konsekuensinya, seperti jatuh miskin, kehilangan jabatan, masuk penjara, dikucilkan orang, dan lain sebagainya. QS Ali 'Imran (3): 175

Penulis adalah :
1) Wakil Ketua PCM Babat, Anggota MPK PDM Lamongan, 
2) Sekretaris MUI Kecamatan Babat, 
3) Penyuluh Agama Islam Kecamatan Babat dan 
4) Perwakilan Travel Umroh & Haji Plus PT Tursina]_

Ahad, 29 Jumadats Tsaniyah 1441 H/ 23 Februari 2020 M

http://t.me/kajianAmrozi

Post a Comment

0 Comments